30
Mar
09

Sekilas Perbankan

Beberapa pekan ini kami diberi kesempatan untuk mengamati jalannya operasional sebuah bank syariah di Indonesia. Pekerjaan yang kami lakukan menuntut kami untuk masuk ke jantung operasional lembaga keuangan itu, yakni core banking, sekaligus berada di pusat aktivitas utamanya di Jakarta. Gambaran besar yang dapat kami amati memberi kami beberapa poin atau isu tentang operasional bank pada umumnya, dan bank syariah pada khususnya.


  1. Rutinitas dan Inovasi
    Heran awalnya saat mengetahui betapa rutinnya pekerjaan karyawan di bank dalam mengurusi duit orang lain. Setiap hari bank akan menghadapi berbagai macam transaksi keuangan yang berulang dan terus berulang. Membuka rekening (tabungan / giro / deposito), mengisi uang ke dalam rekening, mengirim uang (pindah buku /transfer), mencairkan nota debit, menarik uang (tunai / via ATM), mengirim dana bagi hasil, meminjam uang (produktif / konsumtif), sampai menutup rekening. Ditambah layanan yang disediakan dalam bentuk
    call center dan mobile banking. Di belakang layar, tanpa terlihat nasabah, bank pun punya urusan dengan Bank Indonesia yang menaungi semua bank di Indonesia dalam menangani berbagai keperluan dengan bank lain. Semua pekerjaan itu diulangi lagi, lagi, dan lagi.
    Melihat sekilas pada rutinitas tersebut, awalnya tak terbayang inovasi apa yang bisa dikerjakan dalam menjalani profesi di bidang perbankan. Untuk yang satu ini belum banyak yang bisa saya gali, satu di antaranya adalah inovasi dalam bidang marketing untuk mendapatkan pelanggan baru dengan potensi keuangan yang baik dan aman sebagai sumber pendanaan bank. Yang lainnya mungkin dari tantangan implementasi sistem keuangan syariah yang diwujudkan dalam berbagai produk perbankan dengan bermacam skema syariah.

  2. Akuntansi
    Chart of Account, Debit, Kredit, Balance, Neraca, dan Laba Rugi. Beberapa istilah sakti tersebut sangat diakrabi karyawan bank di antara sekian banyak istilah akuntansi. Jika kawan sangat menggandrungi akuntansi, maka cocok sekali berprofesi di bank. Sebaliknya jika kawan pusing mana yang harus dikredit dan mana yang harus didebet antara kas dan beban, maka membuat jurnal-jurnal manual dalam transaksi perbankan bisa sangat memusingkan. Satu hal yang sangat dibenci pengguna akuntansi di manapun berada, yakni transaksi yang tidak
    balance (tidak seimbang antara debit dan kredit). Kalau tidak balance, maka tidak boleh pulang, demikian kiranya.

  3. Jam kerja
    Boleh jadi nasabah melihat bank sudah tutup pukul 15.00 sore, sebab tak ada transaksi lagi yang dilayani melewati jam tersebut. Tapi jangan sangka semua pegawainya langsung pulang setelah shalat Ashar, sebab jam tutup itu hanya berlaku dalam konteks melayani nasabah. Selebihnya sebelum tutup buku di akhir hari, semua transaksi harus diotorisasi, semua kas
    teller harus dikembalikan dengan pas ke kas besar, dan sekian transaksi lainnya harus diselesaikan. Di akhir hari, bank akan menjalankan proses yang intinya merekap semua transaksi yang terjadi pada hari itu sekaligus menyiapkan transaksi lainnya untuk esok hari, misalnya untuk pencairan deposito yang jatuh tempo besok. Jadi, jangan kaget kalau semakin tinggi karir, semakin lama pulangnya. Jika tidak ada transaksi yang menggantung, semua bisa pulang awal. Tapi jika terjadi gangguan pada sistem, atau transaksi tidak kunjung balance, atau mendekati akhir bulan / tahun, maka menginap di kantor mungkin cukup membantu :p

  4. Gaji besar?
    Mungkin ini salah satu daya tarik terbesar berkarir di bank. Tapi benarkah besar nominalnya? Mungkin benar untuk jabatan tinggi di kantor pusat. Mungkin juga tidak di
    entry-level, apalagi di daerah. Belum dikurangi biaya hidup dan lain sebagainya. Bukankah lebih penting berapa besar yang bisa ditabung ketimbang berapa besar yang didapat? Besar gajinya tapi besar pula konsumsinya tidak lebih baik daripada sedang gajinya dan kecil konsumsinya, bukan begitu?

  5. Pelayanan nasabah
    Pelanggan adalah raja. Dan beberapa raja jelas lebih berkuasa daripada yang lainnya. Di bank, tingkat raja ditentukan dari seberapa besar dana yang disimpan sang raja di bank tersebut. Bagaimana tidak diperlakukan isitmewa bila bagi hasil depositonya saja hampir ratusan juta. Bukan nilai depositonya ya, tapi bagi hasilnya alias sekian persennya saja. Bagi bank, nasabah-nasabah dengan dana besar tentu harus dilayani sebaik mungkin agar tak terpikir untuk menarik dananya keluar.

  6. Produk perbankan
    Macam-macam jenisnya, beberapa yang paling populer yaitu tabungan, giro, dan deposito. Ketiganya disusun sedemikian rupa dengan berbagai bentuk skema yang menarik bagi nasabah dan menguntungkan bagi bank. Pilih pencairan yang mudah atau nilai bagi hasilnya? Atau manajemen risiko investasinya yang menarik? Ah, kalau duitnya banyak yang beginian tentu tak perlu pusing, bahkan menyenangkan mengamati tumbuhnya jumlah nol di belakang dari waktu ke waktu hihihi.

  7. Kultur perusahaan
    Tentulah berbeda budaya bank syariah dengan bank konvensional. Pegawai perempuannya yang berjilbab rapi dan lelakinya yang berpeci dan berkoko (pakai baju koko maksudnya). Tak lupa sapaan ‘assalamu’alaikum’ dan anjuran tidak mengkonsumsi riba dan rokok. Berada di lingkungan ini seperti
    feels like home. Homy karena budayanya, juga orang-orangnya.

Demikian gambaran singkat dari pengamatan kami selama dua minggu ini. Walau bank syariah belum menjadi yang terbesar di Indonesia, namun semoga perlahan tapi pasti keberadaannya semakin diperhitungkan untuk membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Tentu lewat fungsinya sebagai lembaga keuangan yang mempertemukan antara debitur dan kreditur yang ingin bekerja sama dalam bingkai syariah yang penuh berkah. Tapi nampaknya masih panjang jalan ke sana, dan masih ada tantangan untuk memperbaiki pelayanan, operasional, dan kultur perusahaan. Merdeka!

Aih, serius sekali tulisan ini. Silakan dikomentari


10 Responses to “Sekilas Perbankan”


  1. 1 Trian
    March 30, 2009 at 8:36 am

    Wah,saya pikir akan dijelaskan semacam pengantar core banking,mas..*dalam hati kagum kalau penjelasan gitu,secara bukan orang eko :p.

    Jadi mau kerja di bank mas?:-)

  2. March 30, 2009 at 8:42 am

    @ Trian: ya..itu mah rahasia perusahaan mas, kalo dikasi tahu ntar ketahuan cara ganti saldo tanpa ketahuan -halah- Hmm..nggak sepertinya mas, nggak kuat rutinitasnya kayanya🙂

  3. April 4, 2009 at 4:45 pm

    Ada penjelasan soal prospek investasi syariah, Mas Agung ? Selain akad, ada nggak yang membedakannya dengan konvensional ?

    Kalau ditambah data, dan membiarkan pembaca menyimpulkan, nampaknya bagus juga…Secara blog saya banyakan substance di data, dan interpretasi…

    Visit my “crap” blog Mas.

    GAL

  4. May 1, 2009 at 3:57 pm

    @ Maximillian: ada, tapi mas Galih tahu lah kalau bank syariah kita belum full ‘syariah’. Iya nih, tulisan saya masih butuh banyak data dan interpretasi. Lagian kompleksitas kan kegemaran Max, kan? Hehe.. mungkin beda sama awak yang pengen simpel saja -atau terlalu menyederhanakan masalah? halah-

  5. 5 Nova
    June 25, 2009 at 11:56 am

    jalan2 ke bank dlm rangka apa niy Gung?nemenin anak TK y:D

    mo nambahin,beda bank syariah n konvensional cukup prinsipil.Bank syariah cuma mengenal dua konsep kredit,jual-beli atau kerjasama.Kalo kita pinjam uang dalam bentuk jual beli,misal mo beli mobil,harga 100juta,pinjam 5th.Sama bank dianggap Bank membelikan mobil untuk kita dulu,trus dijual lagi ke kita dg harga=harga awal+(margin*thn).cicilan per bulan=total utang:banyak bulan.

    Kalo bank konvensional,kita mo pinjam uang untuk apa kek,selagi jaminan n uang pembayar cicilan jelas,pasti dikasih.Ntar kita bayar cicilan tergantung bunga bank yg berlaku hari kita ditagih.So,waktu akad pinjam uang,kita g tau berapa total utang kita sampai akhir waktu pinjaman nanti.Itulah beda utamanya.

    Dan untuk orang yg nabung,bank syariah memberi bagi hasil,karena uangnya diputar lagi dalam bentuk jual-beli n kerjasama.Bank syariah nggak diizinkan nyimpan uang tanpa digunakan n g boleh ikut bisnis keuangan kyk sekuritas gitu deh.So uangnya digunakan u hal yang jelas dan halal.Kenapa bank syariah di Indonesia BELUM bisa FULL SYARIAH,karena terbentur dg peraturan tertulis dan tidak tertulis yg ada di Indonesia.Kita kan tau,perekenomian kita masih terus dijajah. Contoh simple,ada kebijakan Bank2 boleh menyimpan deposit di BI dan deposit itu diberi bunga.Karena bank syariah tidak boleh menyimpan uang,apalagi berbunga,maka bank syariah hanya menyimpan uang untuk penjaminan saja,kl g salah max 5-10% cash mereka.n g dapat bunga.Makanya bank konvensional bisa jor2an ngasih hadiah,promo u penabungnya.coz mereka bisa dapet uang juga walaupun g susah2 u terjun ke kredit.Akibatnya,bank syariah terkesan tidak kompetitif bagi para penabung.So,Bank syariah Indonesia belum bisa Full,karena masih dalam penyesuaian.Kalo lama2 masyarakat sudah benar2 paham konsep syariah bagaimana,adilnya seperti apa,maka,bank konvensional mau heboh kayak apa kek,mereka pasti akan milih syariah yang jelas.n otomatis,pemerintah juga memperbaiki peraturan2 yg nggak sesuai dengan syariah.But…when????

  6. June 25, 2009 at 9:21 pm

    @ nova: nemenin ehm -halah- ga lah, ada kerjaan. Dan ya butuh nasabah2 yang sudah paham untuk ikut membesarkan bank syariah. Kalo pada nunggu bank syariah ‘bagus’ ya gak jadi-jadi, makanya promosinya aspek ‘syariah halal dan berkah’ dulu ketimbang ‘hadiah-‘hadiah’ lainnya. Setuju Bu, emang mantap didikan sekolah ‘kokesma’ hehe.

  7. 7 yoe
    July 12, 2009 at 9:27 pm

    hm, kayanya ak tau yang sedang dibicarain bung Agung ini.. ;p

  8. July 12, 2009 at 10:41 pm

    @yoe: ups, untung saya gak ngomong merek bank-nya nih😛

  9. February 10, 2011 at 9:02 pm

    tidak seperti yang saya bayangkan tidak sesuai judul…karena saya fikir akan diberitahu seperti pengetahuan umum gitu. saya cari2 tahu tentang prodak2 perbankan secara umum dan dijelaskan masing2 produk…secara saya bukan anak ekonomi tetapi saya benar2 inginntahu….terimakasih

  10. June 1, 2013 at 11:09 pm

    Admiring the dedication you put into your site and detailed information you offer.
    It’s good to come across a blog every once in a while that isn’t the
    same old rehashed material. Fantastic read! I’ve bookmarked your site and I’m including your RSS feeds to my Google account.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: