20
Aug
08

Tabungan Waktu: Waktu Tidur dan Waktu Bekerja

“Dan Kami Menjadikan tidurmu untuk istirahat,
dan Kami Menjadikan malam sebagai pakaian,

dan Kami Menjadikan siang untuk mencari penghidupan”
(Q.S. An-Naba’: 9-11)

Semua setuju bahwa waktu adalah modal kehidupan yang teramat mahal dan terus berjalan, sehingga bagiannya yang berlalu tak mungkin tergantikan. Waktu adalah layaknya kehidupan itu sendiri, sehingga baik-buruknya kualitas kehidupan kita, bisa tercermin dari cara kita memperlakukan waktu. Kata orang, “Kalau waktu saja tak kau hargai, apalagi yang lain”, adalah benar dan sangat relevan. Betapa tidak, di dalam waktu ada kesempatan berbuat salah dan memperbaiki diri, ada kesempatan menambah teman, ada kesempatan berkarya, dan tak lupa ada kesempatan membantu orang lain. Sebut saja amal dan perbuatan baik apapun, pada ujungnya pastilah ada waktu yang menjadi lahan tumbuh sekaligus pagar pembatasnya.

Lalu program studi manajemen diri mempertemukan kita dengan manajemen waktu, yang umumnya bertujuan meningkatkan nilai satuan pekerjaan per satuan waktu. Sukses akan semakin dekat jika semakin ‘banyak’ pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satu satuan waktu tertentu. ‘Banyak’ bisa berupa hitungan kuantitas maupun standar kualitas. Tak cukup itu saja, pekerjaan yang dilakukan pun harus sesuai dengan tabiat waktu yang melingkupinya. Layaknya ada amal yang diterima Allah di siang hari atau malam hari saja, tidak keduanya, maka demikian juga ada pekerjaan yang hanya optimal di waktu-waktu tertentu. Beberapa ‘pekerjaan’ penting yang terkait erat dengan tabiat waktu ada pada kutipan ayat di atas, yakni pekerjaan istirahat dan pekerjaan mencari penghidupan (bekerja). Oya, satu lagi, tak lupa pekerjaan menghibur diri, sesuai dengan petunjuk Quantum Learning dan ayat Qur’an,

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia…“.
(Q.S. Al Qashash: 77)

Mencari Penghidupan
Batas waktu: 05.00 a.m – 18.00 p.m.
(Bisa diatur sesuai kebutuhan).
Pagi hari adalah waktu yang sangat ajaib untuk memulai pekerjaan dengan penuh semangat. Semakin pagi, semakin baik. Dengan batas waktu yang panjang antara Subuh di pagi dan Zuhur di siang hari, rentang ini sangat efektif untuk bekerja. Ditambah jeda Zuhur dan Ashar, lalu Ashar hingga Maghrib, sepanjang itu pulalah waktu siang yang dapat digunakan sebelum tubuh kehabisan energi dan konsentrasi.

Istirahat
Batas waktu: 22:00 p.m. – 05:00 a.m. (Bisa diatur sesuai kebutuhan).
Istirahat sebenarnya secara filosofis hanya layak bagi yang sudah lelah bekerja. Sebab fungsinya tak lain adalah mengembalikan konsentrasi pikiran dan kekuatan tubuh untuk bekerja, melalui regenerasi sel tubuh dan pemulihan jiwa. Waktu ideal adalah malam hari, minimal 4 jam, optimal 6-8 jam. Jika kekurangan, pikiran akan sulit berkonsentrasi, stamina menurun, mudah stress, dan kehilangan mood. Jika kelebihan, stamina menurun dan rasa malas bertambah.

Menghibur Diri
Batas Waktu: Relatif (hasil tabungan).
Berhubung kini hiburan begitu mudah diperoleh dengan berbagai keindahan dan daya tariknya yang memesona, sehingga seringkali waktu ini sangat mudah memotong jatah waktu lainnya.Maka hendaknya waktu untuk hiburan ini perlu diatur. Salah satu bentuknya adalah diperlakukan layaknya harta kita, yakni bisa dikumpulkan dan dihabiskan, bahkan harus ditabung.

Ditabung?
Jumlah menitnya diperoleh dari selisih waktu tidur dan mulai bekerja. Tidur lebih cepat daripada standar jam tidur bernilai plus, sedangkan lebih lambat daripada standar diberi minus. Demikian juga bangun lebih awal daripada standar jam bangun diberi plus, lebih lambat diganjar minus. Jadi, setiap hari bisa 2 kali transaksi, saat tidur dan bangun.

Contohnya, tidur jam 21.00 p.m. akan menambah tabungan 60 menit (1 jam), dan bangun jam 05.10 akan mengurangi tabungan 10 menit. Jadi, waktu untuk hiburan adalah 50 menit (60 minus 10). Waktu ini silakan digunakan untuk hiburan yang agak ‘wah’ seperti nonton, jalan-jalan, dan hiburan lain di luar jadwal rutin olahraga, bermusik, atau tidur siang.Oya, layaknya tabungan, bisa saja kita membuat aturan bonus liburan 2 hari jika sebulan berturut-turut tidak pernah menyumbang nilai minus.

Waktu bangun pagi dan tidur malam merupakan dua waktu yang strategis. Hari yang dimulai dengan subuh berjamaah, serta diakhiri dengan istirahat yang cukup akan mempengaruhi pengaturan waktu di antara keduanya. Pekerjaan sehari akan lebih teratur jika sudah direncanakan dan dimulai jauh sejak pagi, bukan? Namun, kita juga butuh hiburan, bukan? Namun sering terasa liburan itu terlepas dari manajemen waktu yang baik. Nah, menabung sisa-sisa waktu ini mungkin bisa membuat hiburan yang lebih terencana dan terasa lebih ‘berarti’. Sebabnya, ia diperoleh setelah rajin bekerja dan beribadah.


4 Responses to “Tabungan Waktu: Waktu Tidur dan Waktu Bekerja”


  1. August 21, 2008 at 12:18 am

    Wah, berarti sekarang saya sedang melanggar waktu istirahat ya, mengingat sekarang sudah terhitung waktu tidur.. Tapi ini karena satu dan lain hal, sekalian nyoba Flash Unlimited.

    Hidup yang sangat teratur, tampaknya sulit untuk diaplikasikan secara jangka waktu panjang untuk pekerjaan yang menuntut availibility tinggi dan harus siap selalu dengan hal-hal yang bersifat dadakan.
    Gimana tuh Gung? ada saran? Ada g sih pengaturan waktu yang lebih fleksibel untuk pekerjaan2x yang kadang datang tak terduga?

    Bisa habis tabungan waktu kalau sering ada pekerjaan2x tak terduga.

  2. August 21, 2008 at 10:17 am

    Wah, menarik nih Ul soal waktu pekerja super sibuk🙂, mungkin ada beberapa hal yang kepikiran:

    1. Soal tabungan ini sebenarnya salah satu trik biar disiplin waktu soal tidur, bangun tidur, dan have fun. Jadi, buat yang ga masalah dengan ini, mungkin gak perlu tabungan segala. Entah karena saya golongan darah AB, yang katanya cukup sensitif untuk masalah tidur, saya mesti agak ketat soal ini.Soalnya kalo begadang tanpa persiapan, stamina pagi drop, dan subuh berjamaah pasti bablas. Gak tahu untuk yang golongan O yang katanya kuat begadang, mungkin gak rewel soal waktu tidur. Jadi, mesti melawan godaan agar tidak begadang dan diusahain kerjaan beres sebelum tidur. Kalo ga, kerjaannya yang ngalah, dikerjain paginya, tidur dulu saja.

    2.Kalo kita kan berusaha pengen bangun di rentang dini hari sampai sebelum subuh beres, dan ini buat saya agak ga mungkin kalo tidurnya ga di awal. Yang kritis di waktu2 itu aja kayanya, waktu shalat lainnya kan relatif terjangkau. Jadi, mungkin waktu kritis ini dijaga aja, udah harga mati kali ya. Soalnya kalo ini gagal, seharian rasanya gak beres. Gak konsen, mood jelek, stamina payah, dan susah khusyuk di shalat2 lainnya.Siasat lain untuk menetraisir kurangnya waktu tidur malam ya tidur siang. 10-20 menit tidur siang katanya setara dengan 2 kali waktu tidur malam.

    3. Katanya tidur itu kaya tabungan. Kurang tidur itu akan terakumulasi, dan harus dibayar. Makanya biasanya orang sibuk suka tidur lama di akhir pekan (Sabtu/Ahad) untuk membayar hari-hari begadangnya.Mungkin ini bisa dicoba Ul.Dan juga, kalau terasa ngantuk, tandanya memang tubuh butuh istirahat, jadi jangan diabaikan, atau akibatnya bisa fatal karena akan terkena serangan kantuk tiba-tiba. Saya pernah tertidur di lampu merah waktu nyetir tanpa rasa kantuk apa-apa sebelumnya, karena sekian hari begadang.

    4. CMIIW, orang-orang yang memilih menjadi pengusaha, salah satunya kebebasan untuk menentukan waktu kerja. Gak mau diganggu di waktu-waktu yang bagi dia ada pekerjaan prioritas pribadi yang harus dikerjakan. Gak mau siaga untuk nunggu dipanggil kerja. Ya, mungkin buat temen2 yang kerja di perusahaan2 minyak top harus siap dibangunin kapan saja. Imbalannya, gaji yang besar dan tunjangan yang melimpah. Syaratnya, ya waktu ‘hidup’nya siap ‘diabdikan’ ke perusahaan. Entahlah, mungkin contoh ini terlalu ekstrim. Emang segitu sibuknya Ul, sampai kapan saja harus siap?

    5. Bener banget, emang susah hidup teratur. Tapi gimana lagi Ul, sunatullahnya hidup kita optimal kalau bisa begitu. Iri juga sama matahari yang konsisten terbit terus tiap pagi😛

    Udah ah, kepanjangan :-p

  3. November 4, 2008 at 1:56 pm

    nice post , thanks a lot

  4. November 4, 2008 at 6:19 pm

    @ someone new: thank you, you’re welcome🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: