11
Nov
08

The Battle of Hegarmanah

Lokasi: Trigger PaintBall, Secapa (Sekolah Calon Perwira) AD, Hegarmanah, Bandung.
Waktu: Ahad 9 November 2008, 10.00 – 11.30 WIB (GMT + 7).
Misi: Habisi tim lawan, rebut bendera, dan bunuh sang jenderal.
Artileri: 16 pucuk senjata gas @100 peluru, rompi, masker pelindung muka, dan baju tentara.
Strategi: Menyerang dan bertahan.
Logistik: Kue kotak, cokelat, dan makan siang.
Pasukan: Tim Oranye (8 orang) vs Tim Hitam (8 orang).
Kondisi Pasukan:
1.    Semua belum pernah melakukan simulasi perang-perangan dengan senjata gas dan peluru cat
2.    Beberapa menggemari game Counter Strike
3.    Beberapa (hampir semua?) jarang berolahraga
4.    Hampir semua berpikir bahwa lebih baik pindah tempat duduk daripada harus membunuh sekawanan semut
5.    Hampir semua pernah menonton film Rambo dan masih terobsesi dengan cara Rambo menggunakan senjata mesin
6.    Hampir semua pernah berpikir bahwa jihad perang mengangkat senjata (kalaupun harus terjadi) bukanlah hal yang sulit-sulit amat bagi mereka

Pertempuran dimulai.

10:05 WIB | Misi: Habisi semua tim lawan | @40 peluru

“Ah gampang, habisin aja semuanya!”
“Tegang gini, euy”
“Saya nyerbu berdua, yang lain bertahan!”
“…bismillaahirrahmaanirrahiim…”

JESS! JESS! JESS!

“Woi, peluru abis nih!”
“Kamu depan ya, aku jagain…”
“Hit! Hit! Hit!, Yes! kena lu!”
“Yah, masa baru ngintip dah ketembak”
“Majuuuuu! Serbuuuu!!”

Tim hitam menang. Istirahat.

“Wuih, tegang ya! Capek juga rupanya”
“Eh, foto-in saya dong!” (lumayan buat dipajang di facebook dan ganti Avatar)
“Fiuh, gini aja capek, apalagi mau jihad”
“Jadi tentara itu capek juga ya”

10:15 WIB | Misi: Rebut bendera | @30 peluru

“Strateginya masih sama, kamu di sana, kamu di sini, saya….”
“Cepet ambil benderanya sekarang, ntar susah kalo ngerebut!”

JESS! JESS! JESS!

“Woi, jagain yang ngambil bendera! Tembaaak!!”
“Yah, peluru abis lagi…”
“Bertahan! bertahan! jaga bendera 1 menit, jangan sampe lepas!”

Tim hitam menang. Istirahat.

“Eh, foto lagi dong!”
“Hh..hh…hh capek euy”

10:30 WIB | Misi: Bunuh Sang Jenderal | @30 peluru

“Siapa nih yang jadi jenderal? Kamu aja deh!”
“Eh, jenderal sembunyi di belakang aja, satu orang jagain, yang lain maju!”

JESS! JESS! JESS!

“Jenderal die nyang mana yak?”
“Maju! Maju!”
“Nah, ketahuan, tu die jenderalnye lagi ngumpet…”
“Yah, peluru dah abis lagi!”

Kedua tim babak belur. Pertempuran selesai. Walau kedua jenderal belum tertembak, waktu dan peluru sudah habis. Pasukan kembali ke barak. Gencatan senjata.

“Eh, tadi siapa sih jenderalnya?”
“Makan, makan…laper euy”
“Eh, foto lagi dong…”

Sebagai pemula, kami tidak jelek-jelek amat, walau sering kami heran mengapa senjata gas kami tidak bekerja seperti milik Rambo, yang walau ditembakkan sehari semalam tak habis-habis. Kami masih merasa seru dengan menembak lawan atau tertembak. Kami belum berpikir kerja sama tim dan strategi yang membuat kami menang. Kami masih menghitung-hitung peluru ketimbang pasrah menerima, bahwa yang bertugas menjaga pasti membuang lebih banyak peluru untuk melindungi kawannya yang menyerang. Dan tentunya, mengoleksi beberapa suvenir foto kami yang berpakaian tentara dan menenteng senjata. Gagah, bukan?

Menjelang hari pahlawan ini, kami angkat topi dan salut atas keberanian dan keterampilan para pejuang dalam menghadapi musuh di garis depan. Simulasi perang-perangan mengajarkan kami dan membuka mata hati kami sedikit lebih lebar. Tak ada yang namanya bertempur tanpa persiapan dan latihan yang sungguh-sungguh.

Terbayang oleh kami…
Dalam persembunyian. Menenteng beban berat sekian puluh kilo senjata dan ransel. Merancang strategi, pergerakan, dan tetap berkomunikasi di antara ketegangan dan kontak senjata. Mempertahankan wilayah mati-matian dari serbuan lawan. Desingan peluru sungguhan. Musuh sungguhan. Mati sungguhan.

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan berdegap hati?

(dari Krawang-Bekasi, Chairil Anwar, 1948)

NB: Tulisan ini dibuat, salah satunya untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 November. Terima kasih kawan-kawan yang telah bersedia menyempatkan diri untuk bertemu di simulasi perang-perangan ini. Semoga kita bisa tetap bersama di ‘medan tempur’ yang lebih nyata. Terima kasih untuk JavaStar Tour n Travel yang telah memfasilitasi acara ini dengan baik.


4 Responses to “The Battle of Hegarmanah”


  1. 1 Jo
    November 11, 2008 at 5:41 pm

    alhamdulillah, akhirnya bisa juga silaturahim dengan sahabat2 yang biasanya dilihat namanya saja di milis, walaupun harus melalui jalan perang ^_^

    Nuhun kang gung ^_^

  2. November 11, 2008 at 8:26 pm

    seruuuuu……..
    kapan season 2 nya ?? hehehehe

  3. 3 Jalu P. Priambodo
    November 13, 2008 at 6:42 pm

    Hatur nuhun akh Agung atas upayanya menyelenggarakan acara ini. Jangan kapok ngadain lagi ya.. saya kan belum ikutan (^_^)

  4. November 17, 2008 at 6:34 pm

    @ Jo: sami2 kang Johan, yang penting tim kita menang! (halah)

    @ aditbram: season-2? ada usul lokasi?

    @ sami2 akh Jalu, salahnya ga ikutan :p. Ya, kita lihat saja🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: