Posts Tagged ‘pks

28
Feb
09

Menggelitik

Ada dua hal yang cukup menggelitik dalam pikiran saya selama beberapa minggu ini:

  1. Kalau yang kita kerjakan adalah pekerjaan karyawan, ya…yang didapat gaji karyawan

    the_power_of_kepepetPikiran ini muncul setelah membaca buku wirausaha berjudul “The Power of Kepepet” (TEPOK). Banyak hal yang diulas, tapi satu ini yang menggelitik. Mengapa?

    Sering pikiran dan mental kita tidak mau susah-susah mengerjakan pekerjaan wirausaha dan menjadi bos. Pekerjaan bos adalah berpikir strategis, mengambil risiko, pasang badan, berani aksi cepat, berorientasi tujuan “pokoknya harus bisa”, mencari investor, berani ‘gagal’, berani beda, dan bermental membuat terobosan.

    Sedangkan pekerjaan karyawan adalah berpikir cari aman, menunggu perintah, bergerak berdasarkan kebutuhan atasan, menyukai rutinitas, dan mengerjakan hal-hal teknis. Lalu, apanya yang menggelitik?
    Lucunya, yang saya kerjakan adalah mayoritas pekerjaan karyawan, sedangkan yang saya inginkan adalah pendapatan bos. Lalu dengan yang saya lakukan itu, tanpa sadar saya masih bertanya-tanya mengapa rasanya saya belum merasa menjadi bos. Konyol, kan? Ya jelas nggak nyambung.

    Saya nggak bicara jumlah nominal yang didapat antara bos dan karyawan. Gaji karyawan perusahaan multinasional relatif lebih besar daripada pendapatan bos lokal perusahaan menengah. Yang lebih esensial adalah apa yang kita lakukan untuk mendapatkan pendapatan tersebut. Sederhananya, bagaimana uang itu bekerja untuk kita. Bukan kita bekerja untuk uang.

    Tidak semua orang cocok jadi bos, begitu pula tidak semua orang betah jadi karyawan. Tapi karena konteks tulisan ini adalah tentang wirausaha, anggap saja ini provokasi untuk menjadi wirausaha. Boleh menjadi karyawan saat yang menjadi bos sudah terlalu banyak. Ah, masa sih bisa seperti itu?

  2. Baru masyarakat lho, belum ketemu ‘musuh’.

    logoPKS-8Sekian puluh hari menjelang Pemilu 2009, segenap kader-kader partai ramai-ramai melakukan sosialisasi dan kampanye ke masyarakat. Tak terkecuali untuk Partai Dakwah yang satu ini, Partai Keadilan Sejahtera.
    Salah satu fenomena lucu yang sempat saya amati pada beberapa kadernya adalah masih adanya rasa canggung  saat berinteraksi dengan masyarakat. Biasanya bagi mereka yang masih aktif di kampus atau lulusan kampus. Dunia dakwah di kampus dan masyarakat jelas berbeda. Singkatnya, mereka tak mampu habis-habisan di masyarakat dengan berbagai faktor penyebab. Lalu, apanya yang menggelitik?

    Lho, bukannya Partai Dakwah ini mendambakan Indonesia menjadi masyarakat madani yang adil dan sejahtera? Nah, kalau mengacu pada sejarah Rasulullah SAW, kehidupan kan tidak adem ayem saja. Ada musuh yang mengkhianati perjanjian. Ada yang berniat membunuh. Ada yang berkonfrontasi terbuka dengan perang. Mereka kan akan muncul lagi, hanya beda wajah. Konflik dan konfrontasi pasti akan terjadi, walau tetap berusaha diminimalisir.

    Lucunya, bagaimana bisa mengalahkan musuh yang nanti akan muncul kalau dengan masyarakat saja (yang notabene sebagai orang baik-baik dan saudara-saudara kita juga) masih canggung. Bagaimana menang menghadapi agresor, koruptor, intimidator, atau provokator? Hari gini mah masyarakat sudah banyak tahu, dan insyaAllah mendukung. Jangan ragu, bro. Ini hanya masalah komunikasi dan kedekatan hubungan dengan masyarakat. Terus saja dilatih. Menyenangkan bisa mengenal banyak orang dengan berbagai gaya pemikiran dan budayanya. Toh kita berjuang bersama masyarakat kan? Eh, kita kan masyarakat juga. Jadi masyarakat berjuang bersama masyarakat. Lihat, mengapa harus canggung?

    Masih panjang cerita dakwah ini, insyaAllah. Selama dakwah tetap konsiten untuk Bersih, Peduli, dan Profesional. Jadi, berpikir besar, bertindak lokal, dan lakukan sekarang juga! Lho, ini menggelitik apa kampanye?

Advertisements



My Facebook

Agung Prasetyo

Halaman

For Sale: Biola 3/4 Skylark

Arsip

Kategori

Butuh layanan software open source?

Kunjungan

  • 181,870 klik

RSS Fortune Apple 2.0 News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Advertisements & Awards

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia