29
May
07

Mengemis Kasih

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
kepada manusia yang alpa jua buta

Lalu terheretlah aku di lorong gelisah
luka hati yang berdarah kini jadi kian parah

Semalam sudah sampai ke penghujungnya
kisah seribu luka kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi ku ulangi
gerak dosa yang menghiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
tapi rahmatMu melangit luas
Harga selautan syukurku

hanyalah setitis nikmatMu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
namun pengampunanMu tak pernah bertepi
Bila selangkah ku rapat padaMu
seribu langkah Kau Rapat padaku

(Mengemis Kasih – Raihan)

cukup sudah!


4 Responses to “Mengemis Kasih”


  1. May 31, 2007 at 1:24 am

    Loh kok “cukup sudah!” ? Nggak ngerti…

  2. May 31, 2007 at 1:48 am

    *Uqi: maksudnya cukup sudah buat tulisan yang di-tebelin Qi.

  3. June 4, 2007 at 8:12 am

    udah lama ga dgr nasyid itu, jd inget lg..

  4. June 4, 2007 at 3:51 pm

    *sandra: sok atuh diinget2 lagi…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: