Pojok Sampoerna

Kalau sempat main-main ke perpustakaan pusat ITB, sempatkanlah menengok tempat yang satu ini. Letaknya di dekat tangga naik ke lantai 2. Dari luar terlihat ruangannya eksklusif dan nampak mencolok jika dibandingkan dengan warna dinding sekitarnya.

Ya, ruangan itu sumbangan dari Sampoerna Foundation, yayasan pabrik rokok nomor 1 di Indonesia. Sebelum bicara tentang kontradiksi rokok (secara agama, kesehatan, ekonomi) dan sumbangannya untuk pendidikan Indonesia, tengoklah sebentar ke dalam.

Setelah membuka pintu pandangan kita langsung dimajakan dengan suasana cozy, serasa di rumah sendiri atau di kafe. Karpet merah, sofa putih yang didesain apik, dan warna dinding yang teduh cukup menggoda kita untuk betah di dalamnya. Tak hanya itu, rak buku yang berisi buku-buku baru segera menjadi tempat pertama yang dituju. Seumur-umur di ITB, gak pernah menjumpai pustaka yang ‘segar’ begini. Buku The Present juga saya dapat di sini.Oya, jangan khawatir soal udara panas, ruangan ini ber-AC.

Bosan membaca ? duduklah di depan TV yang menghubungkan Anda dengan channel-channel Indovision. Biasanya temen-temen 2006 TPB suka nonton ESPN atau channel olahraga (bola dong, apalagi?) saat jam istirahat siang. Tak hanya itu, buat tugas atau belajar insyaAllah cukup nyaman juga.

Bosan acara TV? Barangkali kumpulan dokumentasi Sampoerna Foundation tentang tokoh-tokoh Indonesia yang suka ditayangkan di Metro TV bisa juga dicoba. Apalagi ya? Oya, tentu saja bagi yang punya laptop bisa tetap terkoneksi ke internet via hotspot. 6 komputer juga tersedia untuk yang mau browsing-browsing.

Tak lupa ada foto yang memajang mahasiswa-mahasiswi terbaik Sampoerna seperti “Hall of Fame”. Ambil satu buku dan nikmati suasananya, lebih enak lagi kalau ditemani teman sambil menyeruput secangkir teh hangat.

*kalau se-gedung perpus pusat begini semua, insyaAllah tak akan sepi dan terkadang menyeramkan
**Rokok dan pendidikan? terasa nggak nyambung, tapi siapa yang bisa nolak bantuan besar untuk pendidikan? walaupun donaturnya perusahaan rokok kelas dunia.

6 thoughts on “Pojok Sampoerna

Add yours

  1. lho mas, sampoerna dah bukan perusahaan rokok lagi kok sekarang. divisi rokoknya kan udah dijual ke philip-morris. nama sampurna memang masih dipakai di pabrik itu. mungkin bentar lagi berubah.

    Putra Sampurna, pemilik awal, memang orang yang kaya luar biasa. Ada sedikit profil tentang dia di wikipedia. Coba saja cari dengan keyword “Putra Sampoerna”.

    Hanya saja bukan berarti tidak ada masalah. Ternyata dia juga punya bisnis perjudian di Shanghi dan Hong Kong.

    Huh, ternyata lebih parah dari rokok ya.

  2. * Fathi : oya, ralat kalo gitu, makasi Fath. Pojok Sampoerna itu kayanya dibangun saat Sampoerna masih dagang rokok. Sekarang jadi judi? Wah, makin serba salah aja pendidikan kita yang lagi butuh duit 😦

  3. Adakah yang mau buat perusahaan “sekelas” sampoerna yang concern pada pendidikan tanpa harus memancing tanya “apakah hubungan rokok dengan pendidikan”?
    *wuih, perlu kerja keras dan cerdas…
    Damang ?

  4. *Dika : kayanya calon Direktris-nya sudah ada, gimana? he2.. alhamdulillah damang.. Kalau saja anggaran pendidikan negara n manajemennya OK, mungkin donatur perusahaan2 yg lebih bersih lainnya mau ikut bantuin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: