
“Rabb kalian berfirman: ‘Wahai anak Adam, beribadahlah engkau kepadaKu dengan sungguh-sungguh, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. Wahai anak Adam, janganlah engkau menjauh dariKu: jika Engkau menjauh dariKu, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan‘ “ (H.R. Thabarani dan Hakim)
Kok rasanya ‘kena’ sekali ya, hadits ini? Astaghfirullah…
* Mohon pamit sebentar… silakan tinggalkan komentar-komentar yang dirasa perlu, insyaAllah baru bisa direspon seminggu kemudian. Trims
** Gambar dari FreeDigitalPhotos.net





Tulisan penutupnya ampuh Gung, terbukti ini komen yang pertama setelah sekian lama.
Isi hadistnya menyiratkan bahwa qanaah (hati yang menerima) adalah kekayaan yang sebenarnya dan rizki adalah apa yang ada di tangan. sangat menyenangkan ketika kita melakukan sesuatu tidak sekedar mengisi waktu (menyibukan diri) tetapi menjadikan ia rizki amalan yang menjadi bekal kita kesana. bukan begitu?
@ anitafrahmat: iya betul, ada komen juga akhirnya, pertamax lah Nit
. Iya, ini masalah niat dan visi amal kita sepertinya…