08
Nov
09

Mengubah Kebiasaan Berkendara Kita

Mengendarai mobil di jalan umum, yang secara sederhana diizinkan bagi mereka yang sudah mempunyai SIM, ternyata tidak sesederhana dapat dikuasai mereka yang telah lulus kursus mengemudi. Dibutuhkan lebih dari sekedar kemampuan mengendalikan arah mobil, mengatur kecepatannya, serta membaca rambu lalu lintas. Hal ini dapat dipahami karena masalah yang mungkin muncul saat mobil sudah melaju di jalan umum begitu bervariasi. Sebut saja mulai dari kemacetan lalu lintas, ban bocor, hingga ditabrak atau menabrak kendaraan lain. Hingga saat ini kesiapan kita dalam mengatasi berbagai masalah tersebut sepertinya belum menjadi bagian dari syarat pengambilan SIM. Kita rasanya mau cepat saja mendapat izin mengendarai mobil, tanpa terlebih dahulu menyiapkan diri memahami hal-hal yang, bisa jadi, suatu hari akan menyelamatkan nyawa kita dan orang lain. Misalnya, Anda tidak ingin kejadian dalam video berikut menimpa Anda, bukan?

Pada Pesta Blogger 2009 yang lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti sesi Driving Skills For Life (DSFL) yang diselenggarakan oleh Ford Motor Indonesia (FMI) yang bekerja sama dengan beberapa pihak, termasuk Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC). Program ini merupakan bentuk Corporate Society Responsibility (CSR) dari FMI untuk pengemudi kendaraan bermotor di Indonesia, khususnya mobil. Tujuan DSFL sendiri yaitu:

  1. Pengemudi yang aman dan selamat
  2. Pengemudi yang bijak
  3. Meningkatkan jarak tempuh kendaraan Anda
  4. Menghemat pengeluaran
  5. Mengurangi polusi

Untuk mencapai tujuan tersebut, DSFL menyusun 10 tips yang diharapkan dapat mengubah kebiasaan berkendara kita. Tips ini dapat dilihat di sini, akan tetapi saya mencoba menceritakan kembali sesuai pengalaman pribadi dan pelatihan yang saya dapat di sesi di Pesta Blogger 2009 yang lalu.

  1. Mengenakan sabuk pengaman karena aturan, bukan kesadaran
    Tips1Sejak dihimbaunya penggunaan sabuk pengaman, pengemudi mobil segera mematuhinya dengan berbagai alasan. Sebagian besar mungkin takut dengan denda yang berjumlah ratusan ribu tersebut. Sebagian yang lain mungkin sadar akan risiko cedera yang mungkin terjadi tanpa menggunakan sabuk pengaman.
    Fungsi sabuk pengaman sendiri adalah melindungi penggunanya dari cedera yang lebih parah dalam suatu kecelakaan. Nah, seringkali kita berpikir bahwa kecelakaan tidak akan menimpa kita bila kita berkendara bukan dengan kecepatan tinggi dan tidak sedang mengadakan perjalanan keluar kota. Padahal yang namanya kecelakaan dapat terjadi kapan saja dimana saja. Jika bukan kita yang menabrak, peluangnya dapat terjadi dari kendaraan lain yang menabrak kita. Jika sudah terjadi kecelakaan dan pengemudi mengalami cedera yang lebih parah tanpa menggunakan sabuk pengaman, maka alasan tadi jadi omong kosong, bukan?
    Oya, sabuk pengaman bukan hanya untuk pengemudi, melainkan untuk penumpang juga karena semua orang di dalam kendaraan dapat mengalami cedera. Dalam sebuah video simulasi kecelakaan berkecepatan 50 km/jam (tidak kencang), penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman laksana bola yang terpantul-pantul: menghantam dasboard, terlempar keluar dari kaca depan atau samping, dan melukai penumpang lain yang menggunakan sabuk pengaman (bayangkan saja sebuah bola yang terpantul-pantul dalam sebuah ruang, ia akan bergerak tidak teratur dan membentur ke segala arah).
    Gunakan sabuk pengaman yang standar, seperti model reclining seatbelt, yang secara otomatis menyesuaikan dengan ukuran tubuh kita. Ia akan mengunci tubuh kita bila menerima tarikan yang besar dan cepat akibat hentakan saat kecelakaan. Jangan gunakan seatbelt yang harus disesuaikan dulu ukurannya, karena tidak berfungsi menahan tubuh kita sebagaimana mestinya. Apalagi yang hanya diselempangkan di depan tubuh sekedar untuk menunjukkan kepada polisi bahwa kita terlihat sudah menggunakan sabuk pengaman.
  2. Tidak mengoptimalkan fungsi spion
    Tips2Spion kanan, kiri, dan tengah dapat membantu kita mengamati posisi kendaraan lain di belakang, sekaligus menghitung jarak kita dengan kendaraan di sekitar kita. Pengamatan ini penting saat kita harus mengambil keputusan untuk berpindah jalur, berbelok, dan saat melakukan pengereman (berhenti). Seringkali kecelakaan terjadi saat pengemudi tidak sering meng-update posisi kendaraan di belakang (ah, ternyata bukan hanya status FB yang harus sering di-update). Saat akan berbelok/berpindah jalur ternyata ada kendaraan dari arah belakang yang sedang melaju kencang. Saat akan berhenti ternyata jarak kendaraan belakang dengan kita terlalu dekat.
    Akan tetapi spion belumlah cukup karena spion memiliki area penglihatan yang terbatas, sehingga ada area di sekitar kendaraan yang disebut blind spot. Blind spot kendaraan dapat diminimalisir dengan menoleh 90 derajat ke kiri, kanan (shoulder/head check), atau belakang (untuk mundur) untuk meng-update posisi kendaraan.
    Bagi kendaraan besar seperti bis atau truk semen, blind spot yang dimilikinya lebih besar lagi karena ditambah area di bawah penglihatan pengemudi yang tidak dapat dilihatnya (ingat, posisi pengemudi kendaraan besar lebih tinggi dari kendaraan biasa). Dalam sebuah video CCTV nampak seorang penyeberang jalan yang tergilas truk semen karena ia menyeberang dekat sekali dengan hidung truk semen tersebut, sehingga pengemudi tidak dapat melihat penyeberang tersebut. Maka jika kita sedang berada atau mengemudi dekat dengan kendaraan besar, segeralah mengubah posisi tersebut karena bisa jadi kita sedang berada di area blind spot.
    Seberapa sering kita meng-update posisi kendaraan kita lewat spion atau shoulder check? Kira-kira setiap 8 detik. (Wah, kalau begitu mengemudi itu butuh konsentrasi tinggi, dong? Nah, baru sadar, kan? Tapi ini baru sampai poin kedua, masih ada delapan lagi hehehe).
  3. Yang waras, ngalah!
    Tips3Entah jika istilah ini terinspirasi dari lakon Srimulat, tapi demikian prinsip sederhana yang disampaikan Pak Dodi saat presentasi DSFL di Pesta Blogger yang lalu. Bagi sebagian besar kita, jalanan itu gila, apalagi di kota-kota besar. Orang jadi beringas ingin menang sendiri tanpa memerhatikan keselamatan orang lain. Dalam kondisi tersebut, seringkali kita pun ikut-ikutan berperilaku gila. Sesama orang gila saling memperebutkan jalan? Maka bertengkar dan kecelakaan lah yang menanti. Nah, agar terhindar dari pemborosan energi, waktu, dan emosi ini, maka gunakanlah prinsip sederhana: “Yang waras, ngalah!”
    Dalam DSFL, prinsip ini disebut Defensive Driving. Pada intinya, pengemudi yang Defensive (yang waras, tentu saja) selalu berpikir jauh ke depan dan selalu waspada terhadap segala kemungkinan risiko yang terjadi. Ia mampu mengemudikan kendaraannya dengan tenang dan mampu mengantisipasi situasi lalu lintas di depannya.
    Beberapa perilaku yang dilakukannya antara lain:

    • Tenang dan menghindari provokasi (tepat sekali pemilihan kata ini hehehe) pengguna jalan lain
    • Sopan dalam mengemudi dan dapat mengontrol emosi
    • Dapat mempertahankan suasana hati yang positif
      Misalnya jika ada orang yang tiba-tiba meyerobot jalur kita dengan sembrono, pikirkan saja bisa jadi ia terburu-buru karena istrinya akan melahirkan, orang tuanya sakit, terlambat masuk kantor (yang ini sering, nampaknya), atau sedang kebelet ke kamar kecil. Dengan demikian kita akan memakluminya, dan segera melupakannya, tidak terpancing untuk balas menyerobot.
    • Bersikap adil terhadap pengguna jalan yang lain dan memberi hak yang sama
      Misalnya jika berjumpa dengan zebracross, berilah kesempatan kepada penyeberang yang sudah menunggu untuk dapat menyeberang jalan. Atau memberi kesempatan pada kendaraan lain yang akan akan berbelok memotong jalur di depan kita.
    • Waspada terhadap kemungkinan kesalahan yang disebabkan pengguna jalan yang lain
      Kita waspada, tapi orang lain tidak waspada, kecelakaan tetap dapat terjadi. Intinya bukan siapa yang bersalah, tapi hindari kecelakaan semaksimal mungkin. Kalau sudah terjadi kecelakaan, pasti ada kerugian, minimal kerugian waktu dan emosi. Tak ada yang diuntungkan, dan tidak penting siapa yang bersalah dibandingkan kerugian yang harus ditanggung.
    • Takut menyebabkan celaka orang lain / kerusakan barang
  4. Mengemudi dengan gangguan
    Tips4Saya teringat sebuah berita terjadinya beberapa kecelakaan di sekitar sebuah papan reklame iklan sabun. Beberapa pengemudi yang nahas itu, tentunya laki-laki, sesaat terpesona dengan pesona sang model iklan sabun. Beberapa detik mereka kehilangan konsentrasi mengemudi sehingga menyebabkan kecelakaan. Hanya beberapa detik tanpa konsentrasi yang dibutuhkan untuk sebuah kecelakaan. Entah yang salah si model iklan sabun, pemasang reklame, atau pengemudi. Kemudian, kalau tidak salah, reklame tersebut dipindah atau diganti dengan yang lebih ‘tidak menggoda’ untuk mengurangi kecelakaan. Contoh reklame ini termasuk gangguan eksternal terhadap pengemudi.
    Gangguan berikutnya tentu sudah cukup akrab. Berikut beberapa pekerjaan sambilan saat mengemudi:

    • Membaca/menulis SMS
    • Bertelepon
      Penggunaan handsfree tetap saja mengurangi konsentrasi mengemudi, jadi bukan solusi bertelepon saat mengemudi. Menepilah jika menerima telepon yang dianggap cukup penting. Kita sebagai orang yang menghubungi pun hendaknya mempunyai kesadaran. Tanyakan terlebih dahulu pada penerima telepon aktivitas yang sedang ia lakukan. Jika ia sedang mengemudi, segera putuskan hubungan, dan katakan kita akan menghubunginya kembali.
    • Makan/minum
    • Berbincang topik berat dengan penumpang
    • Merokok
    • Melihat TV atau mengganti kaset/CD Audio

    Statistik menunjukkan gangguan-gangguan internal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan akibat kehilangan konsentrasi. Aktivitas-aktivitas tersebut nampak ringan, tapi memang hanya dibutuhkan beberapa detik untuk sebuah kecelakaan. Mengemudi membutuhkan konsentrasi tinggi, oleh karena itu hilangkan gangguan apapun semaksimal mungkin.

  5. Tidak menjaga jarak aman dan terlalu mengandalkan rem
    Tips5Seringkali kita terlalu percaya diri mengikuti kendaraan di depan kita dengan jarak yang minimal. Kita terlalu percaya diri dengan kecepatan kita merespon kendaraan depan yang berhenti mendadak. Kita terlalu percaya diri dengan kemampuan rem kendaraan kita. Setelah terjadi kecelakaan akibat jarak yang terlalu dekat tersebut, kita bingung kemana hilangnya kepercayaan diri kita tadi.
    Prinsip sederhana mengenai ruang kosong antara kendaraan kita dengan kendaraan lain, baik di depan, belakang, kanan, dan kiri adalah semakin besar ruang yang tersedia, semakin banyak waktu untuk bereaksi dan menghindari kecelakaan.
    Berdasarkan penelitian, setidaknya dibutuhkan waktu 3 detik untuk bereaksi jika kendaraan di depan kita berhenti secara mendadak, yakni:

    • 1 detik waktu reaksi manusia,
    • 1 detik waktu pengereman, dan
    • 1 detik waktu cadangan (safety factor).

    Bagaimana menghitung 3 detik ini? Cara sederhana adalah dengan membuat patokan objek diam di pinggir jalan yang telah dilewati kendaraan di depan kita. Misalnya pohon atau tiang listrik. Begitu kendaraan di depan kita melewati objek tersebut, kita mulai menghitung: “Seribu dan satu”, “Seribu dan dua”, dan “Seribu dan tiga”. Kira-kira “Seribu dan satu” ini lebih dekat ke nilai satu detik ketimbang “Satu”, “Dua”, dan “Tiga”.
    Jika sampai “Seribu dan tiga” kendaraan kita pas melewati objek atau kurang, maka kita sudah berada di jarak yang relatif aman dengan kendaraan depan. Demikian sebaliknya, jika jarak kita kurang dari 3 detik, maka sebaiknya kita mengurangi kecepatan untuk memenuhi jarak aman ini. Tidak peduli berapa kecepatan kita, karena waktu 3 detik ini pun akan menghasilkan jarak yang berbeda seiring kecepatan kendaraan.
    Jika kondisi jalan licin atau cuaca sedang hujan, maka kita dapat menambahkan hingga 4 sampai 6 detik.
    Ingat, ruang aman di sekitar kendaraan kita merupakan waktu yang kita butuhkan untuk bereaksi jika keadaan darurat terjadi. Semakin besar ruang aman, semakin banyak waktu yang kita miliki.

  6. Mengoptimalkan kecepatan persneling
    Tips6Sudah tips ke-6, masih kuat? Hehehe. Kapan saat/kecepatan yang tepat untuk memindahkan perseneling dari rendah ke tinggi? Dalam kaitannya dengan penghematan bahan bakar, sebaiknya kita memindahkan persneling saat putaran mesin berada di antara 1500-2500 rpm (putaran per menit). Hal ini disebabkan mesin dengan bahan bakar bensin rata-rata bekerja optimal di putaran tersebut. Jika putaran terlalu tinggi, hal ini menyebabkan bahan bakar cepat terbuang, sedangkan jika terlalu rendah dapat menyebabkan mesin kehilangan torsi sehingga butuh injakan pedal gas yang lebih dalam, yang berarti lebih banyak pula bahan bakar yang digunakan. Oleh karena itu, kita berusaha untuk melaju sekonstan mungkin dan menghindari akselerasi mendadak atau pengereman yang berlebihan.

  7. Memanfaatkan momentum gerak kendaraan
    Tips7Saat mendekati lampu merah atau berbelok, seringkali kita tidak sabar dan tetap memacu kendaraan, lalu berhenti dengan cepat menggunakan rem. Kebiasaan ini ternyata berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dan cepat mengurangi ketahanan rem. Hal ini dapat kita ubah dengan memanfaatkan momentum gerakan kendaraan yang masih tersisa dari kecepatan sebelumnya.
    Biarkan kendaraan kita menggelinding tanpa injakan gas sehingga saat mendekati lampu merah / belokan, kecepatan yang sudah jauh berkurang tersebut dapat menghemat penggunaan rem. Buat apa memacu kendaraan yang tidak lama lagi harus berhenti??
    Selain itu, kita dapat menggunakan engine break ketimbang rem jika menghadapi jalan yang turun. Engine break secara prinsip adalah menurunkan persneling untuk menurunkan kecepatan. Teknik ini lebih aman daripada menggunakan rem untuk mengurangi laju kendaraan yang sedang dalam persneling tinggi.

  8. Tetap menyalakan mesin saat berhenti
    Tips8Mesin yang tetap menyala dari sekian banyak kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah jelas menambah tingkat polusi, selain memboroskan bahan bakar. Jika kendaraan kita berhenti lebih dari 20 detik, maka akan lebih ekonomis bila kita mematikan mesin. Kondisi ini sering kita rasakan di pemberhentian lampu merah, kemacetan lalu lintas, perlintasan kereta api, atau menurunkan orang / barang dari kendaraan. Mematikan mesin tidak akan merusak atau mengurangi umur dari motor starter.
    Sebagai ilustrasi, mesin hidup dan diam selama 3 menit sama artinya dengan mengemudi 1 kilometer dengan kecepatan konstan 50 km/jam. Mematikan mesin saat menunggu tentu dapat menghemat bahan bakar dan membuat kendaraan kita mampu menempuh jarak yang lebih jauh, selain mengurangi polusi.

  9. Jarang melakukan pengecekan kondisi mobil
    Tips9Ada berapa banyak pengemudi yang memahami cara kerja kendaraannya? Dari jumlah tersebut, berapa banyak yang mengetahui apa yang harus dilakukan bila sistem kendaraannya tidak berjalan sebagaimana mestinya? Saya rasa sebagian besar kita tidak termasuk yang pertama, apalagi yang kedua. Sebagian besar kita hanya bisa mengemudi, tapi tidak memahami bahwa kendaraan, layaknya mesin apapun, butuh perawatan dan pengecekan berkala. Kita terlalu percaya diri atau cuek dengan kondisi kendaraan. Hal ini dapat diperbaiki dengan beberapa pengecekan ringan setiap kali kita berkendara. Ya, itung-itung rasa terima kasih kita terhadap kendaraan yang sudah berjasa mengantar kita ke sana ke mari. Pengecekan yang kita lakukan dapat mendeteksi kerusakan sejak dini agar kerusakan yang parah tidak terjadi.

    • Pengecekan Eksternal

      • P: Petrol = Bahan bakar
      • O:Oil = Minyak mesin, transmisi, rem, power steering
      • W:Water = Air pembersih kaca, pendingin
      • E:Electricals = Sistem kelistrikan
      • R:Rubber = Karet selang, karet wiper
    • Pengecekan Internal
      Pengecekan ini dilakukan terhadap bagian dalam kendaraan, seperti kaca spion, alat kontrol, rem parkir, lampu-lampu, dan sebagainya.
    • Perawatan Ban
      Apa arti penting ban? Sadarilah bahwa ban adalah satu-satunya bagian kendaraan kita yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Kondisinya harus terus dijaga, agar jangan sampai terjadi kasus kecelakaan fatal yang sering kita dengar: pecah ban di jalan tol. Pecah ban ini terjadi sebagian besar karena tekanan ban lebih rendah daripada yang seharusnya (under pressure). Tekanan udara yang rendah pada ban akan menyebabkan ban sering ‘terlipat’ di sisi sampingnya, yang menyebabkan ketahanan karetnya cepat habis karena sering mengalami tekanan dari bobot kendaraan yang sedang melaju. Sebagai informasi, bagian samping adalah bagian yang terlemah dari sebuah ban.
      Oleh karena itu, jagalah tekanan ban sesuai dengan standar tekanan yang tertera pada stiker di dekat pintu mobil pengemudi. Tekanan dapat ditambah 2-3 psi jika mengangkut beban berat atau akan melaju di jalan tol. Selain itu, mengingat harga ban yang tidak murah, sebaiknya kita rajin merawatnya.
  10. Membawa beban berlebihan
    Tips10Kelebihan beban dapat memboroskan bahan bakar dan mengurangi usia shock breaker. Sebagai gambaran, setiap penambahan beban 20 Kg, konsumsi bahan bakar akan meningkat 1%. Selain itu, kelebihan beban dapat mengurangi kemampuan kendaraan untuk merespon pengereman mendadak.

Demikian beberapa tips yang berguna untuk menyelamatkan nyawa kita dan nyawa kendaraan kita. Secara bertahap kita dapat menjadikan tips-tips tersebut sebagai kebiasaan baru kita dalam berkendara. Sesuai slogan DSFL:

Smart Driving, Protecting Lives, Saving Fuel

Menutup tulisan ini, sekaligus sebagai semacam shock therapy (seperti yang dilakukan pada pelatihan DSFL), coba saksikan video berikut. Dengan cara berkendara yang aman dan benar, semoga kejadian seperti ini tidak akan menimpa kita, baik kita sebagai pengemudi maupun penyeberang jalan. Selamat berkendara🙂

Referensi:
  • Gambar diambil dari sini.
  • Penjelasan tips sebagian diambil dari buku panduan DSFL.

10 Responses to “Mengubah Kebiasaan Berkendara Kita”


  1. 1 Ales
    November 9, 2009 at 1:43 pm

    Sip… Bermanfaat banget.
    Terutama untuk ales yang
    belum bisa nyetir,
    heue…

    Sampai kebawa ke mimpi
    loh, keinginan ales untuk
    belajar nyetir mobil
    dan bisa mengendarainya.

    Diaminin aja ya, Gung:
    segera bisa nyetir mobil
    dengan ahli! ^^

  2. November 9, 2009 at 3:53 pm

    @Ales: Sampai kebawa mimpi? Wew, pengen banget kayanya. Amiin, semoga impiannya segera terwujud🙂 Btw artikel ini jangan terlalu dipikirin ya kalau baru mulai belajar, meminimalisir banyak mikir waktu melatih koordinasi gas-kopling dan arah mobil. Oya, dan kebanyakan pelajaran diperoleh dari jam terbang, so sambil jalan lah mengamalkan tulisan ini hehehe.

  3. November 11, 2009 at 7:13 pm

    saya suka gaya agung mengemudi, hehe promo utk sopir sewaan :p

    ternyata ada pemikiran mendalam dari skill mengemudi itu ya. harus bisa nih saya juga nyetir.

    hmm.. kinda cool

  4. November 12, 2009 at 11:19 am

    @lesly: Well, thank you then, alhamdulillah.
    Oh, tapi kalau dulu itu belum ditambah paket plus DSFL, jadi tarif sekarang kayanya disesuaikan dengan penambahan skill😛 *halah*
    Awalnya sebelum dikasih pelatihan ini si tidak terlalu aware.
    Iya, pas nyetir memang harus konsentrasi, soalnya ada risiko keselamatan yg dipertaruhkan, selain aspek ‘cool’ nya, tentu saja (karena di dalem bisa pakai AC, gitu, jadi cool :p)

  5. 5 yoe
    November 12, 2009 at 1:23 pm

    aduh, kang.. baruu postingggg… hihihih.. jadi ga rugi kan datang Smesco? wkwkw..

  6. November 12, 2009 at 2:41 pm

    @yoe: yup, dalam rangka lomba nih. Ternyata butuh waktu lumayan untuk mengumpulkan ide dan menyusun posting-an ini hehe

  7. 7 yoe
    November 13, 2009 at 8:19 am

    iyah.. moga menang yah, kk.. aku boleh-lah dibagi cipratannya… ditunggu kemenangannya! salam! ;D

  8. November 13, 2009 at 9:29 am

    @yoe: makasih doanya, diaminin deh😀

  9. November 17, 2009 at 4:15 pm

    @arifromdhoni: matur nuwun, semoga berguna🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 177,170 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia



%d bloggers like this: