27
May
08

Buku: “Aku Bisa Menulis”

Aku Bisa MenulisJudul: Aku Bisa Menulis
Penulis: Didik Komaidi
Penerbit: Sabda
Situs: http://sabdamedia.blogspot.com/
Cetakan Pertama: Agustus 2007

Terinspirasi dari tulisan teman tentang belajar membuat puisi dan terdorong meresensi buku di rumah, maka muncullah tulisan ini. Hal yang paling menarik tentang buku-buku ala beginner’s guide, atau idiot’s guide (bukan bermaksud merendahkan, namun mengaku bodoh dan tak tahu apa-apa tentang sesuatu lebih baik daripada sok tahu bukan? tapi agak kasar memang, atau lucu?) yakni materi yang disajikan adalah yang penting-penting, dan dikemas dalam bahasa yang mudah dimengerti, biasanya dengan banyak metafora. Jika penulisnya punya selera humor yang bagus, biasanya ia akan menertawai kesalahan bodoh yang dilakukan dirinya atau orang lain (biasanya disebabkan ketidaktahuan yang penting-penting itu), memberi tips jitu “to do” dan “not to do” berdasarkan best practice di lapangan, memberi contoh sederhana yang mudah dimengerti, dan jika sempat tak lupa ditambahkan ilustrasi ala komik dengan humor cerdas tentang kesalahan-kesalahan umum tentang pemahaman atau praktek tertentu.

Buku “Aku Bisa Menulis” yang disusun oleh Didik Komaidi ini pun menurut saya tergolong “Beginner’s Guide to Writing” alias semacam “Panduan Menulis untuk Pemula”. Mengapa tak diberi judul demikian? Mungkin penulis ingin lebih persuasif menyajikan karyanya, lewat ajakan motivatif untuk berani, “Aku bisa menulis!”, ketimbang mempersepsikannya menjadi semacam buku petunjuk teknis cara menulis yang baik dan benar. Lagipula, nampaknya menurut penulis hambatan terbesar menulis berada di sikap mental ketimbang teknis menulis itu sendiri. Bagian ini yang dibahas penulis di bagian pertama tulisannya sebelum masuk ke jenis dan teknis penulisan di bagian kedua. Bagian pertama lebih jarang diungkap ketimbang jenis-jenis tulisan yang bisa ditemukan di buku pelajaran bahasa Indonesia untuk sekolah menengah.

Bagian pertama berisi 24 subbab dari ujung ke ujung tentang teori dan motivasi untuk menulis. Bingung menulis mulai dari mana? bingung mencari ide? bingung tulisan tidak selesai-selesai? bagaimana menulis dengan emosi? ingin awet muda dengan menulis? ingin menerbitkan tulisan ke media massa? di bagian pertama inilah tempat yang tepat untuk menanyakannya. Bagian yang paling saya ingat adalah bagian yang menyebutkan keuntungan sering menulis adalah terdorong untuk banyak membaca dan sensitif (kritis?) melihat sesuatu yang mungkin tidak dilihat orang lain, untuk kemudian dipikirkan dan akhirnya menjadi tulisan yang menarik. Seringkali hal sederhana dan dianggap umum oleh orang-orang ternyata bisa menjadi inspirasi dan karya indah dari penulis bertangan dingin (berkepala dingin?)

Bagian kedua berisi 20 subbab, juga dari ujung ke ujung, mengenai jenis tulisan dan praktek menulis. Mulai dari mengenal jurnalistik, meliput berita, menulis esai, artikel ilmiah, kolom, cerpen, puisi, resensi buku, skenario film, drama, surat, hingga catatan harian. Masing-masing jenis tulisan disertai contohnya sehingga pembaca bisa memahami perbedaan masing-masing tulisan dengan lebih jelas. Menyimak bagian kedua ini, pikiran seperti kembali ke bangku SLTP, di sebuah kelas bahasa Indonesia yang selalu ditunggu (karena tidak ada hitungannya, dan banyak puisinya).

Jika tulisan sudah selesai, baiknya dicoba untuk dikirimkan ke media massa atau penerbit agar manfaatnya lebih terasa, baik untuk diri sendiri atau orang lain. Tak tahu alamat media atau penerbit? Balik-balik saja halaman buku ini sampai hampir habis, karena di sana tersedia alamat-alamat tersebut, baik alamat kantor, situs, atau email.

Buku ini tidak memberikan ilustrasi atau humor seperti yang disebutkan di awal, namun semoga itu tidak mengurangi minat dan keinginan penulis pemula untuk mulai menulis. Toh, ilustrasi dan humor adalah bumbu penyedap agar hal-hal sulit bisa lebih dipahami dengan lucu dan sederhana. Lagipula, saya sedang mereferensikan beginner’s guide di awal dari panduan teknis mempelajari bahasa pemrograman yang memang runyam dan membosankan jika disajikan biasa-biasa saja.

Jadi, buku ini cocok sekali untuk yang sedang mulai menulis atau yang sudah menulis dan ingin menajamkan ilmu menulisnya. Bagi orang awam seperti saya, buku ini seperti all-you-need-to-know dan how-to tentang menulis. Salut untuk penulis. Selamat membaca.


6 Responses to “Buku: “Aku Bisa Menulis””


  1. May 28, 2008 at 1:50 am

    Tampaknya bagus untuk referensi pelajaran bahasa indonesia SLTP. Soalnya arahannya memang untuk membaca, menulis dan berbicara. Sayangnya memang tidak pernah ada bab khusus tentang motivasi menulis dalam buku pelajaran itu🙂.
    pinjem Gung…

  2. May 29, 2008 at 6:03 pm

    @ dika: mangga, japri aja ya.

  3. 3 sandra
    June 10, 2008 at 6:11 am

    sebelum baca buku itu aja, tulisan nya udah sebanyak ini gung di blog ^^ setelah ini harusnya lebih banyak lg ya tulisan nya..
    ditunggu..

    aku msh suka blogwalking meski nge blog nya udah ga, soalnya ga ada ide mau nulis apa, tampaknya mesti pinjem jg tuh buku itu, hehe

  4. June 10, 2008 at 1:58 pm

    @ sandra: justru karena udah baca buku ini San. Sebenarnya resensinya yang telat :p. InsyaAllah. Kehidupan baru di XL kayanya bisa jadi inspirasi juga tuh🙂

  5. 5 Yetti oktavia eliza
    November 22, 2012 at 12:14 pm

    saya pengen beli .. dimana ya bisa dapetinnya ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: