19
Jun
07

Lari Tau-Hid

JoggingLari atau jogging, sebuah olahraga yang relatif sederhana dan mudah dilakukan. Tidak percaya? cukup gerakkan kaki lebih cepat dari jalan biasa sambil tangan diayunkan, dan tentu saja..maju ke depan. Selain murah meriah, lari terbukti sebagai salah satu olahraga kardiovaskular (untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah) urutan teratas bersama renang.

Bagi orang Bandung tentu tidak asing dengan sarana track lari yang berada di Sorga (Sarana Olahraga Ganesha) atau lebih akrab dengan nama Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) yang terletak di bagian utara kompleks kampus ITB. Di sini pengunjung mencapai puncaknya pada Sabtu dan Minggu, karena keduanya hari libur kerja dan kuliah sehingga banyak yang memanfaatkan kedua hari tersebut untuk berolahraga, berlari salah satunya.

Ok, kita juga dah tahu itu..lalu apa hubungannya dengan judul artikel ini? Ya, banyak yang bisa dilakukan orang sambil berlari. Sebut saja mendengarkan musik lewat MP3 player yang diselipkan di pakaian, ngobrol bareng temen, atau ‘cuci’ mata liat sana sini. Semua bisa dilakukan mengingat untuk berlari tak dibutuhkan banyak konsentrasi selain tetap melangkahkan kaki dan lihat kemana arah langkahnya (ya iya lah). Nah, ternyata sambil lari juga bisa sekalian dzikir! alias mengingat kebesaran Allah. Wow, bagaimana caranya?

Coba begini, sambil melangkahkan kaki…

La – ila – ha – il   – la – llah (dzikir)
ka – ka  – ki  – ka – ki – ka    (langkah kaki)

iramanya pas dan bisa untuk menyesuaikan langkah lari, tidak terlalu cepat atau lambat.

Kalau dihitung-hitung, sekali dzikir bisa 8 langkah. Kalau 8 langkah bisa mencapai 10 meter, maka satu track lintasan di Sorga yang kira-kira panjangnya 240 m bisa dapet 24 kali dzikir. Kalau sekali lari bisa 6-8 keliling, maka bisa dapat minimal 144 kali dzikir. Lumayan, sambil olahraga bisa tetap mengingatNya sekaligus jaga hati dari liat yang macem-macem, maklum kalau lagi ramai jadi mirip fashion show. Oya, kita beri nama model lari begini “Lari Tau-hid”, karena sambil lari bisa sambil memantapkan tauhid kita. Biar agak gaya (halah) kita pisahkan “Tau” dan “Hid”-nya

Oya, awalnya mungkin terasa aneh (lari malah kaya orang tahlilan) tapi kalo serius dan dihayati rasanya lari itu jauh lebih semangat! atau bayangkan saja saat lari itu kita sedang di medan perang yang genting untuk menjadi yang tercepat (ya, tercepat!) merebut pos pertahanan musuh. Hidup mati pasukan di tangan kita, tidak mungkin mundur! Anggap saja latihan jihad secara fisik, bukankah orang yang tidak pernah berniat dan mempersiapkan diri untuk situasi seperti itu akan meninggal dalam keadaan jahiliah? begitu kata rasul kita.

Bagaimana? silakan dicoba, ayo semangat!


3 Responses to “Lari Tau-Hid”


  1. 1 Iko
    June 20, 2007 at 5:18 am

    Bagus juga ide ini, gak kepikiran kalo bisa seperti ini.

    Biasanya,… kalo dlm perjalanan di dalam mobil, kita hanya bisa berdzikir… lebih tenang.

  2. June 25, 2007 at 12:30 pm

    *Iko: ya dzikir juga bisa membangkitkan semangat, jadi lari pun bisa di-dzikir-kan🙂

  3. July 4, 2007 at 8:06 am

    Eh, jalannya dobel kanan dulu ya? kok ka-ka-ki-ka-ki-ka ..😀

    Hm, klo diseimbangkan dengan langkah kaki, malah takutnya cara bacanya jadi salah, malah ga afdhal dong. Gimana tuh?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: