12
Nov
07

Bohong-kah itu?

Kata-kata yang kita ucapkan setiap harinya, sedikit atau banyak mungkin kita pernah berkata sesuatu yang secara tekstual bisa dikatakan benar, tapi secara makna tidak tepat (atau tidak baik?). Misalnya, seorang teman membuat janji pada kita, “Kita ketemu ba’da (setelah) shalat Zuhur ya”. Tepat setelah shalat Zuhur selesai, karena ingin menepati janji kita segera datang ke tempat yang disepakati, namun teman kita tidak kunjung datang. Lima belas menit sampai setengah jam menunggu dia tak pula nampak. Hingga satu jam kemudian datanglah ia dengan alasan, “Lho, ini juga kan ba’da Zuhur” maksudnya, sekarang juga kan ya…sesudah shalat Zuhur selesai. Iya sih, secara tekstual dia nggak salah, kita juga nggak salah karena dua-duanya sama-sama datang setelah Zuhur selesai. Bahkan kalau shalatnya baru jam 2 siang, datang jam setengah tiga pun ya tidak masalah. Secara tekstual tidak ada masalah, karena memang kata “ba’da Zuhur” bisa menunjuk ke waktu yang rentangnya agak lebar. Tapi kalau mau jujur, bukankah biasanya “ba’da Zuhur” itu berarti waktu 10-15 menit setelah shalat Zuhur berikut dzikir, doa, dan shalat sunnah sesudahnya selesai dilakukan dalam waktu yang normal ? Jadi saat disebut “ba’da shalat” orang sudah mengerti begitulah maksudnya.

Beberapa contoh lainnya, :

  1. A: Udah makan? (maksudnya makan siang hari ini)
    B: Udah (sudah makan siang, kemarin…lha pertanyaannya sudah makan atau belum, tidak salah kan kalo jawabannya begini). Biasanya sungkan saat ditawari makan siang oleh seseorang.
  2. Guru: Tugas sudah dikerjakan? (maksudnya tugas fisika yang ditugaskan minggu lalu)
    Siswa: Sudah, Bu. (yang 2 minggu lalu
    sudah Bu, tapi yang minggu lalu belum)
  3. Bapak: Dari mana sampai pulang malam? (maksudnya tempat mana yang kau kunjungi terakhir sampai baru pulang malam begini)
    Anak: Dari kampus, Pak. (tadi pagi sampai siang di kampus, sore sampai malam main di rumah teman di dekat kampus. Jadi, ya..masih daerah sekitar
    kampus juga)

Dan banyak contoh lainnya yang berupa jawaban yang tidak mengungkapkan semua fakta yang ada, hanya menjawab berdasarkan teks pertanyaan. Biasanya dilakukan karena ada yang disembunyikan karena berbagai alasan seperti untuk jawaban diplomatis, agar kesalahan tidak terlihat, taktik mengecoh pemikiran musuh, dan sebagainya.

Sebenarnya dengan pertanyaan yang singkat seperti beberapa contoh di atas lawan bicara dapat menangkap konteks pertanyaan dengan jelas. Misalnya, buat apa menanyakan makan siang kemarin dan tugas 2 minggu lalu, serta kampus yang dimaksud tentunya bangunan kampus sehingga rumah teman tidak masuk hitungan. Lalu apa kita harus berkomunikasi dengan kata-kata yang sedemikian detil layaknya kita bertanya pada mesin / komputer yang harus menerima input dengan sedemikian rincinya untuk menghasilkan jawaban sesuai maksud hati? Tentu tidak, kalau ada saling kepercayaan dalam berkomunikasi yang menjamin jawaban sesuai maksud pertanyaan. Layaknya protokol dalam jaringan yang menjamin data dapat ditransfer dengan utuh dan sampai dengan selamat ke tujuan.

Lalu, apakah tidak mengungkapkan semua fakta bisa dikatakan berbohong? Bagaimana pula dengan iklan-iklan yang menawarkan produk seolah tanpa cacat? Setiap produk baru yang dikeluarkan ke pasaran selalu nampak menonjol dengan fungsi dan formula baru, namun kita lihat pada waktu berikutnya muncul lagi produk yang lebih baru dengan fungsi dan formula yang lebih canggih. Berarti produk lama memiliki kekurangan, tapi yang dipromosikan cukup kelebihannya saja, karena takut tidak ada yang mau beli, benarkah? Bohong-kah itu?


2 Responses to “Bohong-kah itu?”


  1. November 25, 2007 at 10:38 am

    wah, gung… rasul membolehkan kok. pernah ada hadistnya kan saat rasul menyembunyikan seorang “buronan?” tapi, tentu saja, asalkan atas niat kebaikan atau humor (seperti contoh no.1).

  2. December 1, 2007 at 9:27 am

    @ numpanglewat: iya betul kang, ada, ‘bohong’ yang diperbolehkan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: