<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Homeworks</title>
	<atom:link href="http://aprasetyo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aprasetyo.wordpress.com</link>
	<description>Agung&#039;s Web Log</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 16:14:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aprasetyo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/bef07e05f7faa00a6aebdba3be37af47?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Homeworks</title>
		<link>http://aprasetyo.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mengubah Kebiasaan Berkendara Kita</title>
		<link>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/11/08/mengubah-kebiasaan-berkendara-kita/</link>
		<comments>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/11/08/mengubah-kebiasaan-berkendara-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 15:56:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[driving]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[dsfl]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprasetyo.wordpress.com/?p=649</guid>
		<description><![CDATA[Mengendarai mobil di jalan umum, yang secara sederhana diizinkan bagi mereka yang sudah mempunyai SIM, ternyata tidak sesederhana dapat dikuasai mereka yang telah lulus kursus mengemudi. Dibutuhkan lebih dari sekedar kemampuan mengendalikan arah mobil, mengatur kecepatannya, serta membaca rambu lalu lintas. Hal ini dapat dipahami karena masalah yang mungkin muncul saat mobil sudah melaju di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=649&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengendarai mobil di jalan umum, yang secara sederhana diizinkan bagi mereka yang sudah mempunyai SIM, ternyata tidak sesederhana dapat dikuasai mereka yang telah lulus kursus mengemudi. Dibutuhkan lebih dari sekedar kemampuan mengendalikan arah mobil, mengatur kecepatannya, serta membaca rambu lalu lintas. Hal ini dapat dipahami karena masalah yang mungkin muncul saat mobil sudah melaju di jalan umum begitu bervariasi. Sebut saja mulai dari kemacetan lalu lintas, ban bocor, hingga ditabrak atau menabrak kendaraan lain. Hingga saat ini kesiapan kita dalam mengatasi berbagai masalah tersebut sepertinya belum menjadi bagian dari syarat pengambilan SIM. Kita rasanya mau cepat saja mendapat izin mengendarai mobil, tanpa terlebih dahulu menyiapkan diri memahami hal-hal yang, bisa jadi, suatu hari akan menyelamatkan nyawa kita dan orang lain. Misalnya, Anda tidak ingin kejadian dalam video berikut menimpa Anda, bukan?</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://aprasetyo.wordpress.com/2009/11/08/mengubah-kebiasaan-berkendara-kita/"><img src="http://img.youtube.com/vi/_BeONy0_G_k/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Pada <a title="Pesta Blogger 2009" href="http://pestablogger.com/">Pesta Blogger 2009</a> yang lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti sesi <a title="DSFL" href="http://pestablogger.com/?p=1329">Driving Skills For Life (DSFL)</a> yang diselenggarakan oleh <a href="http://www.ford.co.id/">Ford Motor Indonesia (FMI)</a> yang bekerja sama dengan beberapa pihak, termasuk <a href="http://www.iddc.co.id/">Indonesia Defensive Driving Centre</a> (IDDC). Program ini merupakan bentuk Corporate Society Responsibility (CSR) dari FMI untuk pengemudi kendaraan bermotor di Indonesia, khususnya mobil. Tujuan DSFL sendiri yaitu:</p>
<ol>
<li>Pengemudi yang aman dan selamat</li>
<li>Pengemudi yang bijak</li>
<li>Meningkatkan jarak tempuh kendaraan Anda</li>
<li>Menghemat pengeluaran</li>
<li>Mengurangi polusi</li>
</ol>
<p>Untuk mencapai tujuan tersebut, DSFL menyusun 10 tips yang diharapkan dapat mengubah kebiasaan berkendara kita. Tips ini dapat dilihat di<a href="http://www.dsflindonesia.com"> sini</a>, akan tetapi saya mencoba menceritakan kembali sesuai pengalaman pribadi dan pelatihan yang saya dapat di sesi di Pesta Blogger 2009 yang lalu.</p>
<ol>
<li><strong>Mengenakan sabuk pengaman karena aturan, bukan kesadaran</strong><br />
<a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-660" title="Tips1" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips1.jpg?w=173&#038;h=167" alt="Tips1" width="173" height="167" /></a>Sejak dihimbaunya penggunaan sabuk pengaman, pengemudi mobil segera mematuhinya dengan berbagai alasan. Sebagian besar mungkin takut dengan denda yang berjumlah ratusan ribu tersebut. Sebagian yang lain mungkin sadar akan risiko cedera yang mungkin terjadi tanpa menggunakan sabuk pengaman.<br />
Fungsi sabuk pengaman sendiri adalah melindungi penggunanya dari cedera yang lebih parah dalam suatu kecelakaan. Nah, seringkali kita berpikir bahwa kecelakaan tidak akan menimpa kita bila kita berkendara bukan dengan kecepatan tinggi dan tidak sedang mengadakan perjalanan keluar kota. Padahal yang namanya kecelakaan dapat terjadi kapan saja dimana saja. Jika bukan kita yang menabrak, peluangnya dapat terjadi dari kendaraan lain yang menabrak kita. Jika sudah terjadi kecelakaan dan pengemudi mengalami cedera yang lebih parah tanpa menggunakan sabuk pengaman, maka alasan tadi jadi omong kosong, bukan?<br />
Oya, sabuk pengaman bukan hanya untuk pengemudi, melainkan untuk penumpang juga karena semua orang di dalam kendaraan dapat mengalami cedera. Dalam sebuah video simulasi kecelakaan berkecepatan 50 km/jam (tidak kencang), penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman laksana bola yang terpantul-pantul: menghantam dasboard, terlempar keluar dari kaca depan atau samping, dan melukai penumpang lain yang menggunakan sabuk pengaman (<em>bayangkan saja sebuah bola yang terpantul-pantul dalam sebuah ruang, ia akan bergerak tidak teratur dan membentur ke segala arah</em>).<br />
Gunakan sabuk pengaman yang standar, seperti model <em>reclining seatbelt</em>, yang secara otomatis menyesuaikan dengan ukuran tubuh kita. Ia akan mengunci tubuh kita bila menerima tarikan yang besar dan cepat akibat hentakan saat kecelakaan. Jangan gunakan <em>seatbelt </em>yang harus disesuaikan dulu ukurannya, karena tidak berfungsi menahan tubuh kita sebagaimana mestinya. Apalagi yang hanya diselempangkan di depan tubuh sekedar untuk menunjukkan kepada polisi bahwa kita terlihat sudah menggunakan sabuk pengaman.</li>
<li><strong>Tidak mengoptimalkan fungsi spion</strong><br />
<a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-661" title="Tips2" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips2.jpg?w=159&#038;h=171" alt="Tips2" width="159" height="171" /></a>Spion kanan, kiri, dan tengah dapat membantu kita mengamati posisi kendaraan lain di belakang, sekaligus menghitung jarak kita dengan kendaraan di sekitar kita. Pengamatan ini penting saat kita harus mengambil keputusan untuk berpindah jalur, berbelok, dan saat melakukan pengereman (berhenti). Seringkali kecelakaan terjadi saat pengemudi tidak sering meng-<em>update</em> posisi kendaraan di belakang (<em>ah, ternyata bukan hanya status FB yang harus sering di-update</em>). Saat akan berbelok/berpindah jalur ternyata ada kendaraan dari arah belakang yang sedang melaju kencang. Saat akan berhenti ternyata jarak kendaraan belakang dengan kita terlalu dekat.<br />
Akan tetapi spion belumlah cukup karena spion memiliki area penglihatan yang terbatas, sehingga ada area di sekitar kendaraan yang disebut <em>blind spot</em>. <em>Blind spot </em>kendaraan dapat diminimalisir dengan menoleh 90 derajat ke kiri, kanan (<em>shoulder/head check</em>), atau belakang (untuk mundur) untuk meng-<em>update</em> posisi kendaraan.<br />
Bagi kendaraan besar seperti bis atau truk semen, <em>blind spot</em> yang dimilikinya lebih besar lagi karena ditambah area di bawah penglihatan pengemudi yang tidak dapat dilihatnya (<em>ingat, posisi pengemudi kendaraan besar lebih tinggi dari kendaraan biasa</em>). Dalam sebuah video CCTV nampak seorang penyeberang jalan yang tergilas truk semen karena ia menyeberang dekat sekali dengan hidung truk semen tersebut, sehingga pengemudi tidak dapat melihat penyeberang tersebut. Maka jika kita sedang berada atau mengemudi dekat dengan kendaraan besar, segeralah mengubah posisi tersebut karena bisa jadi kita sedang berada di area <em>blind spot. </em><br />
Seberapa sering kita meng-<em>update </em>posisi kendaraan kita lewat spion atau <em>shoulder check</em>? Kira-kira setiap 8 detik. (<em>Wah, kalau begitu mengemudi itu butuh konsentrasi tinggi, dong? Nah, baru sadar, kan? Tapi ini baru sampai poin kedua, masih ada delapan lagi hehehe).</em><em> </em></li>
<li><strong>Yang waras, <em>ngalah</em>!<br />
</strong><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-662" title="Tips3" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips3.jpg?w=160&#038;h=164" alt="Tips3" width="160" height="164" /></a>Entah<strong> </strong>jika istilah ini terinspirasi dari lakon Srimulat, tapi demikian prinsip sederhana yang disampaikan Pak Dodi saat presentasi DSFL di Pesta Blogger yang lalu. Bagi sebagian besar kita, jalanan itu gila, apalagi di kota-kota besar. Orang jadi beringas ingin menang sendiri tanpa memerhatikan keselamatan orang lain. Dalam kondisi tersebut, seringkali kita pun ikut-ikutan berperilaku gila. Sesama orang gila saling memperebutkan jalan? Maka bertengkar dan kecelakaan lah yang menanti. Nah, agar terhindar dari pemborosan energi, waktu, dan emosi ini, maka gunakanlah prinsip sederhana: &#8220;Yang waras, ngalah!&#8221;<strong><br />
</strong>Dalam DSFL, prinsip ini disebut Defensive Driving. Pada intinya, pengemudi yang Defensive (<em>yang waras, tentu saja</em>)<strong> </strong>selalu berpikir jauh ke depan dan selalu waspada terhadap segala kemungkinan risiko yang terjadi.<strong> </strong>Ia mampu mengemudikan kendaraannya dengan tenang dan mampu mengantisipasi situasi lalu lintas di depannya.<strong><br />
</strong>Beberapa perilaku yang dilakukannya antara lain:</p>
<ul>
<li>Tenang dan menghindari provokasi (<em>tepat sekali pemilihan kata ini hehehe</em>) pengguna jalan lain</li>
<li>Sopan dalam mengemudi dan dapat mengontrol emosi</li>
<li>Dapat mempertahankan suasana hati yang positif<br />
Misalnya jika ada orang yang tiba-tiba meyerobot jalur kita dengan <em>sembrono</em>, pikirkan saja bisa jadi ia terburu-buru karena istrinya akan melahirkan, orang tuanya sakit, terlambat masuk kantor (<em>yang ini sering, nampaknya</em>), atau sedang <em>kebelet</em> ke kamar kecil. Dengan demikian kita akan memakluminya, dan segera melupakannya, tidak terpancing untuk balas menyerobot.</li>
<li>Bersikap adil terhadap pengguna jalan yang lain dan memberi hak yang sama<br />
Misalnya jika berjumpa dengan <em>zebracross</em>, berilah kesempatan kepada penyeberang yang sudah menunggu untuk dapat menyeberang jalan. Atau memberi kesempatan pada kendaraan lain yang akan akan berbelok memotong jalur di depan kita.</li>
<li>Waspada terhadap kemungkinan kesalahan yang disebabkan pengguna jalan yang lain<br />
Kita waspada, tapi orang lain tidak waspada, kecelakaan tetap dapat terjadi. Intinya bukan siapa yang bersalah, tapi hindari kecelakaan semaksimal mungkin. Kalau sudah terjadi kecelakaan, pasti ada kerugian, minimal kerugian waktu dan emosi. Tak ada yang diuntungkan, dan tidak penting siapa yang bersalah dibandingkan kerugian yang harus ditanggung.</li>
<li>Takut menyebabkan celaka orang lain / kerusakan barang</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Mengemudi dengan gangguan</strong><br />
<a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-663" title="Tips4" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips4.jpg?w=158&#038;h=172" alt="Tips4" width="158" height="172" /></a>Saya teringat sebuah berita terjadinya beberapa kecelakaan di sekitar sebuah papan reklame iklan sabun. Beberapa pengemudi yang nahas itu, tentunya laki-laki, sesaat terpesona dengan pesona sang model iklan sabun. Beberapa detik mereka kehilangan konsentrasi mengemudi sehingga menyebabkan kecelakaan. Hanya beberapa detik tanpa konsentrasi yang dibutuhkan untuk sebuah kecelakaan. Entah yang salah si model iklan sabun, pemasang reklame, atau pengemudi. Kemudian, kalau tidak salah,  reklame tersebut dipindah atau diganti dengan yang lebih &#8216;tidak menggoda&#8217; untuk mengurangi kecelakaan. Contoh reklame ini termasuk gangguan ekstrenal terhadap pengemudi.<br />
Gangguan berikutnya tentu sudah cukup akrab. Berikut beberapa pekerjaan sambilan saat mengemudi:</p>
<ul>
<li>Membaca/menulis SMS</li>
<li>Bertelepon<br />
Penggunaan <em>handsfree </em>tetap saja mengurangi konsentrasi mengemudi, jadi bukan solusi bertelepon saat mengemudi. Menepilah jika menerima telepon yang dianggap cukup penting. Kita sebagai orang yang menghubungi pun hendaknya mempunyai kesadaran. Tanyakan terlebih dahulu pada penerima telepon aktivitas yang sedang ia lakukan. Jika ia sedang mengemudi, segera putuskan hubungan, dan katakan kita akan menghubunginya kembali.</li>
<li>Makan/minum</li>
<li>Berbincang topik berat dengan penumpang</li>
<li>Merokok</li>
<li>Melihat TV atau mengganti kaset/CD Audio</li>
</ul>
<p>Statistik menunjukkan gangguan-gangguan internal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan akibat kehilangan konsentrasi. Aktivitas-aktivitas tersebut nampak ringan, tapi memang hanya dibutuhkan beberapa detik untuk sebuah kecelakaan. Mengemudi membutuhkan konsentrasi tinggi, oleh karena itu hilangkan gangguan apapun semaksimal mungkin.</li>
<li><strong>Tidak menjaga jarak aman dan terlalu mengandalkan rem</strong><br />
<a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips5.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-664" title="Tips5" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips5.jpg?w=160&#038;h=167" alt="Tips5" width="160" height="167" /></a>Seringkali kita terlalu percaya diri mengikuti kendaraan di depan kita dengan jarak yang minimal. Kita terlalu percaya diri dengan kecepatan kita merespon kendaraan depan yang berhenti mendadak. Kita terlalu percaya diri dengan kemampuan rem kendaraan kita. Setelah terjadi kecelakaan akibat jarak yang terlalu dekat tersebut, kita bingung kemana hilangnya kepercayaan diri kita tadi.<br />
Prinsip sederhana mengenai ruang kosong antara kendaraan kita dengan kendaraan lain, baik di depan, belakang, kanan, dan kiri adalah semakin besar ruang yang tersedia, semakin banyak waktu untuk bereaksi dan menghindari kecelakaan.<br />
Berdasarkan penelitian, setidaknya dibutuhkan waktu 3 detik untuk bereaksi jika kendaraan di depan kita berhenti secara mendadak, yakni:</p>
<ul>
<li>1 detik waktu reaksi manusia,</li>
<li>1 detik waktu pengereman, dan</li>
<li>1 detik waktu cadangan (<em>safety factor</em>).</li>
</ul>
<p>Bagaimana menghitung 3 detik ini? Cara sederhana adalah dengan membuat patokan objek diam di pinggir jalan yang telah dilewati kendaraan di depan kita. Misalnya pohon atau tiang listrik. Begitu kendaraan di depan kita melewati objek tersebut, kita mulai menghitung: &#8220;Seribu dan satu&#8221;, &#8220;Seribu dan dua&#8221;, dan &#8220;Seribu dan tiga&#8221;. Kira-kira &#8220;Seribu dan satu&#8221; ini lebih dekat ke nilai satu detik ketimbang &#8220;Satu&#8221;, &#8220;Dua&#8221;, dan &#8220;Tiga&#8221;.<br />
Jika sampai &#8220;Seribu dan tiga&#8221; kendaraan kita pas melewati objek atau kurang, maka kita sudah berada di jarak yang relatif aman dengan kendaraan depan. Demikian sebaliknya, jika jarak kita kurang dari 3 detik, maka sebaiknya kita mengurangi kecepatan untuk memenuhi jarak aman ini. Tidak peduli berapa kecepatan kita, karena waktu 3 detik ini pun akan menghasilkan jarak yang berbeda seiring kecepatan kendaraan.<br />
Jika kondisi jalan licin atau cuaca sedang hujan, maka kita dapat menambahkan hingga 4 sampai 6 detik.<br />
Ingat, ruang aman di sekitar kendaraan kita merupakan waktu yang kita butuhkan untuk bereaksi jika keadaan darurat terjadi. Semakin besar ruang aman, semakin banyak waktu yang kita miliki.</li>
<li><strong>Mengoptimalkan kecepatan persneling<br />
</strong><em><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips6.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-665" title="Tips6" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips6.jpg?w=156&#038;h=173" alt="Tips6" width="156" height="173" /></a>Sudah tips ke-6, masih kuat? Hehehe. </em>Kapan saat/kecepatan yang tepat untuk memindahkan perseneling dari rendah ke tinggi? Dalam kaitannya dengan penghematan bahan bakar, sebaiknya kita memindahkan persneling saat putaran mesin berada di antara 1500-2500 rpm (putaran per menit). Hal ini disebabkan mesin dengan bahan bakar bensin rata-rata bekerja optimal di putaran tersebut. Jika putaran terlalu tinggi, hal ini menyebabkan bahan bakar cepat terbuang, sedangkan jika terlalu rendah dapat menyebabkan mesin kehilangan torsi sehingga butuh injakan pedal gas yang lebih dalam, yang berarti lebih banyak pula bahan bakar yang digunakan. Oleh karena itu, kita berusaha untuk melaju sekonstan mungkin dan menghindari akselerasi mendadak atau pengereman yang berlebihan.<br />
<strong><br />
</strong></li>
<li><strong>Memanfaatkan momentum gerak kendaraan<br />
</strong><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips7.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-666" title="Tips7" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips7.jpg?w=231&#038;h=213" alt="Tips7" width="231" height="213" /></a>Saat mendekati lampu merah atau berbelok, seringkali kita tidak sabar dan tetap memacu kendaraan, lalu berhenti dengan cepat menggunakan rem. Kebiasaan ini ternyata berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dan cepat mengurangi ketahanan rem. Hal ini dapat kita ubah dengan memanfaatkan momentum gerakan kendaraan yang masih tersisa dari kecepatan sebelumnya.<br />
Biarkan kendaraan kita menggelinding tanpa injakan gas sehingga mendekati lampu merah / belokan, kecepatan yang sudah jauh berkurang tersebut dapat menghemat penggunaan rem. Buat apa memacu kendaraan yang tidak lama lagi harus berhenti??<br />
Selain itu, kita dapat menggunakan <em>engine break </em>ketimbang rem jika menghadapi jalan yang turun. <em>Engine break</em> secara prinsip adalah menurunkan persneling untuk menurunkan kecepatan. Teknik ini lebih aman daripana menggunakan rem untuk mengurangi laju kendaraan yang sedang dalam persneling tinggi.<br />
<strong><br />
</strong></li>
<li><strong>Tetap menyalakan mesin saat berhenti<br />
</strong><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips8.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-667" title="Tips8" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips8.jpg?w=228&#038;h=284" alt="Tips8" width="228" height="284" /></a>Mesin yang tetap menyala dari sekian banyak kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah jelas menambah tingkat polusi, selain memboroskan bahan bakar. Jika kendaraan kita berhenti lebih dari 20 detik, maka akan lebih ekonomis bila kita mematikan mesin. Kondisi ini sering kita rasakan di pemberhentian lampu merah, kemacetan lalu lintas, perlintasan kereta api, atau menurunkan orang / barang dari kendaraan. Mematikan mesin tidak akan merusak atau mengurangi umur dari motor starter.<br />
Sebagai ilustrasi, mesin hidup dan diam selama 3 menit sama artinya dengan mengemudi 1 kilometer dengan kecepatan konstan 50 km/jam. Mematikan mesin saat menunggu tentu dapat menghemat bahan bakar dan membuat kendaraan kita mampu menempuh jarak yang lebih jauh, selain mengurangi polusi.<br />
<strong><br />
</strong></li>
<li><strong>Jarang melakukan pengecekan kondisi mobil<br />
</strong><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips9.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-668" title="Tips9" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips9.jpg?w=247&#038;h=262" alt="Tips9" width="247" height="262" /></a>Ada berapa banyak pengemudi yang memahami cara kerja kendaraannya? Dari jumlah tersebut, berapa banyak yang mengetahui apa yang harus dilakukan bila sistem kendaraannya tidak berjalan sebagaimana mestinya? Saya rasa sebagian besar kita tidak termasuk yang pertama, apalagi yang kedua. Sebagian besar kita hanya bisa mengemudi, tapi tidak memahami bahwa kendaraan, layaknya mesin apapun, butuh perawatan dan pengecekan berkala. Kita terlalu percaya diri atau cuek dengan kondisi kendaraan. Hal ini dapat diperbaiki dengan beberapa pengecekan ringan setiap kali kita berkendara. Ya, <em>itung-itung</em> rasa terima kasih kita terhadap kendaraan yang sudah berjasa mengantar kita ke sana ke mari. Pengecekan yang kita lakukan dapat mendeteksi kerusakan sejak dini agar kerusakan yang parah tidak terjadi.</p>
<ul>
<li>Pengecekan Eksternal</p>
<ul>
<li><strong>P</strong>: Petrol = Bahan bakar</li>
<li><strong>O</strong>:Oil = Minyak mesin, transmisi, rem, <em>power steering</em><strong><br />
</strong></li>
<li><strong>W</strong>:Water = Air pembersih kaca, pendingin</li>
<li><strong>E</strong>:Electricals = Sistem kelistrikan</li>
<li><strong>R</strong>:Rubber = Karet selang, karet <em>wiper</em></li>
</ul>
</li>
<li>Pengecekan Internal<br />
Pengecekan ini dilakukan terhadap bagian dalam kendaraan, seperti kaca spion, alat kontrol, rem parkir, lampu-lampu, dan sebagainya.</li>
<li>Perawatan Ban<br />
Apa arti penting ban? Sadarilah bahwa ban adalah satu-satunya bagian kendaraan kita yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Kondisinya harus terus dijaga, agar jangan sampai terjadi kasus kecelakaan fatal yang sering kita dengar: pecah ban di jalan tol. Pecah ban ini terjadi sebagian besar karena tekanan ban lebih rendah daripada yang seharusnya (<em>under pressure</em>). Tekanan udara yang rendah pada ban akan menyebabkan ban sering &#8216;terlipat&#8217; di sisi sampingnya, yang menyebabkan ketahanan karetnya cepat habis karena sering mengalami tekanan dari bobot kendaraan yang sedang melaju. Sebagai informasi, bagian samping adalah bagian yang terlemah dari sebuah ban.<br />
Oleh karena itu, jagalah tekanan ban sesuai dengan standar tekanan yang tertera pada stiker di dekat pintu mobil pengemudi. Tekanan dapat ditambah 2-3 psi jika mengangkut beban berat atau akan melaju di jalan tol. Selain itu, mengingat harga ban yang tidak murah, sebaiknya kita rajin merawatnya.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Membawa beban berlebihan<br />
</strong><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips10.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-669" title="Tips10" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips10.jpg?w=258&#038;h=149" alt="Tips10" width="258" height="149" /></a>Kelebihan beban dapat memboroskan bahan bakar dan mengurangi usia <em>shock breaker</em>. Sebagai gambaran, setiap penambahan beban 20 Kg, konsumsi bahan bakar akan meningkat 1%<strong>. </strong>Selain itu, kelebihan beban dapat mengurangi kemampuan kendaraan untuk merespon pengereman mendadak.</li>
</ol>
<p>Demikian beberapa tips yang berguna untuk menyelamatkan nyawa kita dan nyawa kendaraan kita. Secara bertahap kita dapat menjadikan tips-tips tersebut sebagai kebiasaan baru kita dalam berkendara. Sesuai slogan DSFL:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><strong>Smart Driving, Protecting Lives, Saving Fuel</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">Menutup tulisan ini, sekaligus sebagai semacam <em>shock therapy</em> (seperti yang dilakukan pada pelatihan DSFL), coba saksikan video berikut. Dengan cara berkendara yang aman dan benar, semoga kejadian seperti ini tidak akan menimpa kita, baik kita sebagai pengemudi maupun penyeberang jalan. Selamat berkendara <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://aprasetyo.wordpress.com/2009/11/08/mengubah-kebiasaan-berkendara-kita/"><img src="http://img.youtube.com/vi/YMVY1XcZjQ8/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<h5 style="text-align:left;">Referensi:</h5>
<ul>
<li>Gambar diambil dari <a href="http://www.dsflindonesia.com/index.php?option=com_content&amp;view=category&amp;layout=blog&amp;id=61&amp;Itemid=100">sini.</a></li>
<li>Penjelasan tips sebagian diambil dari buku panduan DSFL.</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aprasetyo.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aprasetyo.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aprasetyo.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aprasetyo.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aprasetyo.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aprasetyo.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aprasetyo.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aprasetyo.wordpress.com/649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aprasetyo.wordpress.com/649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aprasetyo.wordpress.com/649/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=649&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/11/08/mengubah-kebiasaan-berkendara-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/549618ecbd106144652de0a09601a53a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aprasetyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/_BeONy0_G_k/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tips1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tips2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tips3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tips4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tips5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tips6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tips7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tips8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tips9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/11/tips10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tips10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/YMVY1XcZjQ8/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sketsa Masa Depan</title>
		<link>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/10/22/sketsa-masa-depan/</link>
		<comments>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/10/22/sketsa-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 04:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[rileks]]></category>
		<category><![CDATA[sketch]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprasetyo.wordpress.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Kita mafhum bahwa mayoritas usaha skala kecil atau menengah tidak membutuhkan gedung besar. Cukup dalam bentuk rumah tinggal, operasional kantor bisa berjalan. Apalagi untuk usaha di bidang IT (konsultan IT merangkap software house), infrastruktur yang dibutuhkan tidak menuntut berbagai hal untuk disiapkan. Ditambah koneksi internet, rumah tinggal dapat dijadikan kantor yang menaungi sekian karyawan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=634&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kita mafhum bahwa mayoritas usaha skala kecil atau menengah tidak membutuhkan gedung besar. Cukup dalam bentuk rumah tinggal, operasional kantor bisa berjalan. Apalagi untuk usaha di bidang IT (konsultan IT merangkap <em>software house</em>), infrastruktur yang dibutuhkan tidak menuntut berbagai hal untuk disiapkan. Ditambah koneksi internet, rumah tinggal dapat dijadikan kantor yang menaungi sekian karyawan yang berkutat dengan komputernya setiap hari kerja. Saking sederhananya infrastruktur yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk-produk IT sejenis perangkat lunak, seorang dosen pernah berkelakar bahwa untuk membuat perangkat lunak cukup bermodal komputer dan nasi saja. Maksudnya, nasi untuk makan si <em>programmer</em>. Mengapa? Hampir semua bahan baku pembuatan perangkat lunak berwujud &#8216;gaib&#8217; mulai dari <em>file</em> dalam satuan bit sampai <em>Gigabyte</em> hingga knowledge yang dimiliki oleh <em>programmer</em> yang berguna dalam penyusunan algoritma program sesuai fungsi perangkat lunak yang dikehendaki. Maka yang tidak gaib hanya komputer dan nasi yang dimakan si <em>programmer</em> tersebut. Selebihnya seperti dianggap <a title="Intangible Asset" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Intangible_asset"><em>intangible asset</em></a>, karena agak butuh waktu untuk menaksir nilainya dalam rupiah. Misalnya, berapa harga perangkat lunak untuk optimasi proses produksi yang terdiri dari sekian ribu baris kode? Atau berapa harga knowledge yang menjadi inti sebuah <em>core banking</em>? Tidak mudah. Saya juga heran kenapa jadi membahas ini, padahal tulisan ini intinya bukan tentang itu.</p>
<p>Alkisah suatu hari datang kabar bahwa kantor membuka cabang baru yang letaknya tidak jauh dari kantor utama. Wah, alhamdulillah, selamat! Ekspansi pertanda bisnis sedang bagus. Kapasitas produksi meningkat, klien bertambah, dan produk semakin berdiferensiasi serta teruji kualitasnya. Selang beberapa hari, saya baru sempat melihat rumah yang dijadikan kantor baru ini. Maklum, masih <em>soft launching</em>, jadi belum ada acara gunting pita atau makan dan doa bersama yang mengumpulkan semua <em>stakeholder</em>. Saat tiba di depan rumah kantor ini (<em>bisakah disebut ruko? apa ruko harus terkumpul bersama dan bentuknya seragam?</em>), saya seperti mengalami <a title="Deja Vu" href="http://en.wikipedia.org/wiki/D%C3%A9j%C3%A0_vu"><em>Deja Vu</em></a>. Kaget sekaligus takjub. Rasanya rumah ini pernah terlintas dalam memori saya sekian bulan yang lalu.</p>
<p>Suatu hari saya sedang mencari pencerahan dan sedikit relaksasi. Bagi sebagian orang, menggambar dapat membantu hal tersebut. Maka saya pun menggaet pensil dan kertas gambar, lalu mulai mencari objek gambar. Mencari objek gambar ini perlu pertimbangan estetis dan pragmatis. Estetis bahwa si objek haruslah unik dan menarik untuk digambar, dan pragmatis bahwa untuk menggambarnya tidak harus sampai basah kuyup atau terbakar matahari. Singkatnya, menggambar objek yang menarik dengan nyaman. Setelah sedikit berkeliling, pilihan objek gambar jatuh pada sebuah rumah yang letaknya dekat dengan sebuah kantor RW yang di luarnya tersedia bangku kayu. Ah, momen dan infrastrukturnya sudah cukup artistik. Saatnya menggambar sketsanya. Saat itu tak ada pikiran apapun. Hanya berusaha menggambar dengan baik. Mengapa rumah itu? <em>Feeling</em> saja. Bentuknya agak unik dan tempat menggambarnya nyaman. Sudah, itu saja.</p>
<p>Sudah bisa menebak rumah apa yang saat itu saya gambar? Betul sekali, rumah tersebut tak lain dan tak bukan adalah rumah yang sekian bulan berikutnya menjadi cabang kantor kami.  Kebetulan? Bisa jadi, tapi apa guna dan manfaatnya sebuah kebetulan? Melihat kejadian sebagai kebetulan seperti merasakan kehidupan diatur dengan melempar dadu. Takdir? nah, ini lebih menarik. Kita yakin tidak ada yang namanya kebetulan. Segala sesuatunya terjadi dan ditakdirkan demikian oleh Allah dengan sebab dan pengaturan tertentu.</p>
<p>Hal ini nampak jelas jika mencoba melihat ke belakang tentang komponen-komponen penyusun sebuah kejadian. Andai salah satu komponen tersebut tidak diatur pada posisi tertentu, maka kejadian yang dihasilkan pun akan lain. Misalnya, jika hari itu hujan, maka aktivitas relaksasi saya bisa jadi tidur setelah menyeruput secangkir teh hangat. Jika tak ada kursi kayu di kantor RW itu, bisa jadi saya memilih objek yang lain. Jika di depan rumah itu ada penghuninya yang sedang membereskan tanaman, maka saya juga akan memilih objek lain. Oya, ini salah satu alasan saya memilih rumah ini, agar jangan sampai dicurigai orang. Dicurigai sebagai anggota dari komplotan garong yang sedang mengintai rumah sambil memetakan cara dan waktu yang tepat untuk menyatroni rumah tersebut di malam harinya. Dan jika saya tidak sedang tertarik belajar membuat sketsa, maka objek gambar pun tak akan tercipta.</p>
<p>Baiklah Gung, jadi ini sebuah takdir. Tapi takdir apa? Kalau ada pesan, apa pesannya?  Nah, kalau yang ini kita hanya punya kuasa menebak-nebak. Sempat terpikir di awal sebuah pola sederhana. Saya gambar rumah. Tak lama rumah dimiliki kantor. Polanya: Saya menggambar sesuatu yang kelak akan dimiliki atau ditempati. Menarik! Mulailah imajinasi bergulir. Selanjutnya saya akan menggambar rumah yang lebih besar dan mewah. Kalau perlu istana. Saya akan menggambar mobil BMW. Saya akan menggambar pesawat jet. Saya akan menggambar seorang&#8230; <em>ah tidak jadi</em>. Saya akan menggambar&#8230; surga? Amiiin. Tapi <em>ngawur</em>, mana bisa digambar?? Bukankah surga terlalu indah untuk dipandang? Keindahan yang belum pernah dilihat mata? Ini pola sederhana yang sungguh sangat menarik. Sesaat saya merasa seperti Nobita yang memiliki pensil ajaib yang dimantrai Doraemon. Atau seperti robot cerdas yang mampu menggambar masa depannya sendiri (film<a title="i-robot" href="http://en.wikipedia.org/wiki/I,_Robot_(film)"> i-robot</a>).  Ah, atau (<em>tiba-tiba teringat</em>) munculnya bayangan penaklukan Romawi dan Persia saat Rasulullah memukul batu keras saat membuat parit di Perang Khandaq (Perang Ahzab). Luar biasa!</p>
<p>Sesakti itukah? Entahlah, <em>allahu a&#8217;lam</em>. Yang jelas saya mengalami pengalaman yang mungkin menjadi inspirasi adegan di <em>i-robot</em> tadi. Visualisasi masa depan memang selalu menarik. Berbagai ramalan dengan berbagai metode oleh berbagai peramal memenuhi berbagai literasi berbagai zaman di berbagai tempat (<em>wah, pengulangan kata &#8216;berbagai&#8217;nya menyebalkan</em>). Manusia memang selalu ingin tahu nasibnya di masa depan yang penuh misteri (gaib). Walaupun demikian, diwanti-wanti agar tidak jadi banyak berangan-angan lalu malas berusaha. Masa depan bergantung pada amal manusia tanpa terlepas takdir Allah. (<em>Hei, siapa yang tahu takdir Allah? Bukankah kita harus tetap optimis dan menyempurnakan amal?</em>)</p>
<p>Tapi ada yang lebih menarik lagi. Mari kita kembali ke rumah ini. Setelah memasukinya, saya mengalami perasaan yang lain lagi. Rumah ini jelas dirancang dengan ilmu arsitek dan desain interior yang baik. Ada taman dan kolam ikan di dalam. Ada desain gaya minimalis-keren di interior dan eksteriornya. Ada sentuhan seni yang membuat rumah berbentuk huruf &#8220;L&#8221; ini (tampak atas) terasa asri dan sejuk.</p>
<p>Baiklah, lalu? Lalu?? Bagaimana tidak menarik saat saya menemukannya dalam keadaan sedang tertarik dunia arsitektur dan desain interior?  Apakah ada pesan tersembunyi di balik rumah ini?  Adakah ia memberikan sedikit potongan kejadian masa depan lainnya? Adakah sesuatu yang harus dijadikan perhatian lebih dibanding lainnya? Saya mulai sibuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak bisa dibuktikan selain dengan tindakan. Tak ada gunanya berimajinasi tanpa bertindak, bukan? Tapi setidaknya, rumah ini menambah tempat-tempat yang mempunyai arti khusus bagi saya. Nah, sekarang apa sebaiknya saya mulai menggambar istana-istana megah bertaman luas berikut segala isinya? <em>Hehehe</em>. Mungkin Anda juga tertarik untuk mencobanya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berikut sketsa rumah tersebut,</p>
<p><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/10/scan0205.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-635" title="A House Near Office" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/10/scan0205.jpg?w=242&#038;h=300" alt="A House Near Office" width="242" height="300" /></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aprasetyo.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aprasetyo.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aprasetyo.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aprasetyo.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aprasetyo.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aprasetyo.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aprasetyo.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aprasetyo.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aprasetyo.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aprasetyo.wordpress.com/634/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=634&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/10/22/sketsa-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/549618ecbd106144652de0a09601a53a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aprasetyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/10/scan0205.jpg?w=242" medium="image">
			<media:title type="html">A House Near Office</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sketsa cepat: Gedung HSBC</title>
		<link>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/10/17/sketsa-cepat-gedung-hsbc/</link>
		<comments>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/10/17/sketsa-cepat-gedung-hsbc/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 01:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[sketch]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprasetyo.wordpress.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[
Selalu ada saatnya dalam perjalanan kita melihat sesuatu yang sayang untuk tidak diabadikan dalam bentuk foto atau gambar. Malang pada saat tersebut kita meninggalkan kamera yahud 18 megapiksel DSLR kita di rumah (halah, seperti punya saja  ). Yang kita bawa di tas (dan bisa untuk mengabadikan gambar) hanya beberapa lembar kertas dan pena. Maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=621&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/10/scan0203.jpg"><img style="display:block;float:none;margin-left:auto;margin-right:auto;border-width:0;" title="SCAN0203" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/10/scan0203_thumb.jpg?w=556&#038;h=662" border="0" alt="SCAN0203" width="556" height="662" /></a></p>
<p>Selalu ada saatnya dalam perjalanan kita melihat sesuatu yang sayang untuk tidak diabadikan dalam bentuk foto atau gambar. Malang pada saat tersebut kita meninggalkan kamera yahud 18 megapiksel DSLR kita di rumah (halah, seperti punya saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Yang kita bawa di tas (dan bisa untuk mengabadikan gambar) hanya beberapa lembar kertas dan pena. Maka tidak ada pilihan lain selain mengerjakan sketsa cepat dengan kertas dan pena tersebut. Soal hasil, ya jelas DSLR bewarna dan realisitis. Tapi jangan lupakan kesan artistik dan simpel dari sebuah sketsa. Dan karena dibuat dengan pena, tentu tekstur dan gelap-terangnya tidak mampu dihadirkan layaknya menggunakan media pensil. Maka inilah sketsa cepat gedung HSBC di Jl. Sudirman, Jakarta Pusat yang digambar di malam hari (mana kelihatan di sketsa ?? hehe).</p>
<p>Mengapa gedung ini cukup menarik untuk diabadikan? Arsitekturnya unik, karena mengkombinasikan bentu-bentuk silinder, lingkaran, setengah lingkaran bersama balok serta persegi. Dan yang paling memikat di malam hari, tentu saja logo HSBC yang menjadi judul bangunan ini. Dilatarbelakangi cahaya putih, <em>font </em>hitam bergaya <em>serif </em>dan simbol segitiga-segitiga bewarna merah-putih itu nampak &#8216;bersinar&#8217;. Ditempatkan dengan apik di tengah dinding bangunan setengah silinder itu, maka lengkaplah citra elegan dan profesional perusahaan yang bergerak di bidang jasa perbankan ini. Setuju? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aprasetyo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aprasetyo.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aprasetyo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aprasetyo.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aprasetyo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aprasetyo.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aprasetyo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aprasetyo.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aprasetyo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aprasetyo.wordpress.com/621/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=621&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/10/17/sketsa-cepat-gedung-hsbc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/549618ecbd106144652de0a09601a53a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aprasetyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/10/scan0203_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SCAN0203</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Idul Fitri 1430 H</title>
		<link>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/18/selamat-idul-fitri-1430-h/</link>
		<comments>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/18/selamat-idul-fitri-1430-h/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 03:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[sketch]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[idulfitri]]></category>
		<category><![CDATA[greetings]]></category>
		<category><![CDATA[syawal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprasetyo.wordpress.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[
Kawan-kawanku semua,
Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1430 H
bersama keluarga dan sanak saudara.
Semoga Allah menerima segala ibadah kita di bulan Ramadhan
dan mengampuni dosa-dosa yang kita perbuat.
Saya mohon maaf atas kesalahan yang saya perbuat,
atas kata atau perbuatan yang tidak berkenan,
atas silaturahmi yang terputus.
Semoga Allah mempertemukan kita dalam keadaan yang lebih baik daripada sebelumnya,
dan memberikan kesempatan kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=604&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" style="margin-top:5px;margin-bottom:5px;" title="SelamatIdulFitri1430H" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/09/selamatidulfitri1430hjpg_noagung.jpg?w=432&#038;h=653" alt="SelamatIdulFitri1430H" width="432" height="653" /><br />
Kawan-kawanku semua,<br />
Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1430 H<br />
bersama keluarga dan sanak saudara.<br />
Semoga Allah menerima segala ibadah kita di bulan Ramadhan<br />
dan mengampuni dosa-dosa yang kita perbuat.</p>
<p style="text-align:center;">Saya mohon maaf atas kesalahan yang saya perbuat,<br />
atas kata atau perbuatan yang tidak berkenan,<br />
atas silaturahmi yang terputus.</p>
<p style="text-align:center;">Semoga Allah mempertemukan kita dalam keadaan yang lebih baik daripada sebelumnya,<br />
dan memberikan kesempatan kita berjumpa Ramadhan tahun depan.<br />
Amin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aprasetyo.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aprasetyo.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aprasetyo.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aprasetyo.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aprasetyo.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aprasetyo.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aprasetyo.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aprasetyo.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aprasetyo.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aprasetyo.wordpress.com/604/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=604&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/18/selamat-idul-fitri-1430-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/549618ecbd106144652de0a09601a53a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aprasetyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/09/selamatidulfitri1430hjpg_noagung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SelamatIdulFitri1430H</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Artworks #1 (Rose)</title>
		<link>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/07/artworks-1-rose/</link>
		<comments>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/07/artworks-1-rose/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 04:52:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[sketch]]></category>
		<category><![CDATA[artworks]]></category>
		<category><![CDATA[charity]]></category>
		<category><![CDATA[donate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprasetyo.wordpress.com/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[Since today is still in Ramadhan, then it&#8217;s a very good time to do charity. I share my cartoon-style artworks, free for you to use in any kind of means (designs, avataar, wallpaper logo, etc). And hey, look! no watermarks  .
For return, you might want to donate to help the victims of Tasikmalaya&#8217;s Earthquake [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=590&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br />
<a href='http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/07/artworks-1-rose/rose1/' title='Rose1'><img width="112" height="150" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/09/rose1.jpg?w=112&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Rose1" /></a>
<a href='http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/07/artworks-1-rose/girlish/' title='Girlish'><img width="112" height="150" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/09/girlish.jpg?w=112&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Girlish" /></a>
<a href='http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/07/artworks-1-rose/noway/' title='NoWay'><img width="112" height="150" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/09/noway.jpg?w=112&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="" title="NoWay" /></a>
<a href='http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/07/artworks-1-rose/chocolate-2/' title='Chocolate'><img width="112" height="150" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/09/chocolate1.jpg?w=112&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Chocolate" /></a>
<a href='http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/07/artworks-1-rose/lupa/' title='Lupa'><img width="112" height="150" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/09/lupa.jpg?w=112&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Lupa" /></a>
<a href='http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/07/artworks-1-rose/eatfruit/' title='EatFruit'><img width="112" height="150" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/09/eatfruit.jpg?w=112&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="" title="EatFruit" /></a>

<p>Since today is still in Ramadhan, then it&#8217;s a very good time to do charity. I share my cartoon-style artworks, free for you to use in any kind of means (designs, avataar, wallpaper logo, etc). And hey, look! no watermarks <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>For return, you might want to donate to help the victims of Tasikmalaya&#8217;s Earthquake almost a week ago (many bank accounts for this purpose; just watch TV, read the news, or googling). Or if you want to help poor children and their parents in Bandung (specially near my house at Kiaracondong) to have happier Idul Fitri, then you can. Just donate to <span style="text-decoration:underline;">BNI Syariah Acc. No. 0174072385 on behalf of Agung Prasetyo</span>. I&#8217;ll post the report later, insyaAllah.</p>
<p>Let&#8217;s say i&#8217;m trying to do what Michael Heart did with his royalte-free song &#8220;<a href="http://aprasetyo.wordpress.com/2009/01/17/we-will-not-go-down-chords-lyrics/">We Will Not Go Down</a>&#8220;. It&#8217;s free, but please donate to help Palestinians. Who knows it works too for royalty-free artworks&#8230; hehehe. Well, see you again then, enjoy your Ramadhan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aprasetyo.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aprasetyo.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aprasetyo.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aprasetyo.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aprasetyo.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aprasetyo.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aprasetyo.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aprasetyo.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aprasetyo.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aprasetyo.wordpress.com/590/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=590&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/09/07/artworks-1-rose/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/549618ecbd106144652de0a09601a53a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aprasetyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Little Trip to Solo and Jogja</title>
		<link>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/08/29/a-little-trip-to-solo-and-jogja/</link>
		<comments>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/08/29/a-little-trip-to-solo-and-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 14:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Java]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Trip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprasetyo.wordpress.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Gung, ini lho Laweyan yang terkenal batiknya itu &#8230;&#8221;, kata Pakde saya saat memboncengi saya melewati sebuah kawasan di kota Solo.
&#8220;Oh iya, Pakde&#8221;, sahut saya cepat. Saya bergumam.
Laweyan? Batik? Terkenal? Kok saya baru dengar ya? Apa karena saya tak bersekolah di Jawa jadi saya tak tahu Laweyan dan batiknya? Apa karena buku sejarah tak memasukkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=574&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Gung, ini lho Laweyan yang terkenal batiknya itu &#8230;&#8221;, kata Pakde saya saat memboncengi saya melewati sebuah kawasan di kota Solo.<br />
&#8220;Oh iya, Pakde&#8221;, sahut saya cepat. Saya bergumam.<br />
<em>Laweyan? Batik? Terkenal? Kok saya baru dengar ya? Apa karena saya tak bersekolah di Jawa jadi saya tak tahu Laweyan dan batiknya? Apa karena buku sejarah tak memasukkan Laweyan dalam bab-babnya? Apa pentingnya memasukkan kota penghasil batik? Atau karena saya yang tidak peduli? Atau&#8230; (semoga cerita tentang batik ini bersambung di tulisan berikutnya&#8230;) </em></p>
<p>&#8220;Nah, ini Kalitan tempatnya Pak Harto itu lho&#8221;, sambung Pakde saya lagi.<br />
&#8220;Oh iya, Pakde, saya tahu!&#8221;, jawab saya.<br />
<em>Nah, kalau yang ini saya tahu dari TV waktu Pak Harto wafat tempo hari. Aha, ternyata tak buta benar lah tentang Solo hahaha&#8230; </em></p>
<p><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00804.jpg"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px;" title="Stasiun Purwosari" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00804_thumb.jpg?w=248&#038;h=188" border="0" alt="Stasiun Purwosari" width="248" height="188" align="left" /></a> Demikian seterusnya Pakde saya bercerita saat mengantarkan saya berkeliling kota Solo. Selalu menarik mengikuti ceritanya dan cara beliau menceritakannya. Sebut saja tempat-tempat di Solo seperti Keraton Solo (Kasunanan Surakarta), Pasar Klewer, Laweyan, Kalitan, Stasiun Solobalapan, Stasiun Purwosari, dan sebagainya. Tak lupa kami melewati pabrik PT. Batik Keris yang luasnya bukan main itu, dan saat di Jogja bertemu dengan cerita batik Danar Hadi yang aslinya dari Solo tersebut. Pakde saya sendiri tinggal di Kabupaten Sukoharjo, di luar kota Solo. Tulisan kali ini sedikit banyak berbagi tentang dua kota yang saya dan kakak saya singgahi dalam <em>&#8216;A Little Trip&#8217;</em> ke <a title="Solo" href="http://www.geocities.com/rakyatjawa/regency/surakarta.htm">Solo</a> dan <a title="DIY Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Jogja</a> sepekan yang lalu.</p>
<p><strong>Solo &#8220;The Spirit of  Java&#8221;</strong><br />
Jalanan Kota Solo bersih dan mulus (<em>hei, saya tidak bilang jalanan Bandung kotor dan berlubang, ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </em>). Kota Solo tidak terlalu besar, sehingga tata kotanya pun bisa dibuat tidak semrawut. Lampu merah yang terpasang di jalan besar dilengkapi dengan penanda waktu hitung mundur  sehingga pengemudi tahu sisa waktu sebelum lampu merah / hijau berakhir. Fasilitas ini cukup sederhana, tapi cukup membantu psikologis pengemudi. Pertokoan jelas tidak seramai kota besar, dan seingat saya hanya ada 2 <em>mall</em> di Solo.</p>
<p><a href="http://www.geocities.com/rakyatjawa/accessories/Pasar_Klewer.jpg"><img class="alignleft" style="margin:5px;" src="http://www.geocities.com/rakyatjawa/accessories/Pasar_Klewer.jpg" alt="" width="281" height="281" /></a>Pasar Klewer adalah daya tarik utama dan pusat oleh-oleh kota Solo. Di sini dijual berbagai macam batik, baik kain maupun pakaian jadi. Ratusan (<em>ribuan?</em>) lapak di dalam pasar menjual berbagai motif batik yang beraneka rupa. Sempat heran mengapa tak habis orang mengarang motif batik. Luar biasa. Pakaian anak, perempuan, laki-laki, tinggal pilih. Kalau menawar harga, awalilah dengan setengah dari harga yang ditawarkan. Lebih baik lagi kalau ditawar dengan bahasa Jawa, sehingga tidak nampak sebagai pendatang. Pengalaman kemarin, untuk pakaian yang sama antara satu pedagang dengan pedagang lain bisa selisih 20ribu-an. Dari banyak pilihan inilah kita melatih selera kita akan motif dan barang yang bagus.</p>
<p><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00775.jpg"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px;" title="Oleh-oleh Solo" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00775_thumb.jpg?w=264&#038;h=204" border="0" alt="Oleh-oleh Solo" width="264" height="204" align="right" /></a> Kuliner khas Solo? Ada intip yang bahannya mirip rengginang itu, tapi disajikan dalam bentuk seperti mangkok besar diolesi pemanis dari campuran gula Jawa yang lengket di gigi <em>hihihi</em>. Karena ukurannya yang seperti mangkok itu, agak repot membawanya, tak heran salah satunya hancur lebur saat sampai rumah. Makanan lainnya adalah tengkleng, yakni seperti tongseng. Ya betul! Jeroan, man! Isinya? Ya..jeroan, ditambah kuah yang sedap disantap saat berbuka (<em>halah, makanan apapun mah sedap saat perut kosong&#8230;</em>). Harap berhati-hati mengkonsumsinya bagi bapak-bapak dan ibu-ibu yang punya koleterol dan asam urat. Yang tidak kalah segarnya adalah susu segar yang dijual hanya pada malam hari. Susu ini berasal dari peternakan sapi di Boyolali yang dikirim pada sore hari, sehingga baru bisa dijual di malam harinya. Saat bulan puasa, waktu ini pas sekali. Setelah berbuka dan makan berat, saatnya minum susu hangat untuk daya tahan tubuh esoknya <em>hmmm yummy</em> (<em>woi, tarawih bro, malah minum susu *halah*</em>).</p>
<p><strong>Jogja &#8220;<a title="Yogyes" href="http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-article/jogja-or-yogya/">Never Ending Asia</a>&#8220;</strong><br />
Siapa sih yang tidak kenal Jogja sebagai Kota Budaya dan Wisata itu? Pemerintah kota nampak serius membangun citra dan sarana kota ini sebagai kota wisata. Sarana jalan dan taman terpelihara dengan baik (<em>saya lagi-lagi tidak bilang jalan dan taman di Bandung tidak terawat ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </em>), terutama kawasan sekitar Malioboro. Ehm, kecuali tempat parkirnya yang cepat penuh, tentu saja. Jalanan tidak berlubang dan sama seperti di Solo, lampu merah dilengkapi penanda waktu yang membantu psikologis pengemudi itu. Jangan lupa dengan Trans Jogja (seperti Trans Jakarta) yang melayani rute-rute keliling kota, bahkan sampai ke arah candi Prambanan. Sayang akibat singkatnya waktu kunjungan, tak sempat dicoba. Kami juga tak sempat mengunjungi Kaliurang (seperti Lembang-nya Bandung), Prambanan, atau Borobudur di sekitar Jogja. Suasana kota jawa, pedagang, sepeda tua, kereta keraton, kebaya jawa, blangkon, keris, gudeg, bakpia, semuanya ada. Termasuk warnet yang tersebar di mana-mana (<em>betul lho, banyak sekali warnet di Jogja</em>). Tak lupa pula mengunjungi <a title="UGM" href="http://ugm.ac.id/">Universitas Gadjah Mada</a> (UGM) yang punya masjid kampus yang bagus itu <em>lho</em>.</p>
<p><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00825.jpg"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px;" title="Gudeg" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00825_thumb.jpg?w=188&#038;h=248" border="0" alt="Gudeg" width="188" height="248" align="right" /></a> Makanan khas Jogja? Pasti juga sudah hafal dengan rasa Gudeg dan Bakpia. Pemandu lokal dapat membantu kita menemukan gudeg dan bakpia yang enak. Selain itu dapat pula mencoba mangut (semacam <em>seafood</em> yang diasapi. Aroma daging asapnya terasa sekali), atau nasi gandul yang sejatinya berasal dari Pati, Jawa Tengah.</p>
<p>Malioboro. Sudah tahu <em>lah</em> soal lokasi ini, cuma ada yang terkenal kalau soal urusan belanja. <a title="Facebook Mirota Batik" href="http://www.facebook.com/pages/Jogjakarta-Indonesia/Mirota-Batik-Jogja/55191732850">Mirota Batik</a> dan Pasar Beringhardjo. Mirota Batik terkenal karena koleksinya yang lengkap dan harganya yang pas (tak perlu ditawar). Biasanya orang menjadikan harga di Mirota sebagai referensi harga jika ingin berbelanja di sekitarnya. Kata orang sih harga di Mirota tidak terlalu mahal / murah. Di sini tersedia kain batik dan pakaian jadinya (yang lagi-lagi membuat saya heran betapa banyaknya motif yang bisa diciptakan) dan beraneka ragam kerajinan berikut <em>printilan-printilan</em> yang membuat mbak-mbak dan ibu-ibu betah berlama-lama di dalamnya. Di sini kepekaan kita akan motif dan barang bagus kembali diuji. <a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00816.jpg"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px;" title="Toliet Mirota" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00816_thumb.jpg?w=248&#038;h=188" border="0" alt="Toliet Mirota" width="248" height="188" align="right" /></a>Suasana tempat belanja pun dibuat cukup nyaman, bahkan toiletnya pun dibuat dengan dengan sentuhan seni. Kami sempat dua kali berkunjung sebelum pulang. Biasa, ada titipan oleh-oleh, mulai dari kain sampai gantungan kunci. Saking banyaknya yang dijual, saya malas merinci satu persatu. Datang dan lihat sendiri saja ya, <em>hehehe</em>.</p>
<p><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00832.jpg"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 0;" title="Pasar Beringhardjo" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00832_thumb.jpg?w=248&#038;h=188" border="0" alt="Pasar Beringhardjo" width="248" height="188" align="left" /></a> Di seberang jalan dari Mirota, di situlah pintu masuk pasar Beringhardjo. Setelah masuk, apa yang dilihat? Batik lagi, batik lagi. Tak habis-habisnya. Dugaan saya pasar ini lebih besar atau setidaknya sama dengan Pasar Klewer di Solo tadi. Lalu belanja apa? Ya&#8230;batik! Mencari apa yang tidak ada di Mirota atau sengaja mencoba peruntungan mendapat harga yang lebih murah. Di sini aturan penawaran harganya lebih dahsyat. Penawaran pertama adalah sepertiga dari yang ditawarkan! Ah, mbak-mbak dan ibu-ibu lebih ahli soal tawar menawar ini. Saya sih ikut saja dan diam-diam belajar &#8217;sadis&#8217; menawar <em>hihihi</em>. Padahal kalau Rasul kan malah ditambahi ya harganya <em>hehehe</em>. Ah, sudah lama pula tak mendengar ramai-ramai orang tawar menawar pakai bahasa Jawa. Selain batik, cinderamata lain juga bisa ditemui di sini.</p>
<p>Di akhir kunjungan, saya tertarik dengan kain yang motifnya bagus, yang saya temukan di Mirota. Kami mencoba mencarinya di Beringhardjo, tetapi nihil. Aneh, barang bagus <em>kok</em> <em>ndak</em> dijual di tempat lain. Akhirnya, saya membelinya di Mirota. Betapa terkejutnya setelah saya lihat, ternyata kain ini <em>is made in China</em>! Saya kira buatan lokal, <em>toh</em> dijualnya di Jogja, di pusat batik. Memang benar adanya serangan batik asal Cina sudah mulai terasa. Batik diserang Cina, hak cipta diakui Malaysia. <em>Wadow</em>, saatnya menyerang balik <em>nih</em>. <em>Empire strikes back</em> kalau kata Star Wars. Ada ide mulai dari mana? Bagaimana kalau sejenak melihat masa kejayaan bisnis batik para santri yang pernah dibahas di Majalah Gatra tahun 2006. Dari sana akan nampak penyebab munculnya juragan-juragan batik masa lalu di kota-kota seperti Solo, Pekalongan, dan sebagainya. Juga analisa penyebab tumbangnya bisnis-bisnis tersebut di masa orde baru hingga hari ini. <em>Oya</em>, termasuk serbuan kain asal Cina itu. Semoga sempat saya bahas di tulisan berikutnya.</p>
<p>Berikut moda transportasi yang kami gunakan dalam trayek Bandung-Solo-Jogja-Bandung:</p>
<ol>
<li><strong>KA Lodaya Malam tujuan Bandung-Solo</strong><br />
Perjalanan kami mulai pada Jum&#8217;at malam pukul 20.00 WIB menaiki KA Lodaya Malam jurusan Bandung-Solo dan tiba di Solo pada hari Sabtu pukul  05.15 WIB di Stasiun Solobalapan. Ya betul, kami memulai puasa tahun ini dengan bersahur di kereta malam. Asyik, bukan?</li>
<li><strong>KA Prambanan Ekspres (Prameks) tujuan Solo-Jogja | Tarif Rp. 8.000</strong><br />
<a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00798.jpg"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px;" title="Karcis Prameks" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00798_thumb.jpg?w=188&#038;h=248" border="0" alt="Karcis Prameks" width="188" height="248" align="left" /></a> <a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00811.jpg"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px;" title="Prameks" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00811_thumb.jpg?w=248&#038;h=188" border="0" alt="Prameks" width="248" height="188" align="left" /></a>Minggu siang kami menaiki KA Prameks (Prambanan Ekspres) jurusan Solo-Jogja, berangkat pukul 11.00 WIB dari Stasiun Purwosari dan di Stasiun Tugu, Jogja pukul 13.00 WIB. Agak lama memang, karena sesuai saran Pakde, kami lebih baik naik Prameks dari Purwosari tidak langsung ke Jogja, tapi ikut dulu sampai melewati stasiun Solobalapan, Jebres, dan Palur. Dari Palur, Prameks putar arah menuju Jogja melewati kembali Jebres, Solobalapan, Purwosari, Klaten, dan seterusnya. Mengapa? Berdasarkan pengalaman, saat hari libur Prameks kebanjiran peminat orang Solo yang hendak berekreasi ke Jogja, begitu pula sebaliknya. Pergi pagi, pulang sore. Kebanyakan orang akan naik langsung Prameks yang langsung menuju Jogja. Agar kami dapat tempat duduk, tidak apa ikut memutar dulu sebelum Prameks menuju Jogja. <em>Eh</em>, ternyata tidak terlalu ramai, mungkin karena sedang bulan puasa, tak banyak orang yang ingin jalan-jalan.</li>
<li><strong>KA Lodaya Malam Jurusan Jogja-Bandung</strong><br />
<a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00833.jpg"><img style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;margin:5px 0;" title="Stasiun Tugu" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00833_thumb.jpg?w=280&#038;h=220" border="0" alt="Stasiun Tugu" width="280" height="220" align="right" /></a> Senin malam kami pulang dengan Lodaya Malam, berangkat dari Stasiun Tugu Jogja pukul 21.30 WIB sampai Stasiun Bandung pukul 06.05 WIB. Ini kali keduanya kami kembali sahur di kereta malam. Rasanya cukup dua kali saja <em>hehehe</em>. <em>Oya</em>, kekurangan naik kereta malam adalah melewatkan pemandangan indah yang bisa disaksikan dari kereta Lodaya dalam perjalanannya dari/menuju Bandung.</li>
</ol>
<p>Ah, terlalu singkat perjalanan kali ini. Semoga masih ada jodoh di lain waktu mengunjungi lebih banyak tempat dan mengenal lebih banyak budaya masa lalu yang masih terpelihara. Berkunjung ke kota-kota budaya ini seperti merasakan waktu yang terperangkap di sana. Kalaupun keluar, debitnya tidak sederas di Bandung / Jakarta. Entah sampai kapan seperti itu. Jika melihat pedagang <em>mbok-mbok</em> yang berusia lanjut, lalu membandingkannya dengan remaja-remaja usia tanggung, rasanya tak lama lagi. Ah, semoga tidak,<em> lha wong </em>budaya itu aset yang penting sekali, minimal sebagai identitas bangsa. Sampai Malaysia rela mempermalukan diri sendiri mengakui budaya orang lain. <em>Ups</em>,  mulai lagi <em>nih</em>. Sudah <em>ah</em>, sudah beda topik, di tulisan yang lain saja kali yaaaa…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aprasetyo.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aprasetyo.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aprasetyo.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aprasetyo.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aprasetyo.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aprasetyo.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aprasetyo.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aprasetyo.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aprasetyo.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aprasetyo.wordpress.com/574/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=574&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/08/29/a-little-trip-to-solo-and-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/549618ecbd106144652de0a09601a53a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aprasetyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00804_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Stasiun Purwosari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/rakyatjawa/accessories/Pasar_Klewer.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00775_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Oleh-oleh Solo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00825_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gudeg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00816_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Toliet Mirota</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00832_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pasar Beringhardjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00798_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Karcis Prameks</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00811_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Prameks</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/dsc00833_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Stasiun Tugu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marhaban Ya Ramadhan 1430 H</title>
		<link>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/08/20/marhaban-ya-ramadhan-1430-h/</link>
		<comments>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/08/20/marhaban-ya-ramadhan-1430-h/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 08:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[sketch]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sketsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprasetyo.wordpress.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[
Brothers &#38; Sisters,
Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1430 Hijriah,
Semoga Allah Memberikan kesempatan pada kita untuk mengisinya dengan sebaik-baiknya,
Menyelamatkannya dari perbuatan buruk kita,
dan Menerima segala amal kita di dalamnya.
Amin. Amin.
Amin.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=553&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/masjimedan_ramadhan1430.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-552" title="MasjiMedan_Ramadhan1430" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/masjimedan_ramadhan1430.jpg?w=560&#038;h=390" alt="MasjiMedan_Ramadhan1430" width="560" height="390" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Brothers &amp; Sisters,<br />
Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1430 Hijriah,<br />
Semoga Allah Memberikan kesempatan pada kita untuk mengisinya dengan sebaik-baiknya,<br />
Menyelamatkannya dari perbuatan buruk kita,<br />
dan Menerima segala amal kita di dalamnya.<br />
Amin. Amin.<br />
Amin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aprasetyo.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aprasetyo.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aprasetyo.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aprasetyo.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aprasetyo.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aprasetyo.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aprasetyo.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aprasetyo.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aprasetyo.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aprasetyo.wordpress.com/553/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=553&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/08/20/marhaban-ya-ramadhan-1430-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/549618ecbd106144652de0a09601a53a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aprasetyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/08/masjimedan_ramadhan1430.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MasjiMedan_Ramadhan1430</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yomart MTC, Bandung</title>
		<link>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/08/03/yomart-mtc-bandung/</link>
		<comments>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/08/03/yomart-mtc-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 02:08:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[sketch]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[buildings]]></category>
		<category><![CDATA[drawing]]></category>
		<category><![CDATA[mtc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprasetyo.wordpress.com/?p=543</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Yomart Metro Trade Center (MTC), Bandung&#8221; &#8211; Pensil HB, 20 Juni 2009
(dengan pengaturan Brightness dan Contrast tertentu saat dipindai)
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=543&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2007/05/yomart_mtc.jpg"><img class="size-medium wp-image-539 aligncenter" style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="Yomart_MTC" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2007/05/yomart_mtc.jpg?w=320&#038;h=417" alt="Yomart_MTC" width="320" height="417" /></a></p>
<p style="text-align:center;">&#8220;<strong>Yomart Metro Trade Center (MTC), Bandung</strong>&#8221; &#8211; Pensil HB, 20 Juni 2009<br />
(dengan pengaturan <em>Brightness</em> dan <em>Contrast</em> tertentu saat dipindai)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aprasetyo.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aprasetyo.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aprasetyo.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aprasetyo.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aprasetyo.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aprasetyo.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aprasetyo.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aprasetyo.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aprasetyo.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aprasetyo.wordpress.com/543/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=543&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/08/03/yomart-mtc-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/549618ecbd106144652de0a09601a53a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aprasetyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2007/05/yomart_mtc.jpg?w=230" medium="image">
			<media:title type="html">Yomart_MTC</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Keluar Dari Pekerjaan Sebelum Dipecat</title>
		<link>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/07/23/jangan-keluar-dari-pekerjaan-sebelum-dipecat/</link>
		<comments>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/07/23/jangan-keluar-dari-pekerjaan-sebelum-dipecat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 17:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[job]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprasetyo.wordpress.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum dibahas, saya cuplik satu kutipan yang saya suka di dalam buku ini. Coba dengar ini,
Membenci Senin adalah alasan lemah karena telah menyia-nyiakan sepertujuh hidup Anda.
 Ok kawan, pasti ada yang tak sepakat dengan judul tulisan ini. Setidaknya dengarkanlah dulu isi buku terjemahan dari judul aslinya ini, “Love It, Don’t Leave It: 26 Ways to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=536&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebelum dibahas, saya cuplik satu kutipan yang saya suka di dalam buku ini. Coba dengar ini,</p>
<blockquote><p><em>Membenci Senin adalah alasan lemah karena telah menyia-nyiakan sepertujuh hidup Anda.</em></p></blockquote>
<p><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/dsc00691.jpg"><img style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;margin:0 0 0 5px;" title="DSC00691" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/dsc00691_thumb.jpg?w=188&#038;h=248" border="0" alt="DSC00691" width="188" height="248" align="right" /></a> Ok kawan, pasti ada yang tak sepakat dengan judul tulisan ini. Setidaknya dengarkanlah dulu isi buku terjemahan dari judul aslinya ini, “<em>Love It, Don’t Leave It: 26 Ways to Get What You Want At Work</em>”. Kalau di-Indonesiakan menjadi “26 Kiat Meraih Kesuksesan dan Kepuasan Kerja Tanpa Berganti Pekerjaan”. <em>Hoah…another How-To Books? No, thanks</em>. Eit tunggu, duduklah sebentar, dan coba pikirkan beberapa pertanyaan ini,</p>
<ul>
<li>Bagaimana pekerjaan dapat membuat saya bergegas bangun di pagi hari?</li>
<li>Seandainya saya memenangkan undian dan berhenti bekerja, apakah yang menjadi kehilangan terbesar bagi saya?</li>
<li>Apakah Anda sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tak sempat untuk memikirkan masa depan?</li>
<li>Dalam bekerja, pencapaian apa yang secara khusus membuat saya merasa bangga?</li>
<li>Perubahan besar apakah yang sedang terjadi di bidang industri, ekonomi, politik, dan sosial yang memengaruhi perusahaan?</li>
<li>Apakah pekerjaan Anda membuat hubungan Anda dengan keluarga menjadi renggang?</li>
<li>Kapankah terakhir kali Anda tertawa terbahak-bahak (ya, maksudnya tertawa dengan rasa gembira yang amat sangat) sewaktu bekerja? Tahun lalu? Bulan lalu? Minggu lalu? Kemarin?</li>
<li>Bayaran saya kurang dibanding dengan apa yang saya kerjakan?</li>
<li><em>… Bagaimana, seperti yang ditanyakan saat wawancara masuk kerja ya? Hihihi…</em></li>
</ul>
<p>Bekerja, seperti kita tahu, merupakan aktivitas yang kita jalani hampir selama separuh umur hidup kita. Pagi sampai sore (bahkan sampai malam) kita habiskan untuk bekerja. Bekerja menjadi hidup kita yang kedua. Layaknya hidup, berbagai macam hal harus kita hadapi, baik yang sederhana maupun yang kompleks. Mulai dari pekerjaan itu sendiri, rekan kerja, atasan, lingkungan kantor, peraturan perusahaan, gaji, kesempatan mengembangkan diri, sampai menu makanan di kantin. Seiring waktu, tak semua hal ini memuaskan. Setidaknya itu yang kita pikirkan selain rumput tetangga yang nampak lebih hijau. Jadi, apakah ini saat yang tepat untuk mengundurkan diri? Keluar? Pindah perusahaan? Atau memulai bisnis sendiri? Apapun jawabannya, setidaknya ada beberapa pekerjaan rumah yang hendaknya dikerjakan. Nah, buku ini memberikan 26 daftar pekerjaan rumah itu.</p>
<p><em>Heh sebentar, mengapa pula saya harus bertahan di perusahaan ini kalau semuanya sudah ‘selesai’ buat saya? </em>Hmm…bagaimana ya, apa Anda yakin semuanya sudah ‘selesai’? Apa Anda yakin rumput itu memang lebih hijau? Apa Anda yakin masalah-masalah yang menyebalkan di perusahaan ini tidak akan Anda alami di perusahaan yang baru? Apa Anda yakin sudah tidak ada lagi yang menantang untuk dipelajari? Nah, demikianlah kiranya sebagian besar isi buku ini. Keluhan. Pertanyaan. Curhat. Jawaban. Lalu pertanyaan lagi. Demikian seterusnya. Kalau mau dirangkum dalam beberapa ide besar, kiranya demikian:</p>
<ul>
<li>Tanyalah. Anda tidak akan mendapatkan apa yang tidak anda minta. Tak ada ruginya, karena memang Anda berhak untuk bertanya dan meminta. Tentu dengan cara-cara yang elegan.</li>
<li>Jangan menunggu orang lain, siapapun itu, melakukannya untuk Anda. Jika Anda menginginkan sesuatu, Andalah orang pertama yang melakukannya, bukan orang lain.</li>
<li>Banyak-banyak mendengar dan memahami.</li>
<li>Terus kenali diri Anda sendiri. Cita-cita, rasa suka, rasa benci, semuanya. Apa yang Anda inginkan? Bagaimana semua itu mempengaruhi pilihan-pilihan Anda?</li>
<li><em>(Hei, ini tampak sebagai penjabaran, bukan rangkuman…) Ups, nampaknya saya belum mendapatkan ide-ide besarnya. Eh, atau memang ide besarnya cukup banyak?</em></li>
</ul>
<p>Yang membuat buku ini bagus antara lain penulisnya yang berpengalaman menangani keluhan rutin karyawan yang hendak keluar, gaya penyampaiannya yang santai tapi mengena, pertanyaan-pertanyaan yang bagus, dan kutipan-kutipan yang sayang untuk dilupakan. Ternyata bersyukur dengan pekerjaan yang sudah dijalani memang tidak mudah. Apalagi jika terdengar kabar lulusan perguruan tinggi tertentu mudah sekali pindah-pindah perusahaan sehingga muncul istilah ‘kutu loncat’ itu <em>lho</em>.</p>
<p>Membaca buku ini saya jadi teringat nasihat tentang hak dan kewajiban yang memang seharusnya sudah kita miliki saat kita bergabung ke organisasi tertentu. Saat kita telah bergabung, kita sudah termasuk pada definisi tentang organisasi itu. Dengan kata lain, kita menentukan bagaimana bentuk organisasi itu kemudian. Lihat? Kita punya kuasa. Kita adalah penentu. Hanya memang, sering kita abai. Tak mudah memang untuk benar-benar ‘klik’ dengan pekerjaan berikut segala macam keterkaitannya. Kalau ada yang bilang,</p>
<blockquote><p><em>Pilihlah pekerjaan yang kau sukai, maka Engkau tak akan perlu bekerja dalam hidupmu. (Confusius)</em></p></blockquote>
<p>maka seperti yang (mungkin) sering diulang oleh bagian HRD perusahaan,</p>
<blockquote><p><em>Ini bukan tentang memilih pekerjaan yang dicintai, tapi tentang mencintai pekerjaanmu.</em></p></blockquote>
<p><em>Hmm… butuh waktu melakukannya. Baca buku dulu, ah.</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Keterangan:</p>
<ul>
<li>Judul: Jangan Keluar Dari Pekerjaan Sebelum Dipecat, 26 Kiat Meraih Kesuksesan dan Kepuasan Kerja Tanpa Berganti Pekerjaan</li>
<li>Penulis: Beverly Kaye dan Sharon Jordan-Evans</li>
<li>Penerbit: Kaifa (2004)</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aprasetyo.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aprasetyo.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aprasetyo.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aprasetyo.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aprasetyo.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aprasetyo.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aprasetyo.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aprasetyo.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aprasetyo.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aprasetyo.wordpress.com/536/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=536&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/07/23/jangan-keluar-dari-pekerjaan-sebelum-dipecat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/549618ecbd106144652de0a09601a53a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aprasetyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/dsc00691_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00691</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Love This Game</title>
		<link>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/07/22/i-love-this-game/</link>
		<comments>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/07/22/i-love-this-game/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 07:21:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[basket]]></category>
		<category><![CDATA[futsal]]></category>
		<category><![CDATA[golf]]></category>
		<category><![CDATA[jogging]]></category>
		<category><![CDATA[lari]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[sport]]></category>
		<category><![CDATA[tenis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aprasetyo.wordpress.com/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang bilang bahwa “Life is A Game”. Hidup itu layaknya sebuah permainan. Ada peraturannya, pemainnya, lapangannya, penontonnya, dan tentu saja, wasitnya. Ah lupa, ada hadiah bagi pemenangnya dan hukuman untuk pecundangnya.  Ah lupa lagi (bagaimana, terdengar seperti lagu “cuma ingat kuncinya” itu kan?), ada batas waktu mulai dan berakhirnya. Dan jangan lupa, permainan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=517&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada yang bilang bahwa “<em>Life is A Game</em>”. Hidup itu layaknya sebuah permainan. Ada peraturannya, pemainnya, lapangannya, penontonnya, dan tentu saja, wasitnya. <em>Ah</em> lupa, ada hadiah bagi pemenangnya dan hukuman untuk pecundangnya.  <em>Ah</em> lupa lagi (<em>bagaimana, terdengar seperti lagu “cuma ingat kuncinya” itu kan?</em>), ada batas waktu mulai dan berakhirnya. Dan jangan lupa, permainan ini harus dibuat menyenangkan. Jelas kita tak semua setuju bahwa hidup adalah permainan. Tapi saya yakin kita semua setuju bahwa kita harus menghidupkan permainan yang kita jalani. Ok baiklah, ini sebenarnya tulisan tentang olahraga, yakni permainan yang kita lakukan dengan berbagai alasan mulai dari menjaga kesehatan sampai memenangkan gelar profesional tertentu. Jadi, apa olahraga kesenanganmu, dan mengapa?</p>
<ul>
<li><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/lari.jpg"><img style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;margin:0 0 0 5px;" title="Lari" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/lari_thumb.jpg?w=206&#038;h=149" border="0" alt="Lari" width="206" height="149" align="right" /></a> <strong>Jogging / Lari </strong>
<ul>
<li>Disarankan untuk meningkatkan stamina pernapasan dan denyut jantung, serta membakar lemak.</li>
<li>Mudah dilakukan di mana saja selama ada jalan. Seringkali dilakukan di lintasan lari yang tersedia di lapangan olahraga umum.</li>
<li>Bisa dilakukan sendiri atau beramai-ramai. Pagi, siang, atau malam.</li>
<li>Membosankan karena tak ada lawan. Target yang dikejar biasanya berupa jarak atau waktu tertentu. Eh, bisa saja ada lawannya, tapi tantangannya bukan mematikan lawan, cukup memacu diri sendiri untuk bisa berlari secepat dan sejauh mungkin.</li>
<li>Peralatan yang dibutuhkan: sepatu lari, <em>stopwatch</em> (kalau dibutuhkan untuk mengukur waktu dan jarak tempuh), beban kaki (jika dibutuhkan untuk meningkatkan kekuatan otot kaki).</li>
<li>Secara alami sangat mudah dipelajari.</li>
<li>Kurang variatif gayanya. Lari?ya…begitu saja caranya. Kecuali mungkin ada gaya baru semacam lari mundur, tapi ini paling untuk memecahkan rekor dunia lari mundur terjauh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Murah. Paling keluar uang untuk bayar masuk lintasan lari Rp. 1.000 – Rp. 2.000. Itu juga kalau ditarik bayaran.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Renang</strong> <a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/renang.jpg"><img style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;margin:0 0 0 5px;" title="Renang" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/renang_thumb.jpg?w=213&#038;h=153" border="0" alt="Renang" width="213" height="153" align="right" /></a>
<ul>
<li>Olahraga yang menurut penelitian termasuk yang sangat baik untuk meningkatkan kemampuan aerobik sekaligus kekuatan otot. Orang tua biasanya juga disarankan untuk membawa anak kecilnya bermain air dan belajar renang sejak dini.</li>
<li>Secara eksplisit disebut dalam hadits Rasul bersama olahraga berkuda dan memanah.</li>
<li>Hanya bisa dilakukan di dalam air, baik yang alami seperti sungai, pantai, dan danau, maupun yang buatan seperti kolam renang atau waduk. Oya, bagi penduduk di perkotaan, kolam renang sekarang sudah banyak yang menyediakan kolam air hangat bagi yang tak kuat dingin. Sayang belum banyak kolam yang khusus wanita, kasihan bagi yang ingin renang tapi tak mau digabung di kolam umum.</li>
<li>Bisa macam-macam gaya: dada, bebas, lumba-lumba, dan punggung. Gaya batu mohon tidak dihitung, ya. Masing-masing gaya punya fungsinya masing-masing:
<ul>
<li>Gaya Dada. Gaya yang paling awal dipelajari. Paling mudah di antara yang lain, tapi kecepatannya rendah. Biasa digunakan untuk menikmati renang itu sendiri. Sering juga disebut Gaya Kodok karena gerakan tangan dan kaki perenang menyibak-nyibak air mirip sekali dengan gerakan kodok.</li>
<li>Gaya Bebas. Gaya kedua yang dipelajari setelah gaya dada. Koordinasi tangan, kaki, dan kepala lebih sulit daripada gaya dada, akan tetapi kecepatannya lebih tinggi. Gaya ini digunakan untuk renang jarak jauh mengingat gerakan tangan dan kakinya alami mengikuti gravitasi sehingga lebih mampu menghemat energi yang dikeluarkan.</li>
<li>Gaya Lumba-lumba. Gaya ini paling sulit dipelajari, dan kebanyakan perenang cukup puas sampai menguasai gaya bebas (bahkan ada yang cukup dengan gaya dada saja). Sulit karena membutuhkan kekuatan dan kelenturan otot perut untuk melentingkan tubuh bagian atas dan melecutkan kaki dalam koordinasi gerakan mirip lumba-lumba. Selain otot perut, otot bahu juga dibutuhkan untuk melakukan gerakan seperti mengembangkan sayap untuk terbang, lalu di air dibutuhkan untuk mendorong tubuh ke depan. Karena gerakan seperti sayap ini, ada juga yang memberi nama gaya ini dengan Gaya Kupu-Kupu. Oya, jika dipraktekkan akan menimbulkan kegaduhan di kolam akibat lecutannya menghempaskan air kemana-mana.</li>
<li>Gaya Punggung. Gaya ini sama prinsip kerjanya dengan Gaya Bebas. Bedanya, perenang menghadap ke udara, bukan menghadap ke dasar kolam, sehingga perenang tak dapat melihat ujung dinding kolam. Dalam melakukannya, perenang sebaiknya menghitung seberapa jauh jarak ujung kolam yang ia tuju. Hal ini penting karena renang tak akan nyaman sambil menduga-duga seberapa jauh lagi sebelum tangan atau kepala membentur tepi kolam (<em>sakit, man</em>!). Bagi kolam beratap, konstruksi melintang atap kolam bisa dijadikan patokan.</li>
</ul>
</li>
<li>Bisa dilakukan sendiri atau beramai-ramai sambil memainkan polo air. Fasilitas semacam <em>water-boom</em> biasanya mengkombinasikan renang dengan wahana air semacam perosotan berliku-liku. Anak-anak pasti senang sekali bermain air seharian. Besoknya langsung flu.</li>
<li>Peralatan yang dibutuhkan: kostum renang, kaca mata renang, penutup kepala karet (jika dibutuhkan), penyumbat hidung / telinga (jika dibutuhkan), kaki katak (jika dibutuhkan). Oya, di awal pembelajaran biasa digunakan pelampung, baik dalam bentuk papan maupun semacam rompi berisi udara.</li>
<li>Dapat dipelajari sendiri, walaupun bantuan pelatih akan sangat membantu keindahan dan ketepatan gerakan.</li>
<li>Relatif lebih mahal daripada lari. Kolam dingin semacam di Sabuga bisa seharga Rp. 5.000. Tapi cukup terbuka, dan mudah terbakar matahari saat siang menjelang. Kolam air hangat minimal sekitar Rp. 20.000-an. Selain fasilitasnya lebih baik, biasanya bisa digunakan sampai malam hari.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Tenis </strong><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/tennis.jpg"><img style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;margin:0 0 0 5px;" title="Tennis" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/tennis_thumb.jpg?w=153&#038;h=223" border="0" alt="Tennis" width="153" height="223" align="right" /></a>
<ul>
<li>Citra olahraga ini lebih ke hubungan bisnis. Olahraga mahal dan hanya kalangan yang ‘mapan’ yang memainkannya. Tak sepenuhnya benar, walaupun sebagian besar memang demikian.</li>
<li>Hanya bisa dilakukan di lapangan tenis minimal oleh 2 orang (<em>tak mungkin lah main sendirian…</em>)</li>
<li>Dibutuhkan pelatih untuk belajar melakukan berbagai macam teknik pukulan seperti <em>forehand, backhand, lob, volley, smash, dan service</em>. Percayalah, tak mudah membuat bola tenis mengikuti lintasan parabola yang menukik tajam di lapangan lawan. Oya, banyak juga <em>ball-boy</em> (orang yang bertugas mengumpulkan bola-bola mati yang tersebar di sekitar lapangan untuk diberikan ke pemain) yang kemudian menjadi pemain dan pelatih karena rajin mengamati dan berlatih <em>trial-error</em> sendiri.</li>
<li>Menegangkan saat beradu pukulan dengan lawan yang hendak mencuri poin dari kita. Menyenangkan saat melihat pukulan kita masuk dengan manis setelah membuat lawan kelelahan lari ke sana ke mari.</li>
<li>Peralatan yang dibutuhkan: raket dan bola tenis</li>
<li>Relatif agak mahal untuk membeli raket tenis yang bagus berikut bolanya. Sewa lapangan di Sabuga sebagai contoh, Rp. 40.000 per 2 jam.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Basket</strong><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/basket.jpg"><img style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;margin:0 0 0 5px;" title="Basket" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/basket_thumb.jpg?w=159&#038;h=232" border="0" alt="Basket" width="159" height="232" align="right" /></a>
<ul>
<li>Olahraga yang penuh gaya. <em>Style</em>. <em>Funky</em>. Anak muda banget. Ada istilah <em>streetball</em> (<em>street basketball</em>) untuk menyebut permainan bola basket yang penuh gaya, bukan hanya masalah memasukkan bola ke dalam keranjang.</li>
<li> Bisa dipelajari lewat klub basket bersama pelatih atau berlatih otodidak bersama kawan-kawan. Berbagai macam gerakan dipelajari seperti <em>dribbling, shooting, blocking, rebounding</em> (bukan meluruskan rambut itu, ya), <em>passing, driving, dan defence</em>. Ada juga berbagai istilah unik untuk memberi nama gerakan dalam <em>streetball</em> seperti <em>eiffel tower, python, egg roll, see no evil</em>, dan sebagainya. Sejauh ini <em>street basketball</em> merupakan olahraga yang paling banyak gayanya. Tak heran masalah<em> fashion</em> pun sangat diperhatikan oleh pebasket.</li>
<li>Dimainkan di lapangan basket. Bisa dengan satu ring (misalnya untuk permainan <em>3 on 3</em>) atau dua ring untuk permainan <em>full-team</em>.</li>
<li>Bisa dilakukan sendiri sambil berlatih <em>driblling, shooting, atau slam dunk</em>.</li>
<li>Bagian paling menyenangkan dari basket adalah saat bola berhasil masuk dengan manis ke keranjang. Rasanya seperti berhasil mencapai target yang diinginkan dalam hidup. Mungkin bisa menjadi terapi bila rencana-rencana hidup kita sering meleset.</li>
<li>Peralatan yang dibutuhkan: bola basket.</li>
<li>Murah, bahkan gratis bila bermain di lapangan basket milik umum. Alternatif lain bisa menyewa GOR Basket jika digunakan untuk pertandingan resmi.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Sepak Bola / Futsal</strong><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/sepakbola2.jpg"><img style="border-right:0;border-top:0;display:inline;border-left:0;border-bottom:0;margin:0 0 0 5px;" title="SepakBola2" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/sepakbola2_thumb.jpg?w=226&#038;h=156" border="0" alt="SepakBola2" width="226" height="156" align="right" /></a>
<ul>
<li>Ada yang bilang kalau tidak tertarik sepak bola, bukan laki-laki namanya. <em>Hahaha</em>, ada-ada saja. Tapi mungkin karena begitu gandrungnya sekian banyak laki-laki dalam olahraga ini, sampai-sampai muncul pernyataan tadi. Sejauh ini, sepak bola merupakan olahraga yang sedemikian populernya untuk menyatukan sekian banyak orang dalam satu waktu menonton Piala Dunia. Sekian banyak penonton dan pendukung klub kesayangan. Tak heran fanatisme klub atau negara timbul setiap ada pertandingan. Hebat sekali kalau membayangkan efek sepak bola dalam mengumpulkan sekian banyak kepala dalam sebuah permainan.</li>
<li>Sepak bola mini / futsal sekarang begitu digandrungi masyarakat perkotaan. GOR Futsal ramai digunakan orang dimana-mana. Siang, malam, ada saja yang main. GOR Futsal ini cukup menguntungkan bagi pemiliknya sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan arena bermain <em>indoor </em>untuk digunakan seusai pulang kantor.</li>
<li>Hanya menarik kalau dimainkan beramai-ramai.</li>
<li>Bisa dipelajari secara otodidak atau dengan belajar di klub sepak bola.</li>
<li>Selain di lapangan sepakbola / futsal, permainan ini biasa juga dimainkan anak-anak di lapangan parkir yang kosong atau di jalanan komplek.</li>
<li>Secara pergaulan sosial, futsal dapat memfasilitasi hubungan informal dengan relatif banyak orang dalam waktu bersamaan. Antar kantor / komunitas di suatu kawasan tertentu biasanya mempunyai jadwal pertandingan futsal untuk anggota / karyawannya.</li>
<li>Peralatan yang dibutuhkan: bola sepak, sepatu bola, dan sarung tangan kiper (kalau jadi kiper).</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Golf</strong><a href="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/golf.jpg"><img style="border-right:0;border-top:0;display:inline;margin-left:0;border-left:0;margin-right:0;border-bottom:0;" title="Golf" src="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/golf_thumb.jpg?w=163&#038;h=233" border="0" alt="Golf" width="163" height="233" align="right" /></a>
<ul>
<li>Jelas sekali olahraga eksklusif. Biasa dimainkan oleh level manajer ke atas. Kadang tak habis pikir bagaimana lahan seluas sekian hektar hanya ditanami rumput dan dibuat lubang kecil untuk memasukkan bola.</li>
<li>Biasa diadakan dalam rangka menggalang dana dari kalangan berduit atau menawarkan proposal bisnis beromzet puluhan sampai ratusan juta (<em>hahaha, yang ini sok tahu…</em>).</li>
<li>Dibutuhkan pelatih untuk mengajarkan teknik memukul bola dan memilih tipe stik yang tepat sesuai jarak dan kontur lapangan.</li>
<li>Filosofi di baliknya mungkin mengajarkan pemainnya untuk jeli memperhitungkan berbagai faktor menuju tujuan. Merencanakan tahap demi tahap berikut sumber daya yang dipilih sampai tujuan tercapai.</li>
<li>Peralatan yang dibutuhkan: Stik berbagai macam tipe. Satu stiknya berharga puluhan hingga ratusan ribu rupiah.</li>
<li>Relatif mahal. Hitung saja biaya membeli peralatan berikut menyewa lapangan dan membayar <em>caddy (eh, hubungan dengan caddy cukup di lapangan saja ya. Halah, mulai nyambung ke kasus yang lain. Maaf maaf, kembali ke jalan yang benar…</em>).</li>
<li>Tidak banyak aktivitas aerobik yang dilakukan. Lihat saja cara memainkannya. Pukul bola, lalu berjalan ke tempat bola tersebut jatuh, lalu pukul lagi sampai masuk ke <em>hole. </em>Sebagian besar aktivitas adalah berjalan, menikmati pemandangan dan udara segar, serta berbincang dengan calon rekan bisnis<em>, hehehe.</em></li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Masih banyak macam olahraga yang mengajarkan berbagai hal semacam catur, sepatu roda, <em>ice skating, </em>ski, berkuda, memanah / menembak, bela diri, dan sebagainya. Bergantung pada bakat dan minat kita, olahraga-olahraga ini bisa bermanfaat lebih dari sekedar berlatih aerobik dan membakar lemak. Berlatih ketangkasan, kerja tim, ketepatan, kecepatan, kekuatan, dan sportivitas. Lebih dari itu, kita berusaha menikmati permainan layaknya kita menghargai ‘permainan’ dalam hidup kita. Sama seperti slogan NBA yang menjadi judul tulisan ini, “<em>I Love This Game</em>”.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>* Keterangan:</p>
<ul>
<li>Harga-harga yang ditampilkan adalah kisaran harga di Bandung pada saat tulisan ini dibuat.</li>
<li>Gambar-gambar diambil dari <a title="Foto Olahraga" href="http://www.fotosearch.com/superstock/sports-icons/SPS112/">sini</a>.</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aprasetyo.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aprasetyo.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aprasetyo.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aprasetyo.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aprasetyo.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aprasetyo.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aprasetyo.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aprasetyo.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aprasetyo.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aprasetyo.wordpress.com/517/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aprasetyo.wordpress.com&blog=671647&post=517&subd=aprasetyo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aprasetyo.wordpress.com/2009/07/22/i-love-this-game/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/549618ecbd106144652de0a09601a53a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aprasetyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/lari_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/renang_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Renang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/tennis_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tennis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/basket_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Basket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/sepakbola2_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SepakBola2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aprasetyo.files.wordpress.com/2009/07/golf_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Golf</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>