12
Apr
07

Kecelakaan Lalu Lintas in Bandung

Rusaknya prasarana publik bisa mencelakakan orang. Salah satunya terjadi belum lama ini tak jauh dari rumah. Pembatas jalan yang berupa beton yang dihiasi oleh lampu jalan dan ditumbuhi rumput pun harus diwaspadai. Kejadiannya bermula saat seorang penyeberang jalan, sebut saja Tuti, hendak menyeberang. Pembatas jalan ini, mungkin lebih tepat jika disebut pembelah jalan, berada di tengah-tengah ruas jalan, melintang membatasi antara dua jalan dengan arus kendaraan yang berlawanan. Tuti sudah menyeberang dari ruas jalan yang satu dan sedang menunggu kesempatan menyeberangi ruas jalan lainnya agar sampai ke seberang. Tak disangka, kaki Tuti tersandung lubang yang tak nampak jelas karena tertutupi rerumputan. Akibatnya, tubuh Tuti terjatuh mengenai badan jalan setelah membentur ban (ya, roda kendaraan) mobil yang sedang melintas di depannya. Kepalanya menyentuh jalan terlebih dahulu yang menyebabkan luka di wajah.

Bersyukur sekali, jalan sedang lengang sehingga tidak ada kendaraan di belakang mobil tersebut, jika tidak keadaannya bisa jauh lebih buruk. Lebih bersyukur lagi, tidak ada luka serius walaupun kepalanya mengalami cedera. Beberapa orang segera menolong, termasuk sopir mobil yang nampak cemas karena merasa bersalah (walaupun sebenarnya tidak). Syukurlah Tuti segera mendapat perawatan di rumah sakit terdekat (cepat sembuh ya, Ti..). Kecelakaan ini sangat tidak perlu terjadi bila prasarana publik terawat dengan baik dan pengguna jalan waspada dalam berlalu lintas. Di negeri lain, korban dapat menuntut pihak penyedia prasarana lalu lintas (tentu saja pemerintah kota) atas kelalaian pemeliharaan ini.

Apalagi dengan kondisi lalu lintas Bandung yang semakin hari nampak semakin semwarut menyebabkan risiko kecelakaan meningkat. Aggressive riding salah satunya, meminjam istilah di koran Pikiran Rakyat. Mobil atau motor bergerak ugal-ugalan yang beresiko mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Motor yang sering berjalan melawan arus karena tak mau repot memutar sangat beresiko mencelakakan pejalan kaki dan penyeberang yang tidak menyedari datangnya kendaraan.

Belum lagi keluhan penyeberang jalan yang sangat sulit untuk menyeberang karena arus kendaraan yang begitu padat dan malas menghentikan kendaraannya sejenak untuk membiarkan orang menyeberang. Kadang saya menyempatkan untuk melihat ekspresi penyeberang jalan yang nampak kesal karena sudah lama menunggu kesempatan menyeberang yang tak kunjung datang. Yang cukup pede menuntut haknya langsung menyeberang dengan yakin, memaksa kendaraan untuk menurunkan kecepatan. Yang putus asa mengharap pengendara mengalah kadang justru diam saja kalau ada kendaraan yang memberi kesempatan. “Nunggu lengang aja ah”, mungkin begitu pikirnya.

Memang, sesuai peraturan lalu lintas seharusnya sopir mengalah untuk memberikan kesempatan jika ia melihat ada orang yang hendak menyeberang. Paling di-klakson mobil belakang jika kita memberi kesempatan itu, terutama kalau mobil di belakang kita termasuk aggressive rider, yang maunya cepat sampai saja. Sampai kapan jatuh korban akibat ketidakdisiplinan dan minimnya etika kita berlalu-lintas ?


0 Responses to “Kecelakaan Lalu Lintas in Bandung”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: