23
Jul
09

Jangan Keluar Dari Pekerjaan Sebelum Dipecat

Sebelum dibahas, saya cuplik satu kutipan yang saya suka di dalam buku ini. Coba dengar ini,

Membenci Senin adalah alasan lemah karena telah menyia-nyiakan sepertujuh hidup Anda.

DSC00691 Ok kawan, pasti ada yang tak sepakat dengan judul tulisan ini. Setidaknya dengarkanlah dulu isi buku terjemahan dari judul aslinya ini, “Love It, Don’t Leave It: 26 Ways to Get What You Want At Work”. Kalau di-Indonesiakan menjadi “26 Kiat Meraih Kesuksesan dan Kepuasan Kerja Tanpa Berganti Pekerjaan”. Hoah…another How-To Books? No, thanks. Eit tunggu, duduklah sebentar, dan coba pikirkan beberapa pertanyaan ini,

  • Bagaimana pekerjaan dapat membuat saya bergegas bangun di pagi hari?
  • Seandainya saya memenangkan undian dan berhenti bekerja, apakah yang menjadi kehilangan terbesar bagi saya?
  • Apakah Anda sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tak sempat untuk memikirkan masa depan?
  • Dalam bekerja, pencapaian apa yang secara khusus membuat saya merasa bangga?
  • Perubahan besar apakah yang sedang terjadi di bidang industri, ekonomi, politik, dan sosial yang memengaruhi perusahaan?
  • Apakah pekerjaan Anda membuat hubungan Anda dengan keluarga menjadi renggang?
  • Kapankah terakhir kali Anda tertawa terbahak-bahak (ya, maksudnya tertawa dengan rasa gembira yang amat sangat) sewaktu bekerja? Tahun lalu? Bulan lalu? Minggu lalu? Kemarin?
  • Bayaran saya kurang dibanding dengan apa yang saya kerjakan?
  • … Bagaimana, seperti yang ditanyakan saat wawancara masuk kerja ya? Hihihi…

Bekerja, seperti kita tahu, merupakan aktivitas yang kita jalani hampir selama separuh umur hidup kita. Pagi sampai sore (bahkan sampai malam) kita habiskan untuk bekerja. Bekerja menjadi hidup kita yang kedua. Layaknya hidup, berbagai macam hal harus kita hadapi, baik yang sederhana maupun yang kompleks. Mulai dari pekerjaan itu sendiri, rekan kerja, atasan, lingkungan kantor, peraturan perusahaan, gaji, kesempatan mengembangkan diri, sampai menu makanan di kantin. Seiring waktu, tak semua hal ini memuaskan. Setidaknya itu yang kita pikirkan selain rumput tetangga yang nampak lebih hijau. Jadi, apakah ini saat yang tepat untuk mengundurkan diri? Keluar? Pindah perusahaan? Atau memulai bisnis sendiri? Apapun jawabannya, setidaknya ada beberapa pekerjaan rumah yang hendaknya dikerjakan. Nah, buku ini memberikan 26 daftar pekerjaan rumah itu.

Heh sebentar, mengapa pula saya harus bertahan di perusahaan ini kalau semuanya sudah ‘selesai’ buat saya? Hmm…bagaimana ya, apa Anda yakin semuanya sudah ‘selesai’? Apa Anda yakin rumput itu memang lebih hijau? Apa Anda yakin masalah-masalah yang menyebalkan di perusahaan ini tidak akan Anda alami di perusahaan yang baru? Apa Anda yakin sudah tidak ada lagi yang menantang untuk dipelajari? Nah, demikianlah kiranya sebagian besar isi buku ini. Keluhan. Pertanyaan. Curhat. Jawaban. Lalu pertanyaan lagi. Demikian seterusnya. Kalau mau dirangkum dalam beberapa ide besar, kiranya demikian:

  • Tanyalah. Anda tidak akan mendapatkan apa yang tidak anda minta. Tak ada ruginya, karena memang Anda berhak untuk bertanya dan meminta. Tentu dengan cara-cara yang elegan.
  • Jangan menunggu orang lain, siapapun itu, melakukannya untuk Anda. Jika Anda menginginkan sesuatu, Andalah orang pertama yang melakukannya, bukan orang lain.
  • Banyak-banyak mendengar dan memahami.
  • Terus kenali diri Anda sendiri. Cita-cita, rasa suka, rasa benci, semuanya. Apa yang Anda inginkan? Bagaimana semua itu mempengaruhi pilihan-pilihan Anda?
  • (Hei, ini tampak sebagai penjabaran, bukan rangkuman…) Ups, nampaknya saya belum mendapatkan ide-ide besarnya. Eh, atau memang ide besarnya cukup banyak?

Yang membuat buku ini bagus antara lain penulisnya yang berpengalaman menangani keluhan rutin karyawan yang hendak keluar, gaya penyampaiannya yang santai tapi mengena, pertanyaan-pertanyaan yang bagus, dan kutipan-kutipan yang sayang untuk dilupakan. Ternyata bersyukur dengan pekerjaan yang sudah dijalani memang tidak mudah. Apalagi jika terdengar kabar lulusan perguruan tinggi tertentu mudah sekali pindah-pindah perusahaan sehingga muncul istilah ‘kutu loncat’ itu lho.

Membaca buku ini saya jadi teringat nasihat tentang hak dan kewajiban yang memang seharusnya sudah kita miliki saat kita bergabung ke organisasi tertentu. Saat kita telah bergabung, kita sudah termasuk pada definisi tentang organisasi itu. Dengan kata lain, kita menentukan bagaimana bentuk organisasi itu kemudian. Lihat? Kita punya kuasa. Kita adalah penentu. Hanya memang, sering kita abai. Tak mudah memang untuk benar-benar ‘klik’ dengan pekerjaan berikut segala macam keterkaitannya. Kalau ada yang bilang,

Pilihlah pekerjaan yang kau sukai, maka Engkau tak akan perlu bekerja dalam hidupmu. (Confusius)

maka seperti yang (mungkin) sering diulang oleh bagian HRD perusahaan,

Ini bukan tentang memilih pekerjaan yang dicintai, tapi tentang mencintai pekerjaanmu.

Hmm… butuh waktu melakukannya. Baca buku dulu, ah.

—————

Keterangan:

  • Judul: Jangan Keluar Dari Pekerjaan Sebelum Dipecat, 26 Kiat Meraih Kesuksesan dan Kepuasan Kerja Tanpa Berganti Pekerjaan
  • Penulis: Beverly Kaye dan Sharon Jordan-Evans
  • Penerbit: Kaifa (2004)

5 Responses to “Jangan Keluar Dari Pekerjaan Sebelum Dipecat”


  1. July 29, 2009 at 8:17 am

    i agree with confusius🙂

  2. 2 anitafrahmat
    July 30, 2009 at 2:03 am

    Baik!!
    (menjawab judul di atas, Halah!)

  3. July 30, 2009 at 3:18 pm

    @lesly: Confisius says, “Thanks”
    @anita: Semangat banget Nit🙂

  4. August 2, 2009 at 12:20 am

    hmmm…
    masa nit? kl nanti ada yang nyuruh berhenti kerja gimana? he3x…

    There are so many reason to quit from ur work, not only with getting fired..

    I prefer to see it as a choice🙂
    Sebuah pilihan yang harus dipertanggungjawabkan, tentunya…

  5. August 2, 2009 at 11:07 pm

    @ulya: the title “dipecat” is just an eye-catching title to make people remember this book easily. No chapter about being-fired inside. It’s simply questions to think about before taking final decision to quit from our current job. Nonetheless, i agree with you, thanks.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: