16
Dec
08

How To Be Like Mike

Michael Jordan? Bagi saya nama itu tidak asing, setidaknya sekian tahun lalu saat teman-teman yang gemar bermain basket meniru gaya slam dunk nya, di toko sepatu saya temukan sepatu Nike dengan nama “Air Jordan”, di film Space Jam saya lihat aktingnya, dan di iklan Gatorade saya dengar jingle “Be Like Mike”. Tapi karena saya tidak gemar basket (mungkin itu akan berubah setelah saya membaca buku ini) dan karenanya tidak pernah meluangkan waktu menonton final NBA atau membeli sepatu basket Nike yang keren itu, maka buku yang menceritakan teladan sikap maha-bintang (demikian istilah di buku ini) Michael Jordan ini awalnya tidak menarik hati.

Entah karena saya sedang tertarik untuk membaca biografi tokoh dan mencari-cari cara mereka menjadi besar, atau karena figur MJ (bukan kekasihnya Spiderman ya) yang memesona, atau karena gaya penuturan yang mengalir baik, alhamdulillah tak terasa kurang dari seminggu buku ini selesai dibaca dan siap dikembalikan (ketahuan minjem ni ye).

Fenomena kekaguman saya yang timbul dari sosok MJ dari buku ini agaknya sangat terlambat. Berjuta rakyat Amerika, penggemar basket dan penonton NBA diseluruh penjuru dunia sudah mengelu-elukan atlet yang dikatakan hampir sempurna ini sejak tahun 90-an. Bahkan disebutkan bahwa MJ telah menjadi bagian dari sejarah Amerika karena menginspirasi sekian banyak orang akan kecintaan dan totalitas untuk menjadi atlet profesional. Bagaimana bisa? Baca saja dari mulai prolog sampai epilognya, yang dikumpulkan dari wawancara 1400-an orang yang pernah berinteraksi dekat atau jauh dengan MJ, yang dipotret dari sikapnya baik di lapangan maupun di luar lapangan.

Di sepanjang bab-bab yang memesona ini, saya mendapatkan beberapa kesan yang kuat terhadap sosok MJ ini:

  • Kegigihannya untuk berlatih luar biasa. Datang paling awal, pulang paling terakhir. Latihan saat libur, saat tubuh terluka, saat teknik tertentu belum dikuasai. Saat pemain lain sudah menyerah. Prinsipnya, bahwa latihan harus lebih menyakitkan daripada pertandingan sebenarnya sehingga tidak heran MJ bisa tampil luar biasa saat pertandingan, bahkan pada saat-saat kemenangan hanya ditentukan oleh sekian menit terakhir.
  • Kemampuannya untuk memvisualisasikan mimpi-mimpinya, merekayasa kenyataan sedemikian  rupa sehingga berpihak pada pencapaian impiannya.
  • Hasratnya untuk menang dan menjadi yang terbaik sangat besar, bahkan sempat disebut tidak wajar. Prinsipnya adalah jangan menantang atau mengolok-olok MJ bahwa Anda akan mengalahkannya, karena hasilnya MJ akan membalas dan berusaha mati-matian mengalahkan Anda. Dari sekian banyak cerita, hampir tak satupun MJ gagal melakukannya.Dia akan sangat terpukul jika kalah, dan dia akan membalas ‘dendam’ kekalahannya ini dengan kemenangan. Namun hebatnya, persaingan ini adalah dalam rangka peningkatan kemampuan dirinya untuk mencapai yang lebih baik, bukan untuk ‘membunuh’ lawan dalam arti sebenarnya. Selain itu, MJ tidak malu untuk keluar sementara dari NBA yang membesarkan namanya karena merasa sudah tidak ada tantangan, lalu mencoba bermain bisbol, dan kembali lagi ke NBA. Dan setelah membawa Bulls menjadi juara, ia masih mau untuk ‘turun’ berusaha membesarkan Washington Wizard.
  • Kepemimpinannya yang mampu membawa dirinya, tim, dan Chicago Bulls dari bukan apa-apa menjadi juara NBA 6 kali berturut-turut, sekaligus menaikkan gengsi liga NBA dan bisnis-bisnis seputarnya yang menghidupi sekian banyak orang.
  • Kerendahan hatinya yang berwujud keinginannya untuk terus berlatih meningkatkan kemampuannya, menempatkan dirinya sehingga dihormati orang-orang sekitarnya (dan dunia), serta rasa humornya yang tinggi untuk mendekatkan hubungan dengan orang lain, mulai dari rekan setim, pelatih, wasit, media,  sampai penggemarnya.

Masih banyak sikap-sikap yang bisa diteladani lainnya dari seorang MJ. Walau akan muncul pemain-pemain muda dengan teknik bermain yang lebih baik, MJ tetap tidak tergantikan karena kebesarannya, teladan yang diajarkannya, dan sejarah yang dibuatnya. Oh ya,  jelas MJ tidak sempurna, tapi kelebihannya yang banyak mampu menutupi kekurangannya. Hebatnya, ia tidak malu untuk mengakuinya.

Dan untuk merangkum semuanya, MJ mengajarkan orang-orang bagaimana bersikap menjadi maha-bintang (sekali lagi, demikian istilah buku ini). Tak banyak orang yang penuh bakat, terkenal, kaya, banyak teman, dan sukses yang berhasil menjadi legenda, dihormati, dan tetap menginspirasi. Nah, jika kawan merasa sangat berbakat di zaman yang tak jauh dari MJ ini, sikapnya bisa menuntunmu untuk menjadi maha-bintang berikutnya. Bukankah menyenangkan, terkenal dan dicontoh kebaikannya oleh sekian banyak orang?

Dan jika kawan merasa saya berlebihan menyanjung MJ dan buku tentangnya ini, maka mungkin saya sedang terpengaruh salah satu dari sekian banyak kutipan yang menginspirasi di buku ini,

Diakui atau tidak, kita semua adalah pemuja pahlawan. Kini, kita tidak punya lagi koboi atau pahlawan perang. Karena itu, pahlawan kita sekarang adalah para atlet.
-Bobby Bowden, pelatih football Negara Bagian Florida

Selamat membaca dan selamat terinspirasi dari Mike (Be Like Mike).


6 Responses to “How To Be Like Mike”


  1. December 18, 2008 at 2:50 pm

    Akh, ada tulisan bagus dari Bang Malcolm Gladwel ( penulis Blink dan Tipping Point) nih, -Outliers-, tentang variabel yang mempengaruhi pada Outliers personal cem si Bang MJ ini.

    Bisa dibaca resensinya di rumahnya Nofie Iman sama Bayu Syerli. Gladwell juga punya blog, udah saya link di rumah saya.

    Silakan…

  2. December 19, 2008 at 6:17 am

    hmm, buku “how to”.

    kadang2 menarik juga diketahui, apalagi ga perlu baca bukunya. cukup baca rensensi nya saja hehe.

    kalau buku ‘biografi’ macam Detik-detik yang Menentukan Habbibie, itu tampak lebih menarik.

  3. December 19, 2008 at 10:56 pm

    @Maximillian: Mantap, kayanya keren itu buku, mas Galih!

    @trian: ya tergantung lagi tertarik apa dulu mas, tapi biografi orang-orang ‘besar’ memang menarik.

  4. December 29, 2008 at 3:40 pm

    agung, bisa jadi trainer nih🙂 nice resume

  5. 5 mia
    January 2, 2009 at 2:12 pm

    waaaah…
    nge- block, shoot, and rebound-nya mantap!
    full power!
    bener-bener kayak sepenuh hati maennya.
    two thumbs up!
    thanks for share Gung😀

  6. January 12, 2009 at 3:48 pm

    @lesly: amin, nuhun doanya Le, eh tapi..maksudnya bukan trainer Basket kan?😛

    @mia: sama2 Mi, wah keluar nih memori lama pebasket putri kita hehehe. gimana Mi, Want To Be Like Mike?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,205 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Astronomi

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: