Posts Tagged ‘Islam

22
Nov
09

Naik Haji 1430 H

Budi: Naik apa yang nggak pernah turun?
Wati: Naik haji, dong!
Budi: Yak,tul!

Lebih kurang seminggu lagi umat Muslim sedunia berkumpul di Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah haji. Teriring do’a dan air mata melepas kepergian kakek, nenek, bapak, ibu, paman, bibi, saudara, dan kerabat yang sudah berangkat memenuhi seruan Allah yang agung ini. Semoga mereka menjadi haji yang mabrur, dan yang wafat menjadi syahid / syahidah.

Kita yang belum bisa memenuhi panggilan itu hendaknya berkurban di tanah air sebagai bukti ketaatan kita pada perintahNya sekaligus menjadi jalan kebaikan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Ya Allah, Ka’bah ini indah nian, kapankah giliran kami bisa memenuhi  panggilanmu? Kalaulah film bilang “Emak ingin naik haji”, bolehlah judul itu ditimpali “Aye juga pengen, mak”. Lalu tahun depan muncul sekuelnya, “Emak ingin naik haji (sekali lagi)”, dan seterusnya 🙂

Selamat Idul Adha 1430 H

Keterangan sketsa:
Sketsa ka’bah bersumber dari foto postcard di majalah National Geographic Indonesia:

Mekah, Arab Saudi (1965)
oleh Thomas J. Abercrombie
Seprempat juta Muslim mengelilingi Ka’bah untuk berdoa kepada Allah.
Efek buram pada foto orang-orang yang mengelilingi Ka’bah tepat di tengah,
menciptakan, “bayangan tentang gerakan kosmis,” kata Abercrombie.

Gambar “Emak ingin naik haji” diambil dari sini.

28
Jan
09

HAMAS, Palestina, dan Salahuddin Al-Ayyubi

Agresi militer Israel ke Gaza yang masih segar dalam ingatan kita semoga tidak berlalu begitu saja seiring berkurangnya liputan media. Selain nampak media mana saja yang peduli (saya nggak bilang TV One lho…) dan tidak peduli (saya juga nggak bilang Metro TV lho ya…) terhadap krisis ini, beberapa pertanyaan penting setidaknya terlintas dalam pikiran kita. Menyegarkan memori kita tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana. Bagaimana sejarahnya. Siapa saja yang terlibat. Dan bagaimana perkembangannya dalam tahun-tahun ke depan.

Saya yakin banyak dari kita aktif mencari jawaban-jawaban pertanyaan itu selain ikut menyumbang, berdoa, dan memutar berulang-ulang lagu “We Will Not Go Down” setelah mengunduhnya dari situs Michael Heart. Banyak juga yang mencari chord-nya atau menjadikannya nada dering ponsel. Semua untuk menunjukkan dukungan atas perjuangan rakyat Palestina atas aksi biadab Israel. Mengenai sejarah Palestina yang panjang dapat dibaca di berbagai literatur, situs, atau buku-buku yang sudah sangat banyak mengulasnya. Mengenai alasan politis Israel menjelang Pemilu pun ada di Pikiran Rakyat dan Majalah Gatra. Mengenai jumlah korban sebenarnya dari Israel yang ternyata mencapai ratusan orang pun ada di Eramuslim. Mengenai nasib diplomasi dengan perantara Amerika pasca dilantiknya Obama pun ada dimana-mana (emang ngaruh ya?). Tulisan sekaligus resensi berikut lebih pada melihat sosok HAMAS sebagai motor perjuangan rakyat Palestina dan pemenang Pemilu 2006 lalu.

Berikut saya kutip beberapa isi buku “HAMAS Kenapa Dibenci Amerika” yang ditulis oleh Tiar Anwar Bachtiar dan diterbitkan oleh Penerbit Hikmah.

dsc004131Banyak analis memperkirakan bahwa sikap keras HAMAS ini sesungguhnya bukan karakter asli HAMAS, mengingat latar belakang HAMAS yang sebelum tahun 1987 (Intifadhah I) merupakan organisasi sosial dan keagamaan. Sikap keras HAMAS justru dipicu oleh kekerasan yang dilakukan Israel dan dukungan Amerika atas segala bentuk kekerasan itu. Menurut pengamat politik Arab, Huda Huseini seperti dikutip Mustafa Abd Rahman: “HAMAS mulai melakukan aksi kekerasan dengan cara bunuh diri sejak pembantaian oleh ekstrimis Yahudi, Baruch Goldstein, di Hebron tahun 1994 yang menewaskan sekitar 40 warga Palestina. Maka, kata Huda, HAMAS secara ideologi pada dasarnya bukan organisasi radikal. Lingkungan politik keras yang diciptakan Israel memaksa HAMAS melakukan aksi kekerasan.”

“Wahai Muadz, sesungguhnya Allah akan menaklukkan Syam untuk kalian pada abad sesudahnya sejak dari Arisy sampai ke Furat. Para penduduknya, laki-laki, wanita atau para budak, “bersiap-siaga” sampai Hari Kiamat. Siapa saja di antara kamu memilih (bertempat tinggal) di salah satu pantai Syam atau Baitulmaqdis, berarti dalam keadaan jihad terus-menerus sampai Hari Kiamat”

Cita-Cita dan Tujuan HAMAS

  1. Tujuan Umum: Mendirikan Negara Islam di Palestina
  2. Tujuan Strategis: Memerdekakan Seluruh Tanah Palestina
  3. Tujuan Antara
    • Membebaskan Tepi Barat dan Jalur Gaza
    • Mengislamkan masyarakat
    • Memperkuat legitimasi Sayap Militer
    • Melanjutkan gerakan Intifadhah
    • Menjaga Kesatuan Nasional
    • Membebaskan para tawanan dan menghentikan serangan Israel terhadap rakyat sipil Palestina
    • Menggali dukungan negara-negara Arab dan Islam
  4. Tujuan Segera
    • Netralisasi Kekuatan Militer Israel
      (Inilah salah satu penjelasan aksi Intifadhah dalam bentuk pelemparan batu yang  tampak tak seimbang melawan senjata Israel. Aksi ini bertujuan untuk menetralisasi kekuatan militer Israel agar tidak terlampau merasuk ke dalam jantung-jantung pertahanan rakyat Palestina)
    • Memantapkan legitimasi politik

Buku kecil ini memberikan kita pemahaman yang objektif (ya iyalah, situ dukung HAMAS) tentang sejarah, cita-cita, tujuan, tokoh-tokoh penting, bentuk organisasi, sampai ke strategi perjuangan HAMAS dalam konteks sejarah Palestina. Yang lebih keren lagi ditambah Lampiran Piagam HAMAS yang menjabarkan landasan, cita-cita, koridor perjuangan, serta sikap HAMAS. Sayang sekali untuk dilewatkan, apalagi mumpung memori dan semangat kita masih belum padam pasca kekalahan agresi Israel kemarin.

Menutup tulisan ini, saya segarkan kembali ingatan kita akan pahlawan pembebas Palestina pada 2 Oktober 1187, Salahuddin Al-Ayubi (“Saladin” kata orang Barat). Satu video berupa film animasi yang dibuat Malaysia (kapan ni film sampai Indonesia?). Satu video lagi menampilkan nasyid Sami Yusuf yang berlatar belakang cuplikan dari film “Kingdom of Heaven” yang luar biasa (sudah nonton, kan?). Film yang disudtradarai Ridley Scott dan dibintangi Orlando Bloom (pemeran Legolas dalam Lord Of The Ring) ini dinilai sebagai film produksi Holywood yang objektif menggambarkan peristiwa pembebasan Palestina saat itu. Heroik. Tidak ada pembantaian. Elegan sekali.

Selamat menonton.




My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 180,998 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia