03
Nov
08

Pertanyaan Dari Wisuda ITB Oktober 2008

Pada untaian doa yang disampaikan Bapak Hermawan K. Dipoyono pada penutupan sidang terbuka Wisuda ITB 25 Oktober 2008 yang lalu, bahwa mewakili para staf akademik ITB, beliau menitipkan pertanyaan-pertanyaan yang sebagian besar jawabannya berpulang pada sarjana, magister, dan doktor yang hari itu sedang merayakan hari bahagia, hari kelulusannya dari ITB. Waktu dan karya mereka yang akan menjawabnya, yakni dapatkah para wisudawan/wati ini sukses menghadapi tantangan masa depannya, dapatkah mereka memberi andil bagi terwujudnya kesejahteraan bangsa ini, menjunjung tinggi prinsip-prinsip mulia sebagai orang yang berilmu, sampai memegang teguh amanah keilmuannya tidak hanya di dunia, juga sampai akhirat.

Hari itu tiba-tiba semua mahasiswi nampak cantik dengan dandanan yang rapi. Mahasiswanya tak kalah tampak berwibawa, tidak lain karena kombinasi jas, jubah, dan topi toga yang mencerminkan supremasi keilmuan tingkat sarjana itu cocok sekali mereka kenakan. Walau hanya sekali pakai dan saat duduk topi persegi itu sangat mudah tersenggol orang, namun pakaian inilah yang membuat keluarga dan orang tua menangis haru dan bangga saat nama anaknya dipanggil untuk maju ke panggung, bersalaman dengan rektor, dekan, dan ketua program studi. Foto salaman dengan ketiga orang penting itu berikut foto keluarga sesudah acara wisuda akan menjadi kenangan tersendiri bagi orang tua, kenangan bahwa mereka berhasil menyekolahkan anaknya sampai tingkat sarjana. Hari wisuda memang hari hiburan untuk orang tua.

Hiburan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) dan Keluarga Paduan Angklung (KPA) dengan pembawaannya yang khas membuat suasana menjadi syahdu. Tak lupa sedikit tawa saat beberapa kali rektor diberikan waktu istirahat di antara sesi-sesi salaman dan foto-foto. Sudah maklum setiap wisuda sang rektor harus bersalaman dengan setiap wisudawan yang berjumlah seribuan itu, maka beliau pasti lelah. Sehingga tak heran, jika kita mendapatkan giliran bersalaman di bagian tengah sampai akhir, maka tips bersalaman yang baik, yang sempat disampaikan oleh pihak dokumentator dari LFM (Liga Film Mahasiswa) menjadi tidak terlalu relevan. Tips itu mengatakan bahwa salaman yang bagus itu harus menatap mata rektor (tidak menunduk), tahan 3 detik (jangan terlalu cepat), jangan melihat ke arah kamera (bukan foto box, mas…), dan posisi badan tegap. Tips ini memang hebat, sayang akibat rektor mungkin sudah lelah, walau mata kita sudah memandangnya, sayang mata beliau seakan berkata, “Ini wisudawan gak habis-habis, di mana ujungnya?”.

Wisuda Oktober kemarin melepas 1300-an wisudawan/wati dengan 2 predikat, seperti yang tertulis di buku wisuda dan yang diumumkan selama sidang terbuka, yakni cum laude dan tidak cum laude. Doktor dan magister dengan predikat cum laude tentu mendapat tepuk tangan lebih riuh, selain karena prestasinya, juga karena disebutkan di awal. Wisudawan cum laude di akhir-akhir waktu salaman sudah tidak menarik lagi. Selain sudah banyak yang disebut, tangan juga sudah capek bertepuk.

Ada pertanyaan yang menyelinap, “Jadi selama ini ada 1300-an orang yang bernasib sama dengan kita, pontang-panting memenuhi deadline bimbingan dan sidang, untuk hari ini?”. Tapi aneh, mahasiswa tugas akhir sering merasa ‘sendiri’, apalagi untuk mereka yang sudah ditinggal wisuda oleh sebagian besar teman seangkatannya. Pelajaran penting yang bisa diambil, baik-baiklah memanfaatkan waktu belajar bersama teman seangkatan yang mampu diajak belajar, curhat, sampai Tugas Akhir bareng, sebelum mengalami masa-masa kesepian teman seangkatan yang berefek pada munculnya hambatan psikologis dalam menyelesaikan Tugas Akhir. Ujung-ujungnya, makin lama lulusnya (kok seperti curhat, ya?).

Seorang kawan sempat menyesal tidak mampu memenuhi target mendapatkan PW (Pendamping Wisuda) saat hari bahagianya itu. Oh, kalau untuk yang satu ini memang lebih spesial kalau ada yang mendampingi. Ya, minimal kalau difoto akan tampak lebih tampan (dan lebih beruntung), dan kalau berjalan tak akan sendiri. Bagi yang belum, ya cukuplah dinaikkan ke truk atau delman yang disewa himpunan, diarak sampai ke gedung jurusan, lalu dihibur, disetrum, atau ditimpuk air ramai-ramai.

Senang rasanya keluar dari Sabuga dengan tanda tanya ketimbang tanda titik. Tanda tanya yang harus ditemukan jawaban terbaiknya di pendidikan magister atau doktor, atau di lapangan karyawan, atau di lapangan pengusaha. Selanjutnya akan muncul sekian tanda tanya baru untuk dicari lagi jawabannya. Demikian seterusnya, seperti pesan Rasul, “tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat”. Dalam setiap perjalanan, tentu dibutuhkan waktu untuk merayakan keberhasilan, melihat ke belakang, dan merencanakan masa depan. Semoga keberhasilan apapun selalu membawa berkah sebanyak-banyaknya.

Selamat wisuda, kawan. Selamat berkarya.


Hai putra bangsa insan persada
Tugas mulia menantimu
S’mangat dan tekad kembangkan slalu
Sinar terang pasti datang

(dari Mars ITB)


14 Responses to “Pertanyaan Dari Wisuda ITB Oktober 2008”


  1. November 3, 2008 at 8:21 pm

    selamat..selamat Mas Agung..semoga ilmunya menfaat di masyarakat dan membawa berkah, amin.

    liputan wisuda yang menarik, dengan banyak curhat (colongan).. hehe.

  2. November 3, 2008 at 10:26 pm

    selamat gung.. barakallah🙂
    gimana ya wisuda tahun ini, g sempet dateng..
    katanya g boleh ada arak2x an ya..

  3. November 4, 2008 at 3:08 am

    Selamat Gung!🙂 Ikut berbahagia… semoga bisa mencapai apa yang dicita-citakan😉 ayo kita bangun Indonesia!!

  4. November 4, 2008 at 6:18 pm

    @ trian: amin mas Trian, maklum pas wisuda belum sempet curhat (halah)

    @ ulya: makasih Ul, masih boleh kok arak2an, bedanya baru mulai sore2, soalnya di sabuga beres foto2 ama rektor udah jam3an

    @ Arya: Makasih Ya, berkat Arya juga nih bisa lulus sekarang (ciee..). Siap grak!

  5. 5 mia
    November 5, 2008 at 1:17 pm

    selamat gung ^_^
    makan makan…. [loh?]

  6. November 5, 2008 at 3:04 pm

    wisuda.. congrats!

    tiada kemenangan tanpa perjuangan
    tiada perjuangan tanpa pengorbanan
    ^_^

  7. November 8, 2008 at 7:11 am

    hiks…. jadi keingatan… kpn saya diwisuda yak !?!
    secara TA nggak kelar2…. hiks😦

  8. November 10, 2008 at 8:56 am

    @ mia: makasi Mi. Kalo itu off-the-record aja ya :p

    @ lesly: thank you. I Agree🙂

    @ insyaAllah kelar Wan, n wisuda juga kok, kalau waktunya dah tepat🙂

  9. December 10, 2008 at 12:02 am

    Wisudawan satu-satunya dari IF2002.
    Congrats kang!

  10. December 12, 2008 at 12:40 pm

    @ Agust Andy: Trims. Sama2 mas Agus

  11. July 12, 2009 at 9:18 pm

    sampai di sini, dan membaca baris2 postingan ini.. duh… kayanya… kalimat “Ya, minimal kalau difoto akan tampak lebih tampan (dan lebih beruntung), dan kalau berjalan tak akan sendiri.” hihihi… tgl 18 niyh.. kebetulan menemani seseorang calon wisudawan.. hihi..

  12. July 12, 2009 at 10:39 pm

    @yoe: kenapa kalimat itu? terlalu to-the-point ya? He3, siapa yg wisuda?

  13. July 13, 2009 at 10:55 am

    Terlalu polosss, keliatan jujur banget gag punya PW ya waktu wisuda???!! ;p

    yang wisuda, insya Allah… ^^

    sampai ketemu di Sabuga kalau mampir tgl 18 yakk.. oiyah, salam ajah buat Aa harris Gym juga, wkwk… sukses selalu..😉

  14. July 21, 2009 at 6:33 pm

    @yoe: oh, kalau itu mah dah jelas gak punya. No need to shy about that. Oh, mas yang itu ya…😛 Ok sukses selalu juga yak🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: