23
Jul
07

Pikiran Bahagia

Tiga film fiksi yang sempat ditayangkan di televisi belum lama ini menghidupkan satu ide yang sama, terutama setelah membaca buku ini. Ide tentang kekuatan pikiran bahagia. Ya, pikiran akan perasaan bahagia yang pernah dialami seseorang dalam hidupnya.

  1. Hook
    Film ini menceritakan Peter Pan yang telah lama meninggalkan Neverland (negeri anak-anak, diceritakan anak-anak sangat lambat mengalami proses penuaan) kembali untuk menyelamatkan anak-anaknya yang ditawan Kapten Hook. Tapi ada satu masalah, agar bisa terbang dan bertarung, Peter Pan harus memunculkan pikiran bahagia. Sebagai seorang pengacara, diceritakan Peter Pan yang sudah bapak-bapak ini sulit sekali menemukan pikiran itu, sampai dia menemukan kembali kenangan masa kecilnya. Di situlah ia kembali teringat betapa bahagianya dulu saat ia menjadi ayah pertama kalinya! Ya, saat kelahiran anak pertamanya. Tiba-tiba tubuhnya bisa melayang dan terbang, tentunya selama pikiran bahagia itu terus diingat dan mendominasi pikirannya. Alhasil, Peter Pan kembali beraksi, menggulung Kapten Hook, dan menyelamatkan anak-anaknya.
  2. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
    Seorang narapidana penjara Azkaban di negeri sihir, Sirius Black, berhasil melarikan diri. Disinyalir kaburnya Sirius bertujuan untuk membunuh Harry Potter, tokoh utama kisah ini. Maka diutuslah penjaga penjara Azkaban yang bernama Dementor. Cara kerja Dementor ini adalah dengan menghisap rasa bahagia dan menyisakan ketakutan yang amat sangat pada siapapun yang menjadi targetnya atau menghalangi jalannya. Harry terpaksa harus melawan Dementor karena ternyata Sirius tidak bersalah terhadap tuduhan membunuh kedua orang tua Harry. Di sinilah ia diajari sebuah mantera yang hanya dapat bekerja bila pemiliknya memikirkan pikiran bahagia yang kuat. Maka pada saat-saat kritis, Harry pun berhasil mengeluarkan mantera itu dengan sebuah pikiran bahagia: mengingat kedua orang tuanya yang sangat mencintainya. Saking hebatnya pikiran itu, puluhan Dementor bisa diatasinya, padahal sebelumnya satu saja sudah kewalahan. Alhasil, Dementor kabur, dan Sirius untuk sementara berhasil diselamatkan.
  3. Life Is Beautiful
    Film ini bercerita tentang Guido, seorang Yahudi yang ditawan di kamp konsentrasi Nazi (pada PD II) bersama istri dan anak laki-lakinya. Dengan rasa cintanya yang luar biasa, ia mampu melindungi pikiran si anak dari maut yang mencekam di kamp tersebut. Ia mampu memanipulasi perjuangan hidup mati di kamp itu menjadi sebuah permainan menyenangkan untuk mengumpulkan poin demi memenangkan sebuah tank. Ya, tank bagi seorang anak laki-laki merupakan hadiah yang istimewa. Walaupun akhirnya ia harus tewas di tangan serdadu Jerman, si anak merasakan kemenangan memperoleh sebuah tank saat tentara Amerika menyerbu kamp dan membebaskan tawanan. Si anak sangat bangga dengan ayahnya yang mampu terus menghidupkan pikiran bahagianya. Kehebatan akting dan jalan cerita yang menyentuh mampu mengubah aroma kematian yang dekat menjadi drama kasih sayang keluarga.

Sedemikian kuatkah pikiran bahagia? Mungkinkah ia bisa memunculkan yang terbaik dari diri kita, atau membuat kita melakukan sesuatu yang tidak kita sangka sebelumnya? Atau mungkinkah bisa mengembalikan kepercayaan diri kita saat kita sedang down? Lalu yang menarik pula, kedua tokoh di film itu nampak kesulitan untuk menemukan satu pikiran bahagia yang benar-benar bahagia. Pikiran bahagia yang kuat bercokol dalam ingatannya. Benarkah pikiran kita lebih banyak diisi oleh pikiran yang tidak bahagia? Atau begitu sulitkah merasakan bahagia? Dalam kedua film itu pikiran bahagia yang benar-benar bahagia ditemukan dalam lingkungan keluarga. Contohnya Peter Pan dengan kelahiran anak pertamanya, Harry dengan cinta orang tuanya, dan Guido dengan anak lelakinya . Sedemikian kuatkah kebahagiaan dalam keluarga ? Itukah sakinah, mawaddah, atau rahmah? Di sanakah kebahagiaan?

Lalu Anda sendiri, apa pikiran bahagia Anda? Atau mungkin Anda setuju dengan lirik sebuah lagu tentang pikiran bahagia (I believe i can fly):

But now I know the meaning of true love
I’m leaning on the everlasting arms

If I can see it, then I can do it
If I just believe it, there’s nothing to it

I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly


1 Response to “Pikiran Bahagia”


  1. July 23, 2007 at 4:00 am

    Atau mungkin Anda setuju dengan lirik sebuah lagu..

    wah, setuju banget pak..
    be positive🙂

    Agung:
    idem, setuju juga pak.Btw yang nyiptain lagu “i believe i can fly” mungkin terinspirasi juga oleh Peter Pan, sama-sama mau terbang?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: