Belajar Gitar Klasik

Semenjak kemunculan acoustic fingerstyle guitarist Indonesia, Jubing Kristianto, rasanya bermain gitar klasik terasa lebih menarik untuk dipelajari. Setidaknya karena dua alasan berikut:

  1. Panggilan jiwanya untuk menjadi gitaris profesional membuatnya meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan sebuah tabloid yang sudah lama digelutinya. Tentu ia begitu mencintai alat musik ini dengan beragam bunyi dan komposisi lagu yang bisa dihasilkan dari gitar. Tidak sedikit penghargaan yang sudah diraihnya.
    • Kagum rasanya melihat musisi profesional yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk menggeluti musik. Musik sebagai profesi utama. Dan untuk yang satu ini kawan, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk berlatih. Misalnya saja, menurut sebuah referensi, untuk menjadi pemain biola profesional dibutuhkan waktu berlatih setidaknya 7-8 jam sehari! Persis seperti orang kantoran. Saya rasa tidak jauh berbeda juga untuk alat musik lainnya. Sampai berapa lama? Jika ingin menjadi outliers, setidaknya lakukanlah minimal selama 10 tahun (horeee!).
    • Bergantung pada motivasi Anda bermain musik, Anda dapat menentukan besarnya pengorbanan (waktu, biaya, dan sebagainya) yang akan Anda lakukan. Bagi saya yang tidak bercita-cita menjadi musisi profesional, rasanya cukuplah belajar dan melancarkan permainan setengah sampai 1 jam sehari. Satu jam terasa sudah cukup mewah. Lumayan, selain menghibur diri, rasanya bisa sekalian senam otak πŸ™‚
    • Kapan waktu terbaik untuk berlatih, dan bagaimana? Setiap orang punya waktu-waktu tertentu yang dirasa optimal untuk berlatih musik. Bagi saya, waktu itu adalah pagi hari, saat pikiran dan tenaga masih segar. Berhubung saat berlatih banyak melakukan kesalahan :P, maka pikiran yang segar dan mood yang baik akan sangat membantu. Selain itu, sebelum mulai bekerja (dan berpikir), senam otak di pagi hari akan membantu ‘membangunkan’ dan menyiapkan otak untuk berpikir kreatif. Sebagai referensi, tips berlatih salah satunya dapat dibaca di sini.

    Intinya, musisi profesional telah menginspirasi orang lain untuk menemukan keindahan dan kecintaan yang diwujudkan dalam permainan yang indah dan ‘dalam’. Mendengarnya membuat kita jatuh hati sehingga tertarik untuk ikut mempelajarinya. Untuk kasus gitar klasik ini, walaupun sempat mengikuti les gitar klasik saat SMP, tapi rasanya ‘hambar’ sehingga ditinggalkan. Nah, kehadiran bung Jubing dan permainannya telah membangkitkan kenangan lama dan mengubah rasa ‘hambar’ tadi menjadi ‘manis’. Walaupun terasa ‘pahit’ saat berlatih, tapi kalau sudah bisa, ‘manis’ rasanya. Lebay? Ah dikit-dikit lebay, plis deh πŸ˜›

  2. Banyak lagu-lagu Indonesia dalam albumnya yang diaransemen ulang untuk dimainkan dengan gaya acoustic fingerstyle tersebut seperti Ambilkan Bulan, Melati dari Jayagiri, Indonesia Pusaka, Delman Fantasy, Hujan Fantasy, dan sebagainya. Menurutnya, komposisi lagu-lagu Indonesia lama ini tidak kalah menarik dibanding lagu-lagu import. Ini menarik sekali. Setelah diaransemen ulang, lagu-lagu tersebut terdengar ‘ramai’ dan indah. Bangga juga rasanya memainkan lagu Indonesia aseli dalam gaya gitar klasik. Biasanya kan yang dimainkan adalah karya-karya komposer Barat yang kita sama sekali tidak mengerti cerita lagu-lagu itu, atau kalaupun tahu, rasanya tidak nyambung dengan iklim kehidupan tanah air ini. Keren sih kalau sudah memainkan karya-karya klasik yang njelimet dan terasa ‘tinggi’. Lalu orang-orang bertepuk tangan tanda kagum. Kagum karena tampak canggih, walaupun tidak mengerti ceritanya πŸ˜›
    Dilihat dari aransemennya, jelas tak mudah untuk dibuat. Jadi, salut untuk bung Jubing yang sudah menyumbangkan karya aransemen lagu-lagu Indonesia untuk gitar klasik. Singkatnya, senang dan bangga memainkan lagu Indonesia dengan gaya acoustic fingerstyle.

Dua alasan ini cukup, kan? πŸ™‚

Lalu, belajarnya mulai dari mana?
Banyak jalan untuk memulai belajar gitar klasik ini. Paling mudah ya ikut kursus. Tak perlu banyak urusan, ikuti saja kurikulum yang sudah disediakan. Atur waktu, bayar gurunya, beli bukunya, selesai urusan. Tapi jangan lupa berlatih dan berlatih. Biasanya untuk yang satu ini butuh motivasi lebih. Secara alami kita akan malas berlatih. Rasanya sudah cukup dengan mengikuti kursus dan hadir saat jam pelajaran. Bangga sudah ikut kursus, padahal kan baru mulai, belumΒ  bisa apa-apa. Seringkali waktu kursus yang hanya setengah jam habis untuk melatih materi pertemuan sebelumnya karena tidak dilatih di rumah. Semakin sulit lagu, semakin butuh waktu berlatih. Jika tidak disikapi dengan baik, sayang uang dan sayang waktu. Lalu akhirnya frustasi karena merasa semakin tertinggal. Semenjak itu siswa tidak pernah datang lagi (gurunya juga tidak mencari), dan les gitar pun berakhir tragis. Bagaimana, terasa menjiwai, bukan? Maklumlah, pengalaman pribadi πŸ˜›

Tentu banyak pula siswa yang sukses mengikuti kursus ini. Syaratnya selain bakat, dukungan orang tua, lingkungan, guru, dan fasilitas, tentu tidak lupa berlatih dan berlatih. Sayang sekali tidak ada cara instan bermain musik. Ada sih, kalau melihat judul buku-buku musik rilis terbaru belakangan ini. “Menjadi gitaris handal dalam sehari”,”Cara Cepat Bermain Keyboard”, “Jurus Cepat Menguasai Accord”, dan sebagainya. Sebagai catatan, contoh tersebut bukanlah judul asli buku, saya hanya mengarang indah sesuai ingatan yang intinya menawarkan cara instan jago bermusik. Bisa jadi memang bisa dikuasai dalam waktu singkat untuk jurus-jurus atau lagu-lagu tertentu, tapi biasanya penulis tetap sangat menyarankan untuk memperbanyak latihan. Lagipula, kita membutuhkan bumbu-bumbu kesalahan dan kesulitan untuk mendapatkan feeling yang pas, bukan begitu?

Cara berikutnya adalah dengan otodidak. Belajar sendiri. Sumbernya? Wuih, banyak sekali. Situs, buku, software, apapun namanya banyak sekali memberikan pelajaran semacam jump start atau quick start bermain gitar klasik. Metodenya macam-macam, tinggal pilih sesuai kebutuhan dan kesukaan. Yang jelas tidak ada jaminan mutu, karena tidak ditemani guru yang bersertifikat, hehehe. Tapi yang menyenangkan ada proses berpikir dan merasakan saat belajar. Mau belajar apa dulu, dari mana, bagaimana caranya, berapa lama, kapan saja, setelah ini apalagi, dan seterusnya. Kita jadi lebih fleksibel mengukur dan mengapresiasi diri. Kadang, dalam kursus guru sudah memberikan materi kedua saat yang pertama belum kita kuasai dengan baik. Belum ‘klik’. Wajar saja karena ada tuntutan kurikulum dan waktu. Jalan tengahnya tentu mengkombinasikan otodidak dan berguru. Selain bisa berpikir dan mengatur diri, adanya guru jelas dapat memberikan ilmu lebih berikut umpan balik berupa kritik dan masukan yang kita butuhkan untuk mengembangkan permainan kita.

Jadi, selamat belajar gitar klasik.

Sebagai penutup, tak seru jika tidak dicoba langsung. Berikut ini dari lagu “Ambilkan Bulan”. Selamat mendengarkan.
Oya, mohon maaf jika tidak sebaik aslinya πŸ˜€

———————————————-
Keterangan: Gambar diambil dari sini
Advertisements

48 thoughts on “Belajar Gitar Klasik

Add yours

  1. aduh, Agung,… bikin mupeng ajah! dulu pernah sekali belajar, terus titik. hihih..
    ckckck…. ingin kembali kepada jalanku yang dulu jadinya… wkwkw..

  2. @yusako: Kenapa titik? Yak, inilah tujuan tulisan ini. Provokasi! Hehehe…
    Anak bungsu? That’s a very good guess! How can you read that? See, i think i talk to much πŸ˜›

    @Rachma: Lentik? Kayanya guru les saya dulu juga lentik πŸ˜› Emang gitu nampaknya kalau memainkan alat musik yang membutuhkan peregangan jari ke sana ke mari dalam waktu singkat πŸ˜› -membalas komen gak penting-

  3. ternyata lagu2 ‘pop’ biasa bisa diaransemen dan dimainkan seperti lagu2 gitar klasik ya?
    mantap sekali olah karya pak jubing… memotivasi banyak orang untuk belajar memainkan gitar klasik.

  4. bagaimana cara membaca not balok dan mempratikkan gitar klasik dengan mudah untuk saya karena saya sudah belajar 3 bulan belum ada kemajuan dan kebetulan tidak ada waktu latihan di rumah karena pulang kerja sudah malam dan pagi jam 6 sudah berangkat. tapi saya sangat ingin dapat membaca not balok dan bisa gitar untuk terpenuhi kebutuhan dan mengoptimalkan otak kanan agar seimbang. terima kasih. dari Ita panggilannya

    1. @Ita: wah, kalo gak pake latihan berat mbak. Saya nggak yakin ada cara yang mudah tanpa latihan. Main gitar kan keterampilan yang butuh dilatih, kaya belajar bahasa, butuh banyak pengulangan biar kita terbiasa. Kalo kata Pak Jubing, mau nggak mau harus alokasiin waktu setiap hari buat latihan, walau hanya sekedar 10 menit. Kalo latihan baca not banyak kok freeware / situs yang ngebantu kita buat belajar not balok.

    1. kunci dasar gitar? search aja di google bro, banyak banget. Kalo gak mau repot beli buku/majalah musik aja, di belakangnya biasanya ada chord gitar bejibun.

  5. Mantap euy!! Gitar klasik lebih indah di telinga daripada jenis alat musik lain, meskipun yang dimainkan cuma Promenade, hehe.

  6. ok, kang mantab lah..saya jg suka main gitar khususnya clssic gitar,
    coba deh kang main clasic gitar waltz atw neo clasical trs upload biar yg liat makin terkesan sama permainan si akang.
    sukses kang

  7. Statement yg brillian mazbro… like this ah… salam kenal ya, ogut jg part time week end suka ngajar homeschool tuk gitar klasik lho [tapi tuk usia 10-20 th] wkwkwkwkwkwkwk…. semangat mazbrooo, akulah pendukungmuuuu, xixiixixixixixi,……

    1. wuih keren mas..lemaak tenaan mas…
      syg..dulu nya bljr gtr lgsg lompat k yngwie malmsteen, lgsg ngroock abeeesssh.. waduh…tp sy lupa yg 1 ini..inilah pnykit otodidak style sk lompat2 gk jls..hii..kt org2 bljr gtr mmg bgs nya di mulai dr gtr klasik dlu bru stlh bru k lain nya.bnr gk sh..?atw faktor selera? au”ah gelap.hi..
      blh mnta saran mas..buku klasik gitar yg bgs&komplit mulai dr tgkat pemula smpai tingkat master ap y mas..?

  8. o ya mas kalo mau belajar gitu kalo kursus harus belajar dari dasar apa engak soal nya aku sedikit bisa main gitar tapi belum bisa fingerstyle

    o ya saya dari GARUT jawa barat apa di garut ada pelatihan fingerstyle kalo ada kasih tau yah….. makasih….

    asslmalaikum……..

    1. Biasanya kan main gitar simpelnya asal bisa rythm dan kunci2 buat ngiringin lagu. Kalau baru belajar rythm ya harus belajar dasar-dasar melodi dulu, soalnya tau kunci kan belum tahu melodinya, padahal belajar gitar klasik awalnya harus belajar melodi.

      1. terima kasih mas jawaban anda sangat membantu saya……….. o ya kalo boleh tahu ….
        tempat belajar melodi di mana ya mas………
        apa ada blog yang nyediain sarana belajar lewat internet atau harus lewat tatap muka atau kursus…..

  9. terima kasih mas jawaban anda sangat membantu saya……….. o ya kalo boleh tahu ….
    tempat belajar melodi di mana ya mas………
    apa ada blog yang nyediain sarana belajar lewat internet atau harus lewat tatap muka atau kursus…..

    1. @arie: tergantung gaya belajar kita. Kalau bisa otodidak ya tinggal cari aja di toko buku cara belajar melodi gitar. Kalo butuh bimbingan di awal, bisa ikut kursus gitar klasik di les2 musik. Kalau kuat bayar, ya terusin sampai level tinggi. Kalau nggak, ya belajar di awal untu jump start, terus belajar otodidak.

      Memang lebih enak kalau ikut kursus di sekolah musik, selain dibimbing, ya bisa latihan tampil di konser2 yang diadakan sekolah musik sebagai ujian atau sekedar hiburan.

      Selamat belajar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: