Pesimis

Sebuah kajian strategis dari mantan orang penting di Amerika Serikat memprediksi bahwa pada 2025, Indonesia akan lenyap dari bumi disebabkan negara ini akan bergabung melalui aliansi antarnegara atau tercabik-cabik akibat konflik dan peperangan antardaerah.

Aku merinding mendengarnya. Bukan tak mungkin. Bisa jadi lebih cepat. Konspirasi? Mungkin saja. Skenario jahat? Salah siapa meminta mereka jadi sutradaranya?

Pilkada rusuh. Ekonomi anjlok. Protes dan demonstrasi merebak. Korupsi menggila. Kepercayaan runtuh. Wibawa pemerintah kabur. Orang-orang kehilangan akal. Lingkungan beracun. Pendidikan terabaikan. Sumber daya alam habis. Kemiskinan meroket. Pengangguran jutaan. Hukum dibeli. Agama diinjak-injak.

Allah berfirman, ini bumi dititipkanNya pada kita. Orang bilang, ini tanah air beta. Lalu mengapa kita tidak kunjung menjadi tuan di tanah sendiri? Dan mengapa sejarah yang berulang melulu sejarah kekalahan?

Jadi, apa yang Anda pikirkan saat bangun, pagi ini?

9 thoughts on “Pesimis

Add yours

  1. dunia emang udah nyeremin. capek juga rasanya kalo mikirin keadaan saat ini dan prediksi negatif orang tentang dunia kita.

  2. @ arifromdhoni: Ya, allahu ‘alam mas.
    @ Yudha: ya, perasaan jadi objek penelitian, prediksi, dan ramalan terus, kita ini

  3. Seperti kata pepatah, Gung, u are what u think.. jadi optimis saja,krn seringkali katak yang mampu mencapai puncak adalah katak yang (maaf) tuli 🙂

  4. @mia: lho kok orang pesimis dicalonin jadi presiden Mi? Ntar berantakan lho, apalagi kalo dicaloninnya tahun 2025 (walah..)

    @Anita: setuju Nit. Sama menambahkan kata penelitian juga, kita juga harus merasakan perasaan ‘pahit’ untuk merasakan perasaan ‘manis’. Jadi kayanya gak apa sesekali pesimis, asal gak bunuh diri aja kali ya.

    @trian: komentar’e kok ra nyambung mas? orang pesimis disuruh nikah lagi, apa ndak makin pesimis dia? :p

  5. yahh kalo kita dianeksasi negara gede boleh juga. jadi negara bagian AS ke-51 :p
    becanda kok.
    mengenai kenapa kita tak kunjung menjadi tuan di negeri sendiri.. yaah kitanya sendiri juga gak percaya dengan produk dalam negeri. senengnya produk luar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: