Pernahkah Anda merasa berbuat dosa yang efeknya terasa sepanjang hari?
Hati terasa gundah gulana.
Shalat tidak khusyuk, kerja tidak all-out, makan tidak enak, senyum tidak ikhlas, rezeki tidak kencang, sampai doa tidak tenang ?
Waktu terus berjalan hingga malam datang,
Entah mengapa hati tak segundah siang, walau menjelang tidur, dosa masih terbayang.
Lalu saat memejamkan mata setelah doa, semuanya hilang.
Saat terbangun, yang terasa lapang,
ada kehidupan baru, yang bersih,
seakan dosa kemarin tak lagi mengekang,
Lalu isi hati tumpah ruah hingga fajar menjelang.
Selamat datang hari baru,
Hari yang datang setelah tadi malam…
satu bintang di langit melintas ratusan mil,
Hebat nian perjalanannya,
Jauh, hening, syahdu, dan tinggi sekali
Selamat datang kehidupan baru,
yang setiap pagi datang setelah kematian,
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami dari kematian, dan hanya kepadaNya-lah kami akan kembali”




mun hati gundah gulana sering gung. tapi, mun pas terbangun ada kehidupan baru, jigana teu pernah gung. kumaha carana tah?
wah, kalo Rachma lagi gundah gulana, enaknya berdo’a dilanjut tidur. Bangun tidur biasanya lebih fresh
.
seperti yang dikatakan dalam sebuah ayat ‘ Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat’ (QS. 78:9)
Kalau do’a… emang bisa bikin tenang sih, soalnya ada penyerahan/keyakinan mengemballikan ‘masalah’ pada Sang Pemberi yang jelas Maha Tau akan masalah itu beserta solusinya, pleus dapet jaminan bahwa Dia sayang hamaba-Nya.
Ya seperti bunyi sebuah hadist yang kira-kira artinya ‘do’a itu sumsum ibadah’ [CMIIW]
@ fiksi: kalo kata orang bijak, tidur itu kan sebenernya kita mati. Berarti saat mau tidur memang disiapkan untuk menjemputnya, misal dengan doa, wudhu, dan cara tidur yang diajarin ama Rasul SAW. Jadi waktu bangun terasa Allah Memberi kehidupan baru, memberi hidup setelah ‘mati’. Kitu Fiks…
@ Rachma: setuju! banyak penelitian soal tidur membuktikannya…kalo yang sumsum ibadah belum nemu referensinya.