Nostlagia: Lagu “Mentari”

Sebuah iklan kebangkitan nasional yang menampilkan Ekspedisi Trike Sabang Merauke, dilatarbelakangi oleh lagu “Mentari”. Lagu ini sering kami dengar saat masa OSKM 2002. Awalnya agak heran mengapa lagu ini ada di iklan itu, karena setahu saya, lagu ini semacam ‘lagu rakyat’ ITB. Namun belakangan diketahui ternyata ekspedisi itu diselenggarakan oleh Wanadri, dan Abah Iwan Abdulrachman, pencipta lagu “Mentari” ini, adalah anggota Wanadri juga. Klop. Perlu diklarifikasi juga nampaknya lagu ini bukan ‘lagu rakyat’ ITB., melainkan untuk semua. Selain itu, nampaknya lagu “Mentari” yang selama ini beredar di ITB sedikit dimodifikasi, karena sedikit berbeda dengan yang tertulis di sini. Yang jelas, akibat pengkondisian panitia OSKM 2002, dan film pergerakan mahasiswa saat orde lama/baru yang menggunakan lagu ini juga, lagu “Mentari” selalu terasa mengharukan.

Ada kesan sedih dari ‘mentari’ masa depan yang ‘terhalang’ ‘tembok’ dan ‘pagar duri’ rezim otoriter. Walau demikian, cahayanya tak kan berhenti menyinari hati-hati yang selalu optimis memandang hari esok. Mungkin demikian yang dirasakan kakak-kakak mahasiswa saat dahulu ditangkap, disiksa, bahkan dipenjara saat harus menyuarakan kebenaran. Mendengarkan versi yang dinyanyikan seorang pria bersuara sendu (tahu kan versi yang diputar saat OSKM 2002?) seperti di sini, serasa mendengarnya dinyanyikan dari balik jeruji penjara. Merinding. Sedikit menyayat, tapi menyimpan harapan. (Walah, sok tahu nih :p).

Siapa tahu tertarik untuk mendendangkannya sendiri, atau sekedar memainkan melodinya, silakan unduh teksnya di Teks Lagu Mentari versi Trial Error. Versi MIDI dapat diunduh di sini.

NB: Mohon dikoreksi nada yang fals atau chord-nya yang keliru. Ritme-nya juga tak sama persis. Lho? Ya, namanya juga versi trial error :p. Selamat bernostalgia 🙂

Advertisements

6 thoughts on “Nostlagia: Lagu “Mentari”

Add yours

  1. @ Halida: Perempuan gitu? Hmm…gak tau ya mungkin telingaku yang salah, coba kita dengerin lagi baik2 di website Plano 97 itu…hmm…

  2. Pada mulanya saya pun tidak tahu bahwa lagu tersebut diciptakan oleh Abah Iwan dan saya pun yakin sekitar 80% mahasiswa ITB tidak ada yang tahu siapa penciptanya.
    Tetapi sepertinya abah tidak keberatan dengan fakta tersebut, melihat karakter Abah yang selalu ingin “berbagi tanpa meminta balasan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: