04
Dec
07

Jurnalisme IT dan Idealisme

Sabtu, 1 Desember 2007 yang lalu, Comlabs ITB menyelenggarakan free saturday lesson yang mengambil tema “Cyber Journalism” dengan menghadirkan pembicara Anton Pardede (Pimred Majalah Komputer PC Media), Rendy Maulana (Blogger), dan Krisna Murti (pengelola situs itb.ac.id). Acara bincang-bincang tambah ilmu di sabtu pagi itu terasa nyaman ditemani sebungkus wafer cokelat yang disediakan panitia.

Promosi yang disebarkan via milis menyatakan bahwa acara itu pada dasarnya mencakup wawasan mengenai tulis menulis di media online dan menulis seputar dunia IT yang dirangkum dalam judul “cyber journalism”. Bagi saya, topik ini cukup menarik untuk disimak mengingat aktivitas menulis dan apapun yang berbau IT kini sedang hangat-hangatnya meramaikan revolusi web 2.0 yang berbasis konten.

Bang Anton Pardede, pada diskusi itu menjadi nara sumber yang paling menarik perhatian peserta walaupun menurut saya apa yang beliau sampaikan tidak terlalu berhubungan dengan cyber journalism itu. Saya sering mendengar namanya di beberapa majalah komputer yang sempat menjadi pelopor, seperti majalah mikrodata, Chip, dan Infokomputer. Dan memang, lelaki yang punya hobi sebagai programmer dan dekat dengan masalah keamanan komputer semacam virus, pernah bekerja di majalah-majalah tersebut sebelum akhirnya sejak 7 tahun yang lalu diangkat menjadi pemimpin redaksi PC Media. Bang Anton menceritakan berbagai strategi PC Media mengejar dominasi Chip dan Infokomputer, mulai dari sirkulasi dan distribusi, sampai diferensiasi produk dengan inovasi majalah komputer mini setengah harga, yang pada saat krisis ekonomi justru meraih penjualan yang signifikan saat penjualan majalah format besar mengalami kelesuan.

Salah satu kunci sukses bagi PC Media adalah kemampuannya untuk beradaptasi, antara lain beliau sebagai pemimpin redaksi harus mampu meramu strategi yang ‘menguntungkan’ investor, redaksi, dan pembaca. Langkah yang sering diulang dalam penyampaiannya adalah tawar menawar antara idealisme (emang cuma mahasiswa aja yang idealis :P) dan bisnis. Idealisme di balik majalah ini yang saya tangkap secara implisit adalah menjadi majalah komputer yang mampu mengedukasi pembacanya untuk lebih menjadikan komputer sebagai alat produksi dengan belajar dan berlatih pemrograman, bukan majalah yang sekedar menjadi semacam katalog produk komputer. Selain dari sisi konten tersebut, majalah ini mengaku apa adanya memberitakan hasil pengetesan produk vendor yang biasa diulas di segmen hardware. Maksudnya, kalau berdasarkan pengetesan hasilnya jelek ya ditulis jelek, tidak lalu kemudian bersedia di-mark-up sehingga ditulis hasilnya bagus demi menjaga hubungan baik dengan vendor yang berdampak pada pemasukan dari iklan. Selain itu, ada kode etika yang harus dipatuhi semua pihak yang, dalam bahasa bang Anton, mencari makan bersama, di grup Pin Point ini (PC Media salah satu media selain Info Linux, PC Mild, dan sebagainya). Menurutnya, lebih baik mengundurkan diri bila etika dilanggar, karena sebagai manusia ia masih punya harga diri, dan yakin, tidak akan miskin kalau tidak bekerja di tempatnya sekarang. Bukti idealisme besar lainnya adalah majalah Info Linux, yakni majalah khusus linux yang diakui sepi iklan namun masih tetap bertahan dan semakin eksis saat majalah linux lainnya berguguran.

Bang Anton juga menyemangati bahwa dengan menulis bisa ‘hidup’ layak, tentu saja jika tulisannya juga ‘layak’. Bagi Anda yang tulisannya dimuat di PC Media, bolehlah sedikit berbangga karena diakui konten yang ditampilkan PC Media cukup selektif. Bahkan, Rhenald Kasali dan Hermawan Kertajaya pun masih rajin menuangkan tulisannya di media ini untuk menguatkan branding.

Hal lain yang diungkapkan, bahwa hingga saat ini PC Media tidak berencana untuk hadir berbisnis media secara online mengingat penetrasi internet yang masih rendah di Indonesia. Pimred PC Media itu mengaku tidak nge-blog karena ia bukan tipe yang suka dikenal banyak orang, lebih nyaman bekerja di belakang layar. Selain itu, beberapa ekses negatif dari over exposure terhadap diri pribadi kita di internet lewat friendster atau blog juga sempat disinggung. Bukan satu dua kasus yang terjadi saat orang yang berniat buruk memanfaatkan keterbukaan orang di internet, khususnya menimpa anak-anak dan perempuan. Walaupun tidak sedikit juga laki-laki yang tertipu penampilan perempuan ‘cantik’ di friendster, yang ternyata berbeda saat kopi darat, dengan dalih “itu foto 10 tahun yang lalu”.

Penyampaian lainnya mengenai blog menambah informasi mengenai apa yang bisa dikembangkan dari aktivitas blogging, seperti mendapat penghasilan dari menulis, beriklan di blog, sampai bergabung dengan jaringan blog seperti asiablogging. Materi tentang situs itb.ac.id menambah informasi bahwa situs yang pernah memenangkan juara 2 lomba web perguruan tinggi ini dibina oleh wartawan antara dan menggunakan template penulisan berita ala kantor berita Indonesia itu. Secara keseluruhan, acara hari itu cukup menginspirasi, walau apa boleh buat setelah mengacungkan tangan beberapa kali saya tak kunjung mendapat kesempatan bertanya, maklumlah peserta lain juga cukup antusias.


2 Responses to “Jurnalisme IT dan Idealisme”


  1. December 4, 2007 at 10:58 pm

    Hohoo..kayaknya rame niih..sayang gak tahu informasinya lebih cepet..

  2. December 31, 2007 at 8:58 am

    @ Hartman: Sori Hen, ntar kalo ada lagi insy dikasi tau deh.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: