Sebelum kita melihat apa dan bagaimana memainkan biola, terlebih dahulu kita lihat beberapa gosip dan fakta seputar bermain biola. Sebut saja kita bagi ke dalam dua kategori besar: yang membuat orang ingin bermain biola kita sebut ‘Yay’ (alias “yes!”) dan yang membuat orang tak tertarik kita sebut ‘Nay’ (alias “no!”). Kita mulai dari ‘Yay’.
-
‘Yay’ :
-
Bunyinya itu lho, melankolis-dramatis!
-
Bentuknya artistik abis!
-
Orkestra! Orkestra! Pokoknya saya harus bisa main di orkestra! Sangat berkelas!
-
Tengoklah cara orang menyandarkan biola di atas bahunya dengan kepala setengah menoleh. Amboi, anggun sekali…
-
Pengen kaya Vanessa Mae, Maylaffayza, Idris Sardi, The Corrs, Yehudi Menuhin, …
-
Einstein itu main biola lho! Aha, aku tahu…ini pasti membantu bakat jenius untuk muncul!
-
Dikasih biola sama mama. Dapet warisan biola tua dari eyang. Daripada nganggur, cobain ah…
-
Pengen bisa mainin lagu klasik pakai biola…Klasik is the best lah pokoknya!
-
Pengen ngamen pakai biola, soalnya orang ngasihnya lebih banyak daripada pakai gitar. Orang kan mikirnya biola lebih sulit, lebih berkelas. Jadi aja mau ngasih lebih…
-
Keroncong, musik yang katanya asli Indonesia itu…gak afdhal kalau gak ada biola. Gue cinta musik Indonesia…(teu nyambung pren…)
-
Justru karena biola itu sulit, saya berani coba. Ini tantangan buat saya. Mampu memainkan yang sulit dimainkan orang lain. Always one step ahead. Salam hebat!
-
Musik itu ekspresi jiwa, melembutkan sekaligus membuatnya lebih peka. Suara biola itu cepat sekali tembus ke hati. Memainkannya seperti merontokkan ‘kerak-kerak’ yang ada di sana…
-
-
‘Nay’ :
-
Lihat fingerboard biola, tak ada batas nada seperti fret pada gitar! Bagaimana mungkin kami membedakan mana Do, mana Re?
-
Sudah digesek pakai bow kok nggak ada bunyinya? Cuma ada bunyi kaya siulan. Cape deh…
-
Sulit sekali mengontrol bow agar tidak mencong sana-sini. Lebih sulit lagi untuk menghasilkan bunyi yang sempurna. Kayanya saya nggak bakat deh jadi violinis!
-
Sakit ih di ujung jari setelah agak lama menekan senar-senar biola. Kapok deh main biola!
-
Susah banget sih menyandarkan biola di atas bahu dan menjaga beratnya agar tidak bertumpu pada tangan. Bahu jadi pegel dan gerakan tangan tidak lincah memainkan nada-nada. Gue bilang juga apa, mending main gitar!
-
Idih, mainannya lagu-lagu klasik! Nyerah deh, pusing baca not baloknya!
-
Denger-denger cuma bisa melodi doang ya? Gak ada chord-nya? Gak rame deh, gak bisa dimainin sambil nyanyi!
-
Suara ngak-ngek-ngok-nya berisik tauk!
-
Kayanya saya sudah terlalu tua untuk main biola. Lupakan saja.
-

Coba lihat, kelompok ‘Nay’ didominasi (atau semuanya?) hal-hal teknis, sedangkan kelompok ‘Yay’ hampir semuanya non teknis. Kelompok ‘Yay’ memikirkan hal-hal ‘besar’ untuk mengatasi kesulitan yang dibayangkan dan memang terjadi pada permainan biola. Seringkali justru kelompok ‘Yay’ tak menemui kesulitan yang berarti seperti bayangan ‘Nay’. ‘Yay’ merasa kesulitan-kesulitan itu menyenangkan, dan cukup sebanding dengan hasil yang diharapkan.
Bagaimana, pilih ‘Yay’ atau ‘Nay’?
(bersambung)






Jadi ini sedang mau belajar biola,atau mengajak orang supaya belajar biola?:p
@ Trian: lebih tepatnya yang kedua, mas. lagi provokasi ceritanya :p
yang jelas, belajar biola bikin rumah semarak
Mas agung, ada komunitas biola juga di SD Balong Gede Bandung loh..:)
halo mas agung, tulisannya bagus banget, boleh gak kalau di post di facebooknya fun-tastic string ensemble??makasih banyak
Tapi kalau mau belajar biola rasanya butuh guru ya
ada yang tau tempat belajar biola yang murah ga?
haha….
hubungi aku ja.
aku lulusan yamaha.
suzuki 4.
oce2….
@ mbak Anna: iya, udah ke sana mbak, trims

@ fun-tastic string ensemble: boleh, silakan kalo emang bermanfaat, mangga di-share
@ mayoritas emang butuh guru Tom. Lagi nyari guru dimana? Jakarta?
Ikut komen gung,
(belum sampe habis).
waktu masih kuliah pernah terpesona sangat dengan melody Canon in D, & akatsuki no kuruma (soundtrack Gundam Seed ch.40).
Waktu itu ISO ITB lagi baru-barunya, maka Dengan modal biola nganggurnya willy meridian mulai latihan dari 0 hari demi hari. Ngga nyangka lo dalam waktu 2 bulanan bisa mainin canon dr awal sampe reff
Dan sampe ikut manggung bbrp kali bareng anak-anak.
Karena bbg kesibukan cm bertahan 6 bulan-an.
Namun gini gung belakangan entah bagaimana perasaanku sering ga enak klo berlama-lama main biola atau dengarin musik.
Kesimpulan sejauh ini yg bs ditarik adalah bila kebanyakan melakukan pekerjaan yg mubah maka tidak bagus juga efeknya dengan ruh (seakan2 ada penolakan dari dalam hati). (cmiiw)
so aspek itu mesti dperhatikan jg
@ willy: eh ini Willy Mesin02 kah? wes mantap 2 bulan euy…Iya sepakat Wil, kebanyakan musik emang ga bagus, jadi wajarnya emang ada durasi maksimal selain diimbangi dengan ibadah2 rutin semacam tilawah Qur’an yang harus lebih lama daripada durasi main musik itu sendiri. Ya, yang prioritas harus dikerjain dulu lah ya.
wah… mantep..mantep…
saya lagi nyari yg mau jual biola second..
salam kenal ^_^
bukan gung.. ini willy efte
@ indahonly: sudah nemu yang jual second? ok, salam kenal juga
@ willy: ok Wil, kirain Willi emes
bisa jadi inspirasi buat buku Violin for kids
minta saran ttg duet piano & violin mas…
@ yuliarendra: boleh lah kita sharing2 soal ini mas, kita japri saja ya.
Terus kamu tau caranya main biola?
@ Ana Kisaragi: Ya tahu, makanya dibahas
kalau mau belajar biola jauh dari guru coba saja beli dvd violin di gramedia, saya belajar dari basic main piano dan bisa baca not balok baru belajar biola selama 2 bulan setiap hari minimal 20 menit sekarang sudah bisa memainkan puluhan lagu dengan sedikit vibrato dan petikan, kalau sudah menthok mau baru mau les, terus aku juga cari reference dari beberapa dvdnya andre rieu dan violist violist lain, aku juga cari serinya dvd &cd nya luluk p dkk, thank
@ ipung: ya setuju mbak, banyak resource buat belajar biola, tinggal kita rajin nyari2 aja n latihan. Trims komennya, salam kenal juga.
gw sekarng baru belajar biola gw bli violin 4/4… pertama tama susah sich coz gw belajar tanpa teacher… gw otodidak coba2 sambil belajar dari buku n dvd… blm byk sih lagu yang bisa gw maenin …. tapi gw twtwp berjuang biar bisa ahli maen biola….
buat temen 2 yg pandai maen biola… gw mau dong dibimbing biar jd tambah pinter… gw ario di tangerang visit my fb nice_aerio@yahoo.com thx
@ariyo: tetep semangat bro, emang butuh kesabaran n ketekunan lebih ni buat biola. Nah, kalo udah mulai mentok belajar otodidak, mungkin itu waktunya buat berguru. Selamat berlatih
salam kenal mas agung…
tulisannya bagus n lumayan ngasih pencerahan..
saya baru mau belajar biola, trus kata sodara saya yg belajar mending beli yang murah dulu..
tapi rasanya saya ga mampu ganti2 lagi, karena ini saya kerja sambilan buat nabung beli biola, he3
trus dibilang beli aja biola bekas tp agak mahal.. saya ga masalah, tapi penjual biola di jakarta rasanya susah dicari…
Mau tanya toko biola di jakarta yang direkomen sama mas Agung di mana?? Thx
@selvi: salam kenal juga, selvi, makasih. Awalnya saya mikir gitu juga, kalo pemula pakai biola yang murah saja, walaupun murah ini relatif ya. Tentunya kalau kita punya guru, dia lebih tahu mana biola untuk pemula yang cocok buat kantong kita.
Jangan beli yang asal, karena kalau pemula dapat biola yang jelek, dia nggak yakin dengan suara yang dihasilkan. Kalau suaranya jelek, yang salah biola apa cara mainnya? Kan bingung, karena bisa jadi salah biolanya, bisa jadi salah orangnya. Mending beli yang menengah aja kalau gak mau diganti dalam waktu lama, dan pada saat bersamaan juga baru mulai belajar biola.
Biola buatan China kan ada yang mulai dari harga 800ribu-an – 1juta. Rasanya harga segini cukup untuk pemula. Harga >= 1 juta bisa lumayan awet untuk level pemula dengan kualitas menengah. Harga di atas ini kemungkinan besar memang kualitasnya lebih baik, apalagi yang buatan Eropa (kata orang, saya belum pernah coba). Kan enak kalau biola sudah bagus, jadi kalau suaranya jelek pasti tahu yang salah itu teknik bermainnya.
Saya di Bandung, jadi gak tahu kalau toko yang di Jakarta. Kalau mau tanya2 bisa gabung milis komunitasgemarbiola@yahoogroups.com. Tiap hari Minggu pagi ada yang latihan di Taman Suropati, Menteng, Jakarta. Siapa tahu mau dateng, liat2, n kenalan dengan yang udah lama main. Siapa tahu dapet rekomendasi beli biola yang pas. Selamat belajar
wah2…saya sangat ingin belajar biola,,,
meski saya anak eksak, tapi saya cinta musik,,
permasalahannya adalah, dimanakah saya bisa belajar biola yang efektif&efisien,,gak mahal pula?
ada rekomendasi? thank’s
@selfi: lho, emang jadi anak eksak trus gak bisa/suka musik? Justru anak eksak cenderung lebih mudah belajar musik, karena sisi kecerdasan di otak antara kecerdasan logika dan musikal biasanya dekat hubungannya. Lagian dibutuhkan kecerdasan logika n matematis untuk bermain musik seperti membaca not, menghitung ketukan, dan merasakan harmoninya.
Banyak, di kota2 besar dah banyak kok, lokasi di mana? Di les2 musik juga banyak.