04
Jul
08

Kursus Bahasa Mars dan Venus

Kursus bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Arab, Jepang atau Mandarin bukan hal yang asing bagi kita. Sekian banyak lembaga menawarkan program untuk mempelajari bahasa di luar bahasa ibu kita tersebut. Penguasaan bahasa ‘asing’ membuat orang mampu mencerna informasi yang disampaikan dalam bahasa ‘asing’, berkomunikasi dengan baik dengan orang ‘asing’, memahami budaya ‘asing’, sampai tak masalah kalau harus tinggal di negara ‘asing’. Tak heran program beasiswa atau pertukaran pelajar menuntut penguasaan bahasa ‘asing’ ini, agar misalnya jangan sampai ekspresi suka cita ditanggapi sebagai hinaan oleh orang ‘asing’.

Berbicara tentang ‘asing’ dan bahasanya, nampaknya ‘asing’ tak melulu berwujud bangsa yang berbeda. Semua di luar diri kita bisa disebut ‘asing’. Bahkan sebagian besar diri kita pun masih ‘asing’. ‘Asing’ yang coba saya tampilkan adalah ‘asing’ antara bahasa pria dan wanita.

Komentar: What?

Mungkin sebagian besar kita sudah pernah membaca, atau setidaknya mendengar slogan “Men are from Mars, Women are from Venus”. Ya, slogan yang dijabarkan panjang lebar tentang cara berbahasa dua jenis manusia itu berbentuk buku dengan judul yang sama. Penelitian yang dilakukan John Gray, Ph.D ini membagi karakter yang berpengaruh terhadap cara berbahasa pria dan wanita menjadi karakter ‘makhluk’ ala planet Mars dan Venus.

Komentar: Hei kawan, itu buku lama, kami sudah pernah membacanya. So what?

Tak perlu saya uraikan berbagai karakter dan studi kasus yang sudah cukup detail dari buku itu. Kebanyakan saya amini. Kebanyakan yang lain saya tercerahkan dalam memahami cara berbahasa diri saya sebagai pria dan ibu saya, kakak saya, serta teman-teman saya sebagai wanita. Sederhananya, pria dan wanita punya cara berbahasa yang berbeda, yang dipengaruhi karakter bawaanya sebagai pria dan wanita tersebut. Memang, selalu saja ada pengecualian, namun pada umumnya sejauh ini demikian adanya.

Komentar: Ha, kemana aja ente? Baru ngerti kalo beda?

Memahami cara berbahasa orang lain sangat membantu kita memahami mereka, di samping memperkaya cara kita memandang masalah. Lebih jauh hal itu akan membantu terciptanya hubungan yang sehat dan saling pengertian. Ini tidak melulu soal hubungan asmara antara pria dan wanita. Di keluarga, organisasi, kantor, sekolah, bisnis, sampai politik pun bisa, selama ada komunikasi, sesederhana apapun bentuknya. Tak usah cemas pikiran kita dibaca orang. Toh untuk itu kan kita berkomunikasi. Bukannya kita di sini untuk bekerja dan berkarya bersama? Bukankah menyenangkan kalau orang lain bisa memahami kita dan kita pun memahami mereka? Bukankah nyaman kalau kita bisa menempatkan diri dengan baik terhadap orang lain? Lalu saling melengkapi? Kalau canggih, bahkan orang sudah paham sebelum mulut berbicara, seperti kata Ronan Keating, “You say it best when you say nothing at all“.

Jika setiap pria dan wanita saling memahami cara berbahasa mereka masing-masing, beberapa hal berikut mungkin dapat diatasi:

  • Kasus KDRT yang sering diakibatkan masalah ‘sepele’ yang tidak dibicarakan, atau tidak dipahami bersama
  • Kasus ’emansipasi’ wanita dan ‘sok-kuasa’ pria dalam wadah kerja bersama
  • Kasus sales yang penjualannya tak kunjung meningkat
  • Kasus dosen yang heran mengapa hanya murid perempuannya saja yang mayoritas nilainya bagus (ha?)

Terimalah kenyataan ini. Pria dan wanita punya bahasa yang berbeda. Tanpa mengetahuinya, keduanya sering nggak nyambung. Masalah tak selesai, hati tak puas, kepala pusing, sampai stres bisa muncul. Lalu, kenapa sampai hari ini masalah perbedaan bahasa ini belum sampai pada taraf cukup ‘asing’ untuk dijadikan semacam kursus atau pelajaran yang bisa diambil SKS-nya?

Hal ini nampaknya baru muncul pada pelatihan atau kursus pra-nikah, sebuah persiapan pria dan wanita yang ingin bersatu dalam sebuah keluarga. Padahal setiap pria sudah harus berurusan dengan wanita sejak bertemu ibu dan adik perempuannya. Begitu pula setiap wanita sudah harus berurusan dengan pria sejak bertemu ayah dan kakak laki-lakinya. Dan sejak saat itu mereka menggunakan bahasa masing-masing yang harus diartikan tanpa pedoman yang jelas tentang grammar dan vocabulary dari masing-masing bahasa tersebut. Bahasa ini begitu basic , bahkan lebih basic daripada bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Ini bahasa karakter, bahasa bawaan, bahkan bahasa pikiran. Lebih sederhana dan inti daripada bahasa lisan.

Komentar: Ow, gitu maksudmu. Jadi kongkritnya apa mas?

Jadi, mengapa besok kita tidak buka kelas kursus “Belajar Bahasa Pria dan Wanita”? Biar keren, namanya dibuat jadi “Kursus Bahasa Mars dan Venus”, norak bukan? Taruhlah 2-4 SKS saja. Atau dibuat 3 level: beginner, intermediate, advanced. Gagal uang kembali. Kuliah jarak jauh juga bisa. Tidak perlu ijazah apapun untuk memulainya. Hari ini daftar, besok mulai kursus. Dibuka kelas karyawan malam hari. Ruangan ber-AC dan dilengkapi fasilitas audio visual. Satu kelas dibatasi 10 pria dan 10 wanita. Mau daftar nggak?

Tak ada alasan untuk malu kan? Ini bukan hak eksklusif mahasiswa psikologi, konsultan keluarga, atau divisi SDM perusahaan kan? Iya kan? Ya kan?…

Komentar:


2 Responses to “Kursus Bahasa Mars dan Venus”


  1. July 4, 2008 at 6:29 pm

    Niat pisan kalo mesti ngambil kelas😀. Dibaca aja bukunya ampe selse kayanya dah kebayang…terus praktekan realnya ma temen-temen yang masih sering kontak. Dari sering baca novel, nonton film ato drama… kalo pinter ngambil ibroh, pasti bisa nangkep kok tuh bahasa venus dan mars🙂

  2. July 7, 2008 at 11:02 am

    @ Rachma: Hehehe, emang sih. Maksudnya ini buat yang ga sempet baca buku ini, yang lebih mudah paham lewat pertemuan dan praktek langsung. Tapi kadang di film gak asli, kan akting🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: