28
Jan
09

HAMAS, Palestina, dan Salahuddin Al-Ayyubi

Agresi militer Israel ke Gaza yang masih segar dalam ingatan kita semoga tidak berlalu begitu saja seiring berkurangnya liputan media. Selain nampak media mana saja yang peduli (saya nggak bilang TV One lho…) dan tidak peduli (saya juga nggak bilang Metro TV lho ya…) terhadap krisis ini, beberapa pertanyaan penting setidaknya terlintas dalam pikiran kita. Menyegarkan memori kita tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana. Bagaimana sejarahnya. Siapa saja yang terlibat. Dan bagaimana perkembangannya dalam tahun-tahun ke depan.

Saya yakin banyak dari kita aktif mencari jawaban-jawaban pertanyaan itu selain ikut menyumbang, berdoa, dan memutar berulang-ulang lagu “We Will Not Go Down” setelah mengunduhnya dari situs Michael Heart. Banyak juga yang mencari chord-nya atau menjadikannya nada dering ponsel. Semua untuk menunjukkan dukungan atas perjuangan rakyat Palestina atas aksi biadab Israel. Mengenai sejarah Palestina yang panjang dapat dibaca di berbagai literatur, situs, atau buku-buku yang sudah sangat banyak mengulasnya. Mengenai alasan politis Israel menjelang Pemilu pun ada di Pikiran Rakyat dan Majalah Gatra. Mengenai jumlah korban sebenarnya dari Israel yang ternyata mencapai ratusan orang pun ada di Eramuslim. Mengenai nasib diplomasi dengan perantara Amerika pasca dilantiknya Obama pun ada dimana-mana (emang ngaruh ya?). Tulisan sekaligus resensi berikut lebih pada melihat sosok HAMAS sebagai motor perjuangan rakyat Palestina dan pemenang Pemilu 2006 lalu.

Berikut saya kutip beberapa isi buku “HAMAS Kenapa Dibenci Amerika” yang ditulis oleh Tiar Anwar Bachtiar dan diterbitkan oleh Penerbit Hikmah.

dsc004131Banyak analis memperkirakan bahwa sikap keras HAMAS ini sesungguhnya bukan karakter asli HAMAS, mengingat latar belakang HAMAS yang sebelum tahun 1987 (Intifadhah I) merupakan organisasi sosial dan keagamaan. Sikap keras HAMAS justru dipicu oleh kekerasan yang dilakukan Israel dan dukungan Amerika atas segala bentuk kekerasan itu. Menurut pengamat politik Arab, Huda Huseini seperti dikutip Mustafa Abd Rahman: “HAMAS mulai melakukan aksi kekerasan dengan cara bunuh diri sejak pembantaian oleh ekstrimis Yahudi, Baruch Goldstein, di Hebron tahun 1994 yang menewaskan sekitar 40 warga Palestina. Maka, kata Huda, HAMAS secara ideologi pada dasarnya bukan organisasi radikal. Lingkungan politik keras yang diciptakan Israel memaksa HAMAS melakukan aksi kekerasan.”

“Wahai Muadz, sesungguhnya Allah akan menaklukkan Syam untuk kalian pada abad sesudahnya sejak dari Arisy sampai ke Furat. Para penduduknya, laki-laki, wanita atau para budak, “bersiap-siaga” sampai Hari Kiamat. Siapa saja di antara kamu memilih (bertempat tinggal) di salah satu pantai Syam atau Baitulmaqdis, berarti dalam keadaan jihad terus-menerus sampai Hari Kiamat”

Cita-Cita dan Tujuan HAMAS

  1. Tujuan Umum: Mendirikan Negara Islam di Palestina
  2. Tujuan Strategis: Memerdekakan Seluruh Tanah Palestina
  3. Tujuan Antara
    • Membebaskan Tepi Barat dan Jalur Gaza
    • Mengislamkan masyarakat
    • Memperkuat legitimasi Sayap Militer
    • Melanjutkan gerakan Intifadhah
    • Menjaga Kesatuan Nasional
    • Membebaskan para tawanan dan menghentikan serangan Israel terhadap rakyat sipil Palestina
    • Menggali dukungan negara-negara Arab dan Islam
  4. Tujuan Segera
    • Netralisasi Kekuatan Militer Israel
      (Inilah salah satu penjelasan aksi Intifadhah dalam bentuk pelemparan batu yang  tampak tak seimbang melawan senjata Israel. Aksi ini bertujuan untuk menetralisasi kekuatan militer Israel agar tidak terlampau merasuk ke dalam jantung-jantung pertahanan rakyat Palestina)
    • Memantapkan legitimasi politik

Buku kecil ini memberikan kita pemahaman yang objektif (ya iyalah, situ dukung HAMAS) tentang sejarah, cita-cita, tujuan, tokoh-tokoh penting, bentuk organisasi, sampai ke strategi perjuangan HAMAS dalam konteks sejarah Palestina. Yang lebih keren lagi ditambah Lampiran Piagam HAMAS yang menjabarkan landasan, cita-cita, koridor perjuangan, serta sikap HAMAS. Sayang sekali untuk dilewatkan, apalagi mumpung memori dan semangat kita masih belum padam pasca kekalahan agresi Israel kemarin.

Menutup tulisan ini, saya segarkan kembali ingatan kita akan pahlawan pembebas Palestina pada 2 Oktober 1187, Salahuddin Al-Ayubi (“Saladin” kata orang Barat). Satu video berupa film animasi yang dibuat Malaysia (kapan ni film sampai Indonesia?). Satu video lagi menampilkan nasyid Sami Yusuf yang berlatar belakang cuplikan dari film “Kingdom of Heaven” yang luar biasa (sudah nonton, kan?). Film yang disudtradarai Ridley Scott dan dibintangi Orlando Bloom (pemeran Legolas dalam Lord Of The Ring) ini dinilai sebagai film produksi Holywood yang objektif menggambarkan peristiwa pembebasan Palestina saat itu. Heroik. Tidak ada pembantaian. Elegan sekali.

Selamat menonton.


5 Responses to “HAMAS, Palestina, dan Salahuddin Al-Ayyubi”


  1. 1 anitafrahmat
    January 28, 2009 at 10:08 pm

    ‘..(saya nggak bilang TV One lho…) dan tidak peduli (saya juga nggak bilang Metro TV lho ya…) ..’
    jadi siapa yang bilang, Gung?
    sejenak, pernyataan di () ini jg pernah menggelitik benak saya, sampai terpikirkan, siapa y pemilik 2 stasiun tv tsb,, semoga bukan sebuah konspiratif semata..

  2. January 29, 2009 at 4:59 pm

    insightful information Gung..^^

    itu hadistnya Riwayat siapa yah?
    memang sampai hari kiamat bakal terus seperti itu ya, jadi ladang jihad buat saudara2 kita dsana,,
    setiap tempat punya ladang jihadnya masing2,,semoga kita termasuk yg mendukung Palestin..amiin

  3. January 30, 2009 at 1:04 pm

    @anitafrahmat: he2 kalimat itu maksud sebenarnya saya pengen bilang kalau yang peduli TV One dan yang sebaliknya Metro TV. Cuma biar gak terlalu kentara saya bilang seolah-olah bukan saya yang bilang. Gitu Nit. Jadi ini opini subjektif. Konspirasi terus pikiran kita ini ya? Gak ada yang peduli kita bilang konspirasi. Ada yang peduli kita bilang konspirasi juga…Apa kita sudah terbiasa menjadi korban konspirasi kali ya? :P

    @Nanda: di bukunya gak dicantumkan riwayat siapa. Ya betul, dan parameter kekuatan umat bisa terlihat dari kemampuannya memerdekakan tanah Palestina ini. Someday insyaAllah.

  4. 4 diar
    January 27, 2010 at 2:12 am

    israel tuh gak ada apa2nya … kalau mereka perang murni SAMA palestina !!!!
    zaman sekarang tuh pengecut … dikit2 pke senjata api …
    alah coba pke pedang lagi kaya zaman saladin …. abislah itu yang namanya israel si putra setan … yahudi …
    di ibaratkan raja nya israel tuh si guy de lusignan !!
    c bodoh .. tukang bantai orang … nah saya saladin nya hehehehe matilah kau ku pancung

  5. July 2, 2010 at 2:36 pm

    wallahi….lemahnya israel bagaikan rumah laba-laba, yg dengan mudah kita menghancurkannya. save palestina..!! wallahi billahi kejam \nya israel…..sumpah kalau kita diam atas semua ini, maka tak ada bedanya kita ama hewan yg paling hina diantara hewan yang lainnya, dan bahkan lebih hina…g masuk akal tindakan israel terhadap palestina.
    kami juga nulis artikel tentang palestina. judulnya “aku anak palestina” dan “The Boy in the Striped Pyjamas” liat aja di sini lngng klik aja
    http://masamudamasakritis.wordpress.com/
    jgn lupa tinggalkan komentar juga ya…!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 101,135 klik

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.