10
Mar
08

Membuat Tamu Anak Senang

Bertamu ke rumah orang lain bagi anak-anak / remaja (mahasiswa dihitung remaja ya :p ) seringkali merupakan pengalaman yang membosankan dan sedikit menyiksa batin. Bayangkan, saat bertamu bersama orang tua, biasanya sesama orang tua akan berdiskusi ke sana ke mari tentang kesehatan, kondisi keluarga, kabar si anu, perkembangan bisnis, dengan sesekali bertanya ke anak / remaja tadi tentang sudah kelas berapa, hobinya apa, mau kuliah di mana, yang kadang diselingi cerita orang tua tentang perbuatan lucu / konyol anaknya untuk ditertawakan bersama.

Selama 1-2 jam acara bertamu itu, sesama orang tua bisa tertawa bersama sambil bernostalgia masa lalu, sementara si anak yang berada di tengah-tengah percakapan yang tidak dia mengerti akhirnya hanya duduk manis mendengarkan dengan sesekali menjawab pendek pertanyaan basa-basi yang diajukan padanya. Selama itu dia sedikit bisa rileks dengan secara periodik menyeruput suguhan teh dan memakan cemilan / kue kecil yang disajikan. Begitu yang dia lakukan sampai pertemuan berakhir.

Kondisinya lebih baik jika di rumah yang didatangi juga terdapat anak/remaja seusianya. Kalau anak di rumah tidak punya percakapan yang menarik, maka keduanya kini menderita dan tertekan bersama. Yah, lebih baik daripada tertekan sendiri. Hal ini bukan hanya terjadi pada anak yang pendiam / kalem, namun anak yang hiperaktif, setelah lelah menghabiskan energi lebihnya, maka akan tertekan juga. Maka jangan heran bila anak-anak malas ikut orang tua bertamu ke rumah orang lain, dan kalaupun ikut inginnya segera pulang saja. Setuju?

Tunggu dulu, kira-kira apa yang bisa dilakukan untuk membuat suasana bertamu menjadi menyenangkan? Bertamu itu penting untuk silaturahmi dan saling berkenalan antar kerabat dekat. Siapa tahu anak-anak ada yang jodoh :p. Atau ada anak-anak yang cocok buat usaha bersama, buat band bersama, atau jangan-jangan baru tahu kalau teman satu kelas ternyata anaknya teman orang tua kita. Jadi, apa yang bisa dilakukan?

Solusi sederhana adalah orang tua dengan orang tua, dan anak dengan anak. Masalahnya, sesama anak belum tentu nyambung. Kedua, biasanya mereka malu-malu untuk memulai diskusi dan saling berkenalan. Ketiga, kalaupun berkenalan dan mulai berbincang, bahan obrolan belum tentu banyak, yang menyebabkan waktu 10 menit terasa sejam.

Nah, di sinilah fungsi strategis dari semua hal-hal lucu masa kecil yang bernama permainan. Ya, permainan semacam ludo/halma, monopoli, kartu remi, uno-stacko, gaplek, scrabble, atau karambol seharusnya tersedia di setiap rumah. Bukan mau menyia-nyiakan waktu, namun fungsi strategisnya terletak pada kemampuan beragam permainan itu untuk membuat suasana lebih menyenangkan lewat tawa dan canda yang mengiringinya, selain unsur edukasi tentu saja. Orang bilang, tertawa adalah jarak paling dekat antara dua orang yang belum saling mengenal / tak akrab. Permainan memaksa orang untuk mengeluarkan kemampuannya, memancing persaingan, sampai saling ejek untuk menjatuhkan mental dengan cara yang lucu. Sambil bermain, obrolan bisa terjadi dengan santai, bisa tanya ini tanya itu, macam-macam sesuai keinginan.Dengan begini penderitaan dan tekanan batin bisa dihilangkan sambil menyeruput secangkir teh dan dua toples cemilan yang enak. Jika permainan menarik, tak terasa waktu berlalu. Strategi ini sukses besar jika orang tua terpaksa menghampiri dan menyudahi permainan secara halus mengingat waktu bertamu sudah selesai.

Untuk membuatnya lebih menarik, berikan hukuman / imbalan untuk yang kalah dan menang. Saat kecil dulu, the looser harus menerima hukuman pencorengan muka dengan bedak. Di sisi papan permainan disediakan bedak yang telah siap ditempelkan ke muka yang kalah oleh peserta lainnya. Colek sekali (hanya boleh sekali) lalu buat jejak putih sesukamu di muka kawanmu yang sudah pasrah menerima kekalahannya. Bahkan, zaman orang tua dulu hukuman ini lebih kejam. Bukan bedak, melainkan arang hitam yang mencucinya butuh waktu dan tenaga ekstra. Bukan main. Oya, jangan lupa sediakan cermin. Bukan apa-apa, beberapa orang cukup gembira melihat orang lain tampak kesal melihat mukanya sendiri yang penuh coretan kekalahan :p. Tentu saja, pemenangnya akan langsung tampak dari muka yang paling bersih (bukannya ini mirip muka calon penghuni syurga yang berseri-seri :p).

Kalau mau lebih canggih, permainan bisa juga lewat bantuan komputer atau alat permainan elektronik macam Wii atau Playstation. Tapi modalnya cukup besar, jadi tak semua orang mampu. Apalagi, kekurangan strategi ini terletak pada interaksi pribadi yang minim. Anak lebih terfokus ke media tersebut daripada ke kawannya yang sudah jauh-jauh datang ke rumah untuk silaturahmi. Tapi cara ini mungkin lebih manjur untuk remaja dewasa yang sudah lebih individualis atau masa bodoh dengan silaturahmi, yang penting gua senang.

Dengan begitu semoga bertamu akan selalu menyenangkan dan dirindukan. Permainan yang terputus bisa disambung lagi saat acara bertamu berikutnya. Semakin banyak permainan semakin asyik dibuatnya. Dan semua ini berangkat dari filosofi sederhana yang tertanam di jiwa setiap manusia sejak masa kecilnya, yakni setiap orang suka bermain. Jadi, siapkan permainan di setiap rumah untuk acara bertamu yang lebih menyenangkan untuk anak-anak / remaja.

*terinspirasi dari ketidaktegaan melihat anak yang nampak menderita saat bertamu.


3 Responses to “Membuat Tamu Anak Senang”


  1. 1 myrachmawati
    March 10, 2008 at 7:51 pm

    Wah, ortunya mesti gaul dunk ya, mesti hapal permainan😀. Masalahnya, hmm… kalo tipe2 ortu sibuk mah suka susah kali buat meluangkan waktu kaya gitu 8-|

  2. March 16, 2008 at 10:19 am

    @ myrachmawati: yang ngurusin beginian sesama anak aja, ortu gak ikutan, kecuali darurat :p

  3. 3 Dewi
    March 18, 2008 at 1:19 pm

    wah wah pemerhati anak2 juga ternyata, apa kabar antum?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,205 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Astronomi

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: