21
May
08

Kebangkitan Nasional, 16 Oktober 1905 ?

Membaca sejarah kini rasanya tak sesederhana waktu SMP, cukup hafalkan tanggal, tempat, dan tokoh penting, serta isi-isi perjanjian gencatan senjata atau visi misi organisasi pergerakan kemerdekaan. Tak ada gairah menyelami buku yang foto-foto di dalamnya sangat jarang berubah dari SD hingga SMU itu. Jangan tanya pelajaran apa yang bisa kuambil dari sejarah seperti itu, maka jangan pula mencari semangat yang membara seusai jam pelajaran. Tak heran reformasi informasi tentang sejarah bangsa yang datang bak air bah ini di satu sisi sungguh menggairahkan, namun di sisi lain tak lupa membuat gamang dan bingung. Salah satunya adalah momen kebangkitan nasional yang diambil dari kelahiran organisasi Boedi Oetomo (BO) tanggal 20 Mei 1998, yang membuat kebangkitan nasional tahun ini genap seabad.

Referensi lain (dan sejauh ini nampaknya masih yang tertinggi dan satu-satunya di Google Rank) yang diungkap di situs Eramuslim.com oleh mas Rizki Ridyasmara antara lain:

  1. 20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional (Tuisan pertama)
  2. Kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sesungguhnya amat tidak patut dan tidak pantas diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena organisasi ini mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota Freemasonry Belanda (Vritmejselareen)…

    Tenang…tenang…tarik napas dulu. Memang agak horor. Baca Bismillah biar pikirannya tenang, kalau perlu bikin teh dulu sana, biar ngobrolnya jadi asyik (loh..iklan?).Kalau sudah, monggo dibaca terusannya di situsnya langsung tentang asal muasal BO, gaya pergerakannya, dan tokoh-tokoh di dalamnya.

  3. 20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional (Tulisan Terakhir)

    Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku…

    Tehnya masih bersisa kan? Masih hangat? Agak panjang rupanya dua tulisan ini. Tulisan kedua ini membandingkan tujuan, perjuangan, bahasa, kelahiran, dan sebagainya. Baik untuk diperhatikan, walau mungkin membuat kening berkerut atau kepala menunduk takzim berulang-ulang. Silakan dibaca lagi…

  4. 2008 Bukan 100 Tahun Kebangkitan Nasional

    Sebenarnya sudah teramat banyak artikel yang mengupas tentang hal ini. Hanya mereka yang malas membacalah yang tidak mengetahui bahwa berdirinya Syarikat Dagang Islam (SDI) tiga tahun sebelum BO, jadi di tahun 1905, yang patut dijadikan Hari kebangkitan Nasional. Karena SDI yang kemudian menjelma menjadi Syarikat Islam (SI) adalah organisasi bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke (bukan hanya Jawa dan Madura seperti halnya BO) yang pertama kali yang berhasil menghimpun semua anak bangsa dan mencita-citakan Indonesia merdeka.

    Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga SDI dan kemudian SI memakai bahasa melayu sebagai bahasa asal Bahasa Indonesia. Demikian pula di dalam rapat-rapat resminya, organisasi ini mempergunakan bahasa melayu dan diharamkan mempergunakan bahasa Belanda karena dianggap sebagai bahasa kaum penjajah.

    Bagi yang belum pernah mendengar hal ini (kasihan sekali) silakan cari sendiri di berbagai situs yang telah memuat banyak artikel tentang hal tersebut. Sejumlah buku-buku pun sudah memaparkan hal ini…

    Nah sekarang jelas kan siapa yang tidak melek sejarah? Jelas saya orangnya. Atau Anda? Atau Google?

  5. Momentum Kebangkitan Nasional yang Memalukan!
    Tulisan ini merangkum beberapa tulisan sebelumnya ditambah detail-detail tentang sikap BO terhadap Islam. Tidak lupa kesimpulan yang diulang-ulang penulisnya di akhir tulisan kebangkitan nasional ini.

    Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini.

    Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis…

Demikian, jika memang benar adanya maka tanggal merahnya harus diganti (bagaimana caranya?). Bagaimanapun jua, sejarah itu bikin bangga bagi penerus pelaku sejarah tersebut. Asal tak terlena untuk membuat sejarahnya sendiri.

Kalau ada yang berpendapat mentang-mentang Islam, coba dicek dulu sebelum komentar, kalau faktanya demikian adanya, apa mau dikata? Masa perjuangan pahlawan bangsa mau dinafikan begitu saja, hanya karena dia muslim? Malang betul Islam ini, dituduh (difitnah?) tak toleran, kasar, mau menang sendiri, dan diharapkan jangan memimpin dunia dengan syariah rajam dan potong tangan. “Islam terhalang oleh umat Islam itu sendiri”, begitu pesan syaikh Rasyid Ridha. Nah, semakin jelas kan siapa yang salah?


2 Responses to “Kebangkitan Nasional, 16 Oktober 1905 ?”


  1. May 22, 2008 at 6:22 am

    bagaimana mungkin sih tulisan yang seperti itu mengatasnamakan islam? sama sekali tidak ada nilai-nilai islam di tulisan itu.. pola pikir yang berprasangka buruk/membuka keburukan insan(organisasi) lain dan memfitnah amir (pemimpin bangsa).

    gaya tulisannya lebih mirip dengan yang berteriak anti-semit atau anti-christ..

  2. May 25, 2008 at 3:05 pm

    hmm gak bisa ngejudge juga nih Peb, referensinya ada soalnya, cuma kayanya gak untuk konsumsi umum, banyak teori konspirasinya kali ya…tapi situs itu insyaAllah tidak anti-semit, mungkin lebih tepatnya anti-zionis.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: